logo

Mencintai Sewajarnya dan Membenci Sewajarnya | Konsultasi Muslim



Rasa cinta adalah fitrah seorang manusia yang tidak bisa kita pungkiri. Ketika seseorang merasakan cinta, maka semua akan tampak indah di matanya. Walau sekalipun pada dasarnya yang dia lihat itu jelek sekalipun, maka dia akan tetap melihatnya indah ketika sudah merasakan cinta. Sebuah ungkapan menyebutkan : “Jika seseorang sudah mengenal cinta, maka dia akan menjadi penyair.”

Penyair dalam arti kata mudah untuk merangkai kata-kata menggambarkan perasaannya yang berkaitan dengan cinta. Dan itu benar-benr terjadi di lingkungan masyarakat.

Wanita ketika dia mencintai seseorang, maka dia akan sangat mencintainya, sebaliknya ketika dia membenci, maka dia akan angat membencinya. Nah hal seperti ini di ingatkan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar tidak melakukan seperti ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيْضَكَ يَوْمًا مَا، وَأَبْغِضْ بَغِيْضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا

Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya, bisa jadi suatu hari dia akan menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya bis jadi suatu hari dia menjadi orang yang kau sayangi. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 1997).

Cintailah pasanganmu sewajarnya saja, karena ketika seseorang mencintai orang yang dia cintai berlebihan maka akan menimbulkan dampak lain dalam dirinya. Seperti dia akan terkena penyakit Al-Isyq.

Al-Isyq adalah sebuah penyakit mabuk cinta, di mana dia sangat kagum kepada seseorang dan mengakibatkan buta terhadap aib-aib seseorang yang dia cintai. Sifat kagumnya dan rindunya membuat dia gelisah dan tidak bisa tidur, beraktifitas dan lain sebagainya.

Masih ingat cerita Qois dan Laila? Atau cerita yang lebih dikenal adalah Laila Majnun. Ketika Laila meninggal, qois pun meraung-raung, menangis sejadi-jadinya karena kekasihnya pergi meninggalkannya untuk selamanya. Qois akhirnya tidak makan, tidak minum, tidak beraktifitas, tidak tidur, bahkan pada akhirnya qois menjadi gila disebabkan kematian Laila. Dan suatu ketika seseorang pernah bertanya qois : “Mana yang lebih kau cintai, dunia dan se isinya atau Laila?” Maka qois pun menjawab : “Debu yang menempel di sendal Laila lebih ku cintai daripada dunia dan seisinya.”

Subhanallah, inilah dampak seseorang yang mencintai berlebihan, maka akan menimbulkan penyakit Al-Isyq dalam dirinya dan akan memudorotkan bagi dirinya sendiri.

Maka dari itu baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan agar tidak mencintai berlebihan, karena akan memudorotkan kepada diri sendiri. Sebelum itu terjadi haruslah dicegah dengan tidak mencintai berlebihan, namun mencintai sewajarnya saja.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

Begitu pula membenci, maka bencilah sewajarnya saja, karena boleh jadi orang yang kau benci berlebihan itu akan menjadi orang kau cintai suatu saat nanti.

Oleh karnanya, yang lebih selamat itu ada pertengahan. Yaitu cinta sewajarnya dan bencipun sewajarnya saja.

Ada sebuah ungkapan dari para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

خير الأمور أوسطها

Sebaik-baik perkara itu adalah yang pertengahan. (Hadist Mauquf).

Yaitu jalurnya hanya sampai kepada sahabat, tidak sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka dari itu, hindarilah mencintai yang berlebihan sehingga bisa menimbulkan penyakit Al-Isyq. Dan hindari juga membenci yang berlebihan karena suatu saat bisa saja menjadi orang yang kau cintai.

Ketahuilah bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak akan baik dan akan malah menimbulkan mudorot bagi dirinya sendiri.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.