logo

Bolehkah Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air? | Konsultasi Muslim



Mahar hukumnya wajib di dalam Islam dan harus diberikan kepada calon istri sebagai syarat sahnya sebuah pernikahan.

Dasarnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

وَءَاتُوا النِّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفَسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا

Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (QS. An-Nisa : 4).

Imam as-Syaukani rohimahullah berkata di dalam kitab Fath al-Qodir jilid 1 halaman 485 :

وَفِي الْآيَةِ دَلِيلٌ: عَلَى أَنَّ الصَّدَاقَ وَاجِبٌ عَلَى الْأَزْوَاجِ لِلنِّسَاءِ

Dan ayat ini adalah dalil bahwa mahar hukumnya wajib diberikan oleh suami kepada istrinya.

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita pasangan suami istri yang menikah dengan mahar sandal jepit dan segelas air putih.

Memang pada hakikatnya Islam tidak memberatkan dalam masalah mahar, akan tetapi Islam juga tidak mempersilahkan mahar yang murahan. Sandal jepit hanyalah seharga Rp. 10.000 dan segelas air putih itu gratis dan bisa didapatkan di manapun asalkan car mendapatkannya halal. Mahar murah jika dia sangat sangat sangat fakir dan tidak mampu untuk membeli mahar yang lumayan agak mahal. Jika dia mampu membeli mahar yang lebih baik dari itu, tapi tetap membeli mahar yang murahan, maka ini tindakan main-main dan seperti tidak serius dalam melangsungkan pernikahan.

Menikah itu untuk jangka waktu yang panjang, bukan sebulan dua bulan, bukan setahun dua tahun, tapi untuk seumur hidup, maka belilah dan berikanlah mahar yang bisa digunakan oleh sang istri dan bermanfaat baginya.

Islam memang menganjurkan agar mahar tidak mahal dan memberatkan calon suami.

Dari 'Uqbah bin Ibnu 'Amir rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

خَيْرُ النِّكَاحِ أَيْسَرُهُ

Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah maharnya. (HR. Abu Daud, hadist no. 2117).


Derajat Hadist :

Imam ad-Dzahabi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Syiar A'lam an-Nubala jilid 5 halaman 58 :

"خير النكاح أيسره" ، وسنده صحيح، وصححه ابن حبان

"Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah dalam urusan mahar." Dan sanadnya shahih, dan di shahihkan juga oleh Ibnu Hibban.

Namun yang perlu digaris bawahi adalah bukan mahar yang murahan, apalagi hanya segelas air putih. Ketika diminum habis, tidak bisa disimpan, begitu juga sandal jepit, diinjak, cepat rusak. Berikanlah calon istri mahar yang layak dan bisa tahan lama. Entah itu seperangkat alat shalat, atau hanya mukenah saja, atau cincin dan lain sebagainya. Bukan hanya sandal jepit yang harganya Rp. 10.000 dan segelas air.
Memang tidak salah dan tidak termasuk dosa besar, hanya saja hal ini terkesan main-main dalam melaksanakan pernikahan. Islam mempersilahkan mahar yang murah dan tidak memberatkan calon suami, namun bukan murahan.

Sekali lagi, Islam memang mempersilahkan mahar yang murah, tapi bukan mahar yang murahan. Hargai istri dengan memberikan mahar yang layak untuknya, yang bisa dipakai lama oleh sang istri ataupun bisa bermanfaat baginya seperti halnya seperangkat alat shalat, sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh banyak kaum muslimin.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.