logo

Hukum Sulam Alis dalam Islam, Boleh ataukah Dilarang? | Konsultasi Muslim




Sulam alis adalah membentuk alis mata dengan garis-garis atau bentuk tertentu, sehingga berbeda dengan bentuk aslinya.

Sulam alis termasuk mengubah ciptaan Allah karena mengubah dari bentuk aslinya sehingga haram hukumnya sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadist.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, tukang cukur bulu mata, orang yang minta cukur bulu di wajahnya, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Muslim, hadist no. 2125).

Imam An-Nawawi rohimahullah mengomentari hadist di atas di dalam kitab Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim :

وَأَنَّ النَّهْيَ إِنَّمَا هُوَ فِي الْحَوَاجِبِ وَمَا فِي أَطْرَافِ الْوَجْهِ

Larangan tersebut adalah untuk alis dan ujung-ujung wajah. (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, jilid 14 halaman 106).

Berdasarkan hadist di atas bahwa sulam alis hukumnya haram dan tidak diperbolehkan di dalam Islam, bahkan termasuk dosa besar karena adanya laknat dari Allah bagi pelakunya. Imam Al-Haitami rohimahullah membuat sebuah bab tentang mencukur bulu mata di dalam kitab Az-Zawaajir ‘an Iqtiroofil Kabaair dan memasukkan kepada dosa besar.

Imam Al-Haitami rohimahullah berkata di dalam kitab Az-Zawaajir ‘an Iqtiroofil Kabaair :

الْكَبِيرَةُ الثَّمَانُونَ حَتَّى الثَّالِثَةُ وَالثَّمَانُونَ الْوَصْلُ وَالْوَشْمُ وَشْرُ الْأَسْنَانِ وَالتَّنْمِيصُ

Dosa besar ke 80 hingga 83 : menyambung rambut, tato, mengukir gigi, dan mencukur bulu mata. (Az-Zawaajir ‘an Iqtiroofil Kabaair, jilid 1 halaman 234).

Selain haram dan pelakunya dilaknat, sulam alis bisa membuat wanita menjadi fitnah bagi laki-laki yang melihatnya dan bisa tergoda disebabkan keindahan di wajah wanita. Padahal kita diperintahkan untuk menjauhi apapun yang bisa mendatangkan fitnah, baik fitnah tersebut berupa godaan maupun lainnya, dan seorang muslim harus menjauhi setiap yang bisa mendatangkan fitnah.

Allah berfirman :

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah (siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Anfal : 25).

Selain itu, sulam alis juga termasuk tabarruj di dalam Islam, sehingga tidak diperbolehkan bagi perempuan, apalagi jika keluar rumah dan dilihat oleh laki-laki yang bukan mahromnya. Para lelaki pun akan tergoda dengan penampilannya tersebut dan bisa membayangkan pikiran kotor dan sebagainya. Maka apapun bentuk dari tabarruj tidak diperbolehkan di dalam Islam.

Allah berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. (QS. Al-Ahzab : 33).

Jauhilah sulam alis karena perbuatan tersebut haram dan pelakunya dilaknat oleh Allah. Jika ingin terlihat cantik di depan suami, maka perbaiki akhlak sehari-hari, karena dengan akhlak yang baik bisa membuat seseorang menjadi cantik dalam pandangan suaminya.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.