logo

Hukum Qaza’, Menggundul Sebagian Kepala di dalam Islam | Konsultasi Muslim



Banyak anak-anak muda pada zaman sekarang ini yang membuat gaya rambut sesuai dengan keinginannya, tujuannya untuk gaya-gayaan dan agar terlihat keren dilihat oleh orang lain. Salah satunya adalah menggundul sebagian kepala saja dan menggundulnya di tempat yang berbeda-beda, seperti dibagian samping digunduli, kemudian bagian belakang, atau bagian samping kiri digunduli separohnya dan samping kanan juga digunduli separohnya dan lain sebagainya.

Perbuatan seperti ini disebut qoza’, yaitu menggunduli hanya di sebagian kepala saja. Dan hal ini tidak boleh dilakukan oleh di dalam Islam, terutama yang beragama Islam karena dilarang untuk dilakukan.

Dari Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhu berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الْقَزَعِ قَالَ: قُلْتُ لِنَافِعٍ وَمَا الْقَزَعُ قَالَ: «يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِيِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ»

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qoza’. Aku (Umar bin Nafi’) berkata pada Nafi’, “Apa itu qoza’? Nafi’ menjawab : “Qoza’ adalah menggundul sebagian kepala anak kecil dan meninggalkan sebagian lainnya.” (HR. Muslim, hadist no. 2120).

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim :

أَنَّ الْقَزَعَ حَلْقُ بَعْضِ الرَّأْسِ مُطْلَقًا وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ هُوَ حَلْقُ مَوَاضِعَ مُتَفَرِّقَةٍ مِنْهُ وَالصَّحِيحُ الْأَوَّلُ لِأَنَّهُ تَفْسِيرُ الرَّاوِي وَهُوَ غَيْرُ مُخَالِفٍ لِلظَّاهِرِ

Qoza’ adalah mencukur sebagian kepala. Ada juga yang berpendapat mencukur di tempat-tempat yang berbeda di kepala. Dan yang benar adalah penapat yang pertama sebagaimana penjelasan periwayat dan tidak bertentangan dengan zohirnya. (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, jilid 14 halaman 101).


Apa hukumnya?

Imam An-Nawawi rohimahullah melanjutkan :

وَأَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى كَرَاهَةِ الْقَزَعِ إِذَا كَانَ فِي مَوَاضِعَ مُتَفَرِّقَةٍ إِلَّا أَنْ يَكُونَ لِمُدَاوَاةٍ وَنَحْوِهَا

Para ulama sepakat dimakruhkan qoza’ apabila (mencukur kepala) di tempat-tempat yang berbeda, kecuali untuk pengobatan dan lain sebagainya. (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, jilid 14 halaman 101).

Menurut mazhab Syafi’i, makruh tanzih adalah perbuatan yang dituntut untuk ditinggalkan, tapi dengan perintah yang tidak tegas.

Oleh sebab itu bagi anak-anak muda hendaklah menghindari qoza’, karena hal itu dilarang oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dilakukan. Karena hal itu bisa tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir dalam berpenampilan, terutama pemain-pemain sepak bola yang ada di eropa dan sebagainya. Dan menyerupai orang kafir dilarang di dalam Islam.

Dari Ibnu Umar berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang meniru suatu kaum, maka dia bagian dari kaum itu. (HR. Abu Daud, hadist no. 4031).

Na’udzubillah, betapa meruginya orang-orang yang meniru kebiasaan atau perbuatan orang-orang kafir, karena ketika mereka meniru orang-orang kafir, maka akan termasuk bagian dari orang kafir tersebut. Betapa mengerikan sekali akibat dari meniru perbuatan orang-orang kafir, salah satunya adalah perbuatan qoza’ yang banyak dilakukan oleh orang-orang kafir, maka dari itu seorang muslim haruslah menghindari melakukan penggundulan di sebagian kepalanya atau mencukur rambutnya di tempat yang berbeda-beda karena perbuatan itu termasuk tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.