logo

Hukum Wanita Memakai Celana Ke Sekolah | Konsultasi Muslim



Fitrahnya seorang wanita ditandai dengan memakai rok sebagai ciri khas seorang wanita, sedangkan lelaki ditandai dengan memakai celana. Masing-masing mempunyai ciri khas yang tidak bisa ditukar. Oleh sebab itu jika misalnya seorang lelaki memakai pakaian yang menjadi ciri khas perempuan, atau perempuan yang memakai pakaian yang menjadi ciri khas laki-laki, maka hal ini dilarang di dalam Islam.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ، وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang berpakaian wanita dan wanita yang berpakaian laki-laki. (HR. Ahmad, hadist no. 8309).

Lalu bagaimana jika wanita memakai celana ke sekolah?

Pada zaman sekarang, sebagian besar sekolah sudah menerapkan wajibnya memakai rok bagi wanita, baik sekolah umum maupun sekolah swasta. Namun memang ada beberapa sekolah yang masih menganjurkan memakai celana seperti seragam pramuka dan olahraga. Dan tentunya memakai celana bisa memperlihatkan lekak lekuk badan perempuan tersebut, sedangkan jika lekuk tubuh kelihatan termasuk sesuatu yang dilarang di dalam Islam.

Dari Ibnu Usamah bin Zaid berkata :

أَنَّ أَبَاهُ أُسَامَةَ، قَالَ: كَسَانِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُبْطِيَّةً كَثِيفَةً كَانَتْ مِمَّا أَهْدَاهَا دِحْيَةُ الْكَلْبِيُّ، فَكَسَوْتُهَا امْرَأَتِي، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَا لَكَ لَمْ تَلْبَسِ الْقُبْطِيَّةَ؟ " قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَسَوْتُهَا امْرَأَتِي. فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مُرْهَا فَلْتَجْعَلْ تَحْتَهَا غِلَالَةً، إِنِّي أَخَافُ أَنْ تَصِفَ حَجْمَ عِظَامِهَا

Bahwa ayahnya (Usamah) berkata : Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah memberiku baju Qubthiyyah yang tebal. Baju tersebut dulu dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Lalu aku berikan baju itu kepada istriku. Suatu ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menanyakanku : “Kenapa baju Qubthiyyah nya tidak engkau pakai?” Kujawab : “Baju tersebut aku berikan kepada istriku, wahai Rasulullah”. Beliau berkata : Perintahkanlah dia memakai baju rangkap di dalamnya karena aku khawatir Qubthiyyah itu menggambarkan lekuk tubuhnya. (HR. Ahmad, hadist no. 21786).

Oleh sebab itu pihak sekolah juga harus paham agama agar tidak sembarangan menerapkan aturan dan tidak menjerumuskan murid-muridnya kedalam kemasiatan dan dosa, karena dia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut di hadapan Allah.

Adapun bagi seorang wanita hendaklah dia meminta izin kepada pihak sekolah untuk menggunakan rok, dan jika mempunyai alasan yang kuat bisa di izinkan oleh pihak sekolah. Namun jika pihak sekolah tidak mengizinkan, maka pihak sekolah tersebut berdosa karena telah melarang orang lain berbuat kebaikan dan dia akan mempertanggungjawabkan di hadapan Allah atas perbuatan mereka yang melarang orang lain menegakkan syari’at Islam.

Allah berfirman :

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

Apakah manusia mengira, bahwa dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?. (QS. Al-Qiyamah : 36).

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabannya. (QS. Al-Isra’ : 36).

Maka pihak sekolah dan siapapun yang bisa mengatur masalah itu hendaklah berhati-hati, ingatlah : “di dunia kau berkuasa, bisa memutuskan sesukanya, walaupun harus bertentangan dengan agama, namun suatu saat kekuasaanmu dan keputusanmu itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.” Kenapa tidak di izinkan? Apa kendalanya? Kan bisa seperti ini, kenapa tetap dilarang? Semua akan ditanya dan akan dipertanggungjawabkan, maka berhati-hatilah dalam membuat kepurtusan. Jangan sampai membuat keputusan yang malah bertentangan dengan syari’at Islam.

Bagaimana jika pihak sekolah tetap tidak mengizinkan memakai rok?

Apa hendak dikata, jika memang terpaksa dilakukan maka pakailah celana, dan jika sudah berusaha tetapi tetap tidak di izinkan dan terpaksa memakai celana, insyaAllah dia tidak berdosa karena termasuk udzur syar’i, lebih-lebih dia telah meminta izin kepada pihak sekolah.

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ، وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

Sesungguhnya Allah memaafkan kesalahan yang tidak sengaja dilakukan dan kesalahan karena lupa dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan. (HR. Al-Baihaqi, hadist 15094).

Maka dari itu jika ada udzur syar’i atau ada sebab yang mengharuskannya melakukan itu, maka diperbolehkan di dalam Islam.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الحكم يدور مع العلة، وجودا وعدما

Hukum itu berputar bersama illatnya (sebabnya), baik ketika sebabnya ada maupun tidak ada.

Artinya, jika ada sebab yang mengharuskan untuk melakukan hal tersebut, maka hal itu diperbolehkan, tergantung apa sebab seseorang melakukan itu. Begitu juga dengan permasalahan di atas di mana sebab dia melakukan celana ke sekolah karena terpaksa dilakukan dan hal itu diperbolehkan di dalam Islam serta tidak berdosa berdasarkan hadist di atas.

Bagaimana jika seorang wanita pergi ke kampus memakai celana?

Pakaian ke kampus tidak ditetapkan oleh pihak kampus, sehingga seseorang bisa memakai pakaian apapun, yang penting sopan. Oleh sebab itu seorang wanita bisa memilih. Oleh karnanya peluang memakai rok bisa digunakan, namun gunakanlah rok atau pakaian yang sekiranya tidak menampakkan lekak lekuk tubuhnya karena hal tersebut dilarang. Pakailah pakaian yang sopan namun tidak menampakkan lekak lekuk tubuhnya, karena selain dilarang, laki-laki yang melihatnya bisa terfitnah seperti terpesona dengan bentuk tubuhnya, apalagi sampai membayangkan yang tidak di inginkan. Na’udzubillah. Padahal Islam memerintahkan untuk menjauhi apapun yang bisa mendatangkan fitnah.

Allah berfirman :

وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Anfal : 25).

Jadi, perkuliyahan lebih longgar peraturannya sehingga wanita bisa memakai rok sebagaimana yang diinginkan, namun jika dia tetap memakai celana dan dia tau bahwa perempuan harus memakai rok apabila keluar rumah, maka dia berdosa disebabkan melanggar apa yang diperintahkan di dalam hadist karne adia memakai celana yang menjadi ciri khas para lelaki.  Dan sekalipun dia misalnya memakai rok, jangan memakai rok atau pakaian yang sekiranya menampakkan lekuk tubuhnya karena banyak di antara laki-laki yang bisa tergoda ketika melihatnya.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.