logo

Orang-Orang Yang Rugi di Bulan Ramadhan | Konsultasi Muslim



Berpuasa di bulan hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimah yang telah baligh dan berakal. Hal ini ditegaskan secara langsung oleh Allah di dalam Al-Qur'an.

Allah berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu. (QS. Al Baqarah : 185).

Maka dari itu, barangsiapa yang benar-benar menjalankan ibadah puasa dengan ikhlas, semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni. (HR. Bukhari, hadist no. 38).

Namun, ada orang-orang yang rugi ketika berpuasa. Memang mereka berpuasa, akan tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja. (HR. Ahmad).

Siapa-siapa saja orang-orang yang rugi di bulan Ramadhan?

1. Orang yang masih berkata bohong ketika berpuasa.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan. (HR. Bukhari, hadist no. 1903).

2. Orang yang apabila Ramadhan berlalu, tapi dosanya tidak diampuni oleh Allah.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ

Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang disebutkanku, lalu dia tidak bershalawat atasku, Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya), Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga. (HR. At-Tirmidzi).

3. Orang-orang yang mengerjakan sesuatu yang sia-sia di bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu' (sia-sia) dan rofats (jima'). Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, Aku sedang puasa, aku sedang puasa. (HR. Ibnu Khuzaimah).

Contohnya dia masih menggunjing orang lain, masih menipu, masih mencuri dan melakukan kemaksiatan lainnya.

Puasa mereka rusak dan mereka tidak mendapatkan apa-apa, selain rasa lapar dan haus.

Bukankah setiap muslim dan muslimah mengharapkan pahala ketika dia berpuasa? Tentunya iya. Namun hal itu menjadi sia-sia jika mengerjakan hal-hal seperti di atas.

Jauhi hal-hal yang merusak puasa. Dan tingkatkan ibadah di bulan Ramadhan. Mudah-mudahan karena terbiasa melakukan amalan-amalan di bulan Ramadhan, setelah Ramadhan pun tetap melakukan amalan-amalan seperti yang dia kerjakan di bulan Ramadhan.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.