logo

Tidak Sengaja Makan dan Minum, Batalkah Puasanya? | Konsultasi Muslim



Salah satu yang membatalkan puasa adalah makan dan minum secara sengaja. Adapun jika makan dan minum saat puasa, tapi dalam keadaan lupa, maka puasanya tidak batal menurut para ulama berdasarkan Hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ، فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ، فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ

Barangsiapa yang lupa sedang dia dalam keadaan puasa lalu dia makan atau minum, maka hendaklah dia sempurnakan puasanya karena kala itu Allah yang memberi dia makan dan minum. (HR. Muslim, hadist no. 1155).

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim :

فِيهِ دَلَالَةٌ لِمَذْهَبِ الْأَكْثَرِينَ أَنَّ الصَّائِمَ إِذَا أَكَلَ أَوْ شَرِبَ أَوْ جَامَعَ نَاسِيًا لَا يُفْطِرُ وَمِمَّنْ قَالَ بِهَذَا الشَّافِعِيُّ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَدَاوُدُ وَآخَرُونَ وَقَالَ رَبِيعَةُ وَمَالِكٌ يَفْسُدُ صَوْمُهُ وَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ دُونَ الْكَفَّارَةِ وَقَالَ عَطَاءٌ وَالْأَوْزَاعِيُّ وَاللَّيْثُ يَجِبُ الْقَضَاءُ فِي الْجِمَاعِ دُونَ الْأَكْلِ وَقَالَ أَحْمَدُ يَجِبُ فِي الْجِمَاعِ الْقَضَاءُ وَالْكَفَّارَةُ وَلَا شَيْءَ فِي الأكل

Hadist ini adalah dalil bagi kebanyakan mazhab, bahwa apabila dia maka,  minum atau jima’ karena lupa, maka tidaklah membatalkan puasa. Dan adapun ulama yang berkata demikian adalah Imam Syafi’I, Imam Abu Hanifah dan Imam Daud. Robi’ah dan Imam Malik berkata : Puasanya rusak, dan dia harus mengqodho’ puasanya tanpa kaffaroh. Imam Atho’, Al-Auza’I dan Al-lais berkata : “Wajib mengqodho’ puasa apabila dia melakukan jima’, tapi tidak wajib mengqodho’ puasa apabila dia hanya makan tanpa sengaja”. Imam Ahmad berkata : “Wajib mengqodho’ puasanya apabila dia melakukan jima’ dan harus membayar kaffaroh, namun dia tidak dikenai apa-apa apabila dia hanya makan dengan sengaja tanpa jima’. (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, jilid 8 halaman 35).


Pelajaran yang bisa diambil dari Hadist di atas :

1. Hadist di atas adalah dalil bahwa jika seseorang makan dan minum tanpa sengaja, maka puasanya tidak batal dan dia dianjurkan untuk menyempurnakan puasanya.

2. Orang yang berpuasa dan dia makan dan minum, tapi dia lupa, maka dia tidak mengqodho’ puasanya, namun dia harus menyempurnakan puasanya tersebut.

3. Para ulama berbeda pendapat apabila dia melakukan jima’ tanpa sengaja. Ada 4 pendapat :

A. Pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad ; Puasanya tidak batal dan tidak ada kewajiban apa-apa baginya (Tidak ada qodho’).

B. Pendapat Robi’ah dan Imam Malik : Wajib mengqodho’ puasanya tanpa membayar kaffaroh.

c. Pendapat Atho’, Al-Auza’i dan Al-Lais : Wajib mengqodho’ puasanya jika dia melakukan jima’, sekalipun tanpa sengaja, namun tidak dikenakan apa-apa apabila dia hanya makan tanpa sengaja.

d. Pendapat Imam Ahmad : Wajib mengqodho’ puasanya dan membayar kaffaroh apabila dia melakukan jima’sekalipun tanpa sengaja, namun dia tidak dikenai apapun jika dia hanya makan tanpa sengaja.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.