logo

So Sweet, Romantisnya Rasulullah bersama Aisyah | Konsultasi Muslim




Begitu banyak cara bagi sebagian kaum muslimin untuk mengungkapkan kecintaan sekaligus menceritakan kisah baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama istri tercinta Beliau. Istri tercinta ketika di dunia dan sampai akhirat. Dialah Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu ‘anha yang dimanja dan disayangi oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baru-baru ini bermunculan lagu-lagu islami yang menggambarkan keromantisan baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu ‘anha.Berikut keromantisan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu ‘anha :

1. Rasulullah makan dan minum di tempat bekas Aisyah minum dan menggigit daging.

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anhaberkata :

كُنْتُ أَكُونُ حَائِضًا، فَآخُذُ الْعَرْقَ فَأَتَعَرَّقُهُ، وَأَنَا حَائِضٌ فَأُنَاوِلُهُ النَّبِيَّ، فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِيَّ، وَأَشْرَبُ وَأَنَا حَائِضٌ فَأُنَاوِلُهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِيَّ

Suatu ketika aku sedang dalam keadaan haid, maka aku mengambil sepotong daging dan memakannya, sedangkan aku dalam keadaan haid. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil sepotong daging tersebut dan beliau meletakkan bibirnya pada bekas tempat bibirku pada sepotong daging itu. Dan aku minum ketika dalam keadaan haid, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah meletakkan bibirnya di tempat bekas bibirku minum. (HR. Ahmad, hadist no. 25792).

MasyaAllah, betapa baginda Rasulullah adalah seorang suami yang romantis. Beliau ingin menunjukkan kasih sayang kepada istrinya dan karena sayangnya kepada sang istri sampai-sampai minum di bekas tempat mulut Aisyah dan menggigit daging di bekas gigitan Aisyah.

2. Rasulullah menenangkan Aisyah yang sedang marah dengan mencubit hidungnya.

Dari Al-Qosim bin Muhammab bin Abu Bakar berkata :

كَانَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا إِذَا غَضِبَتْ عَرَكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَنْفِهَا، ثُمَّ يَقُولُ: " يَا عُوَيِّشُ، قُولِي: اللَّهُمَّ رَبَّ مُحَمَّدٍ، اغْفِرْ لِي ذَنْبِي، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي، وَأَجِرْنِي مِنْ مُضِلَّاتِ الْفِتَنِ "

Ketika Aisyah marah, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mencubit hidungnya dan berkata, “Wahai ‘Uwaisy (panggilan kecil Aisyah), katakanlah : “Ya Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan di hatiku dan selamatkanlah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR. Ibnu Sunni, ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, hadist no. 455).

3. Rasulullah tiduran di pangkuan Aisyah.

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anhaberkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ رَأْسَهُ فِي حِجْرِي فَيَقْرَأُ وَأَنَا حَائِضٌ

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan kepalanya di pangkuanku kemudian membaca (Al-Qur’an) sedangkan aku dalam keadaan haid. (HR. Abu Dawud, hadist no. 260).

4. Rasulullah mandi bersama dengan Aisyah.

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata :


كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ، تَخْتَلِفُ أَيْدِينَا فِيهِ مِنَ الْجَنَابَةِ

Suatu ketika aku mandi junub bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana di mana tangan kami bergantian (mengambil air) di dalamnya. HR. Muslim, hadist no. 321).

5. Aisyah menyisir rambut Rasulullah.

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anhaberkata :

كُنْتُ أُرَجِّلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا حَائِضٌ

Suatu ketika aku menyisir rambut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan aku dalam keadaan haid. (HR. Bukhari, hadist no. 295).

6. Rasulullah mengajak Aisyah lomba lari.

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anhaberkata :

خَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ وَأَنَا جَارِيَةٌ لَمْ أَحْمِلِ اللَّحْمَ وَلَمْ أَبْدُنْ، فَقَالَ لِلنَّاسِ: «تَقَدَّمُوا» فَتَقَدَّمُوا، ثُمَّ قَالَ لِي: «تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ» فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ، فَسَكَتَ عَنِّي، حَتَّى إِذَا حَمَلْتُ اللَّحْمَ وَبَدُنْتُ وَنَسِيتُ، خَرَجْتُ مَعَهُ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ، فَقَالَ لِلنَّاسِ: «تَقَدَّمُوا» فَتَقَدَّمُوا، ثُمَّ قَالَ: «تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ» فَسَابَقْتُهُ، فَسَبَقَنِي، فَجَعَلَ يَضْحَكُ، وَهُوَ يَقُولُ: «هَذِهِ بِتِلْكَ»

Aku pernah ikut safar (bepergian) bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di sebagian perjalanannya, dan ketika itu aku masih muda, badanku belum gemuk dan belum berlemak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada rombongan safar, “Silahkan kalian jalan duluan.” Maka rombongan itupun jalan duluan. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku : “Mari kita lomba lari”. Akupun lomba lari dengan beliau dan aku bisa mengalahkan beliau. Dan beliau hanya diam saja. Hingga suatu ketika setelah aku sudah gemuk, berlemak dan sudah lupa dengan perlombaan yang dulu, aku pergi bersama beliau untuk melakukan perjalanan. Beliau berkata kepada rombongan : “Silahkan kalian jalan duluan.” Maka rombongan itupun jalan duluan. Kemudian beliau berkata : “Mari kita lomba lari”. Akupun lomba lari dengan beliau dan beliaupun mengalahkanku. Beliau pun tertawa dan berkata kepadaku :”Ini pembalasan yang dulu”. (HR. Ahmad, hadist no. 26277).
Allahu Akbar, betapa baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha menyenangkan hati istrinya dengan sikap dan akhlaknya. Keromantisannya mendatangkan kasih sayang dari istri beliau. Memuliakan wanita dan menghormati serta menghargainya.
Memang benar, wanita itu seperti anak kecil, harus berhati-hati dalam menghadapinya. Salah sedikit akan berakibat fatal. Dan terbukti bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam rela mengalah lomba lari demi menyenangkan istri tercinta, padahal jika beliau mau beliau bisa saja menang dalam perlombaan lari tersebut. Tapi itulah rumah tangga dan itulah wanita. Lelaki mengalah saja dia sudah begitu senang, apalagi dia dipuji, dia akan melayang-layang dengan pujian tersebut. Begitu pula ketika dia dipanggil dengan panggilan mesra, masyaAllah dia akan senantiasa senyum sepanjang hari.
Sikap wanita memang sulit di tebak. Ya, seperti kelakuan anak kecil. Tapi jika dia sudah mencintai, nyawa pun akan dia pertaruhkan demi bersama orang yang dia cintai dan sayangi.
Oleh sebab itu baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada para lelaki agar memperlakukan wanita dengan sebaik-baiknya, karena wanita bagaikan tulang rusuk yang bengkok.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :
اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلَاهُ، إِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Berwasiatlah kepada wanita (perlakukan) dengan baik, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu paksa meluruskannya, maka dia akan patah dan jika kamu biarkan dia begitu saja, maka dia akan tetap bengkok. Oleh sebab itu berwasiatlah kepada wanita dengan sebaik-baiknya. (HR. Ibnu Syaibah, hadist no. 19272).

Rupanya Rasulullah sudah membongkar rahasia wanita dalam hadist beliau. Beliau berwasiat kepada para lelaki agar jangan memaksa meluruskan wanita, namun juga jangan membiarkannya begitu saja. Oleh sebab itu mesti pelan-palan meluruskannya. Pelan tapi pasti dan insyaAllah lama kelamaan wanita akan patuh juga dengan nasehat apapun, selagi apa yang dinasehatkan itu baik dan sesuai dengan syari’at Islam.

Terakhir, ada sebuah ungkapan menyebutkan : “Sentuhlah tempat di hatinya, niscaya dia akan jadi milikmu untuk selamanya”.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.