logo

Pahala Orang Yang Memberikan Takjil di Bulan Ramadhan | Konsultasi Muslim



Takjil adalah mengadakan perkumpulan untuk berbuka puasa bersama, dan menyegerakan berbuka puasa, baik dilakukan di masjid maupun di tempat-tempat lainnya.

Lalu bagaimana hukumnya?

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الأصل في الأشياء الإباحة

Asal hukum segala sesuatu (dalam perkara mu’amalah) adalah boleh.

Artinya mengadakan takjil termasuk perkara mu'amalah dan termasuk ke dalam qoidah di atas, sehingga hukumnya boleh untuk dikerjakan. Begitu juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan untuk memberi makan orang yang berpuasa.

Dari zaid bin khalid Al-Juhani berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 807).

Orang yang memberi makan orang yang berpuasa akan diberi pahala oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh sebab itu menyedekahkan makanan bagi orang yang berpuasa adalah perbuatan yang bagus dan dianjurkan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bisa memberi apa saja, bisa berupa buah-buahan ataupun makanan, karena hal itu bisa mengenyangkan orang-orang yang berpuasa. Oleh sebab itu, acara-acara takjil yang diadakan di masjid-masjid di Indonesia adalah perbuatan yang bagus dan hal itu sudah termasuk kebiasaan yang baik dan bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ


Barangsiapa yang membuat contoh yang baik dalam Islam, maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR. Muslim, hadist no. 1017).

Menurut Imam An-Nawawi rohimahullah, memberi makan orang yang berpuasa hukumnya sunnah. Sehingga jika ada donatur atau orang-orang kaya di antara kaum muslimin yang menyedekahkan sedikit hartanya untuk memberi makan orang-orang yang berpuasa, maka dia akan memperoleh pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab :

يُسْتَحَبُّ أَنْ يَدْعُوَ الصَّائِمَ وَيُفَطِّرَهُ فِي وَقْتِ الْفِطْرِ وَهَذَا لَا خِلَافَ فِي اسْتِحْبَابِهِ لِلْحَدِيثِ

Disunnahkan bagi yang berpuasa berdo'a dan memberi makan orang yang berpuasa pada waktu berbuka. Dan tidak ada perbedaan pendapat mengenai kesunnahannya berdasarkan hadist. (Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab, jilid 6 halaman 363).

Bisa menyerahkan uang secara langsung kepada masjid terdekat ataupun langsung menyerahkan nasi bungkus ataupun cemilan-cemilan untuk berbuka puasa. Dan serahkan lah kepada masjid yang memang membutuhkan. Agar jama'ah semakin ramai dan mau shalat ke masjid.

Berapa ukuran sedekah yang bisa diserahkan untuk orang-orang yang berpuasa?

Imam An-Nawawi rohimahullah di dalam kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab menuqil pendapat Al-Mutawalli, beliau berkata :

قَالَ الْمُتَوَلِّي فَإِنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى عَشَائِهِ فَطَّرَهُ عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ أَوْ لَبَنٍ

Al-Mutawalli berkata : Jika dia tidak mampu memberi makan malam kepada orang-orang yang berpuasa, maka dia bisa memberi kurma, atau minuman atau bisa juga susu. (Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab, jilid 6 halaman 363).

Jika tidak sanggup dengan memberikan nasi kepada orang yang berpuasa, maka berikan apa yang di rasa mampu, bahkan jika dia hanya memberikan kurma, air minum dan susu, maka itu termasuk memberi makan orang yang berpuasa dan bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Memang niat awalnya mungkin karena menginginkan nasi yang dibagikan di masjid, namun lama-kelamaan niat tersebut bisa berubah karena kita tidak tau, kepada siapa Allah memberikan hidayahNya.

Pahala tidak hanya di dapat dari berceramah, mengajar ngaji dan mengajarkan ilmu agama, bahkan memberi makan orang yang berpuasa hanya dengan kurma, air minum atau susu sekalipun bisa mendapatkan pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena telah memberi makan orang-orang yang berpuasa.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.