logo

Nasehat Untuk Keluarga Yang Ikut Campur Dalam Masalah Rumah Tangga Saudaranya | Konsultasi Muslim



Kehidupan yang sebenarnya di awali ketika seseorang telah menikah, di mana dia akan menjumpai kehidupan yang penuh lika-liku, penuh duri, penuh tantangan. Salah satu tantangan yang sering terjadi adalah ikut campurnya keluarga suami atau istri dalam urusan rumah tangga. Inilah tantangan yang berat dalam rumah tangga.

Betapa banyak di antara kaum wanita yang rela hidup susah, rezeki suaminya pas-pasan dan tidak meminta benyak kepada suaminya, tapi apabila di hadapkan kepada 2 perkara, maka dia lemah dan banyak yang menyerah di tengah jalan. Apa yang 2 perkara itu? Yaitu keluarga suami yang ikut campur mengatur rumah tangganya dan kemudian suami ingin menikah lagi atau suaminya selingkuh. Dua hal ini pantang bagi wanita dan tidak bisa diganggu gugat. Sekali tidak, selamanya tak akan pernah mengatakan iya untuk dua hal tersebut.

Sebagai orang tua ataupun kerabat, seharusnya berfikir bahwa ketika ikut campur dalam urusan rumah tangga anak atau saudaranya, apa untungnya? Senangkah melihat rumah tangga anak atau saudara hancur? Senangkah melihat dia anak istrinya bertengkar gara-gara membela orang tuanya atau saudaranya? Jika ada yang senang melihatnya, sungguh penyakit hasad (dengki) sedang menghinggapi hatimu, dan yang perlu di ingat adalah hasad bisa memakan amalanmu seperti api memakan kayu bakar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ - أَوْ قَالَ: الْعُشْبَ

Hati-hatilah kalian dari hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar atau semak belukar (rumput kering). (HR. Abu Dawud, hadist no. 4903).


Na’udzubillah, tsumma na’udzubillah. Begitu dahsyatnya dampak yang ditimbulkan dari sifat hasad tersebut. Dia tidak senang melihat orang lain mendapatkan kebaikan dan dia berusaha sebisa mungkin agar orang yang mendapatkan nikmat kesenangan itu kembali seperti semula, seperti yang dia inginkan. Setelah keinginannya tercapai, maka dia pun merasa puas dengan semua itu. Inilah ciri sifat hasad dan sifat seperti ini harus dihilangkan di dalam hati.

Padahal Allah berfirman :

وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. An Nisa’: 32).

Oleh sebab itu, orang tua dan keluarga suami maupun istri hendaklah tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya ataupun saudaranya, karena akan berdampak fatal dari karena ikut campurnya pihak ketiga. Adapun jika ingin ikut campur, pertengahilah apabila mereka ada masalah, sedang bertengkar, atau sang wanita ngambek, pertengahi mereka, bukan ikut campur dan ikut mengatur rumah tangga mereka, karena akan membatasi ruang gerak sang istri ataupun suami.

Dan hendaklah suami setelah menikah membawa istrinya tinggal di rumah sendiri. Biarlah tinggal di rumah kontrakan asalkan jangan tinggal di rumah orang tua ataupun mertua, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terangkan kepada istri baik-baik, dan insyaAllah diapun bisa menerima itu semua karena suami adalah pemimpin di dalam rumah tangga.

Berbicara memang tak semudah mempraktekkannya, namun sebagai manusia kita harus selalu mencoba dan mencoba mengamalkan apa yang kita tau. Mudah-mudahan Allah meridhoi segala urusan kita. Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.