logo

Mimpi Basah Saat Puasa, Batalkah Puasanya? | Konsultasi Muslim



Dari Ali bin Abi Thalib rodhiyallahu ‘anhu berkata :

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

Diangkat (dibebaskan) pena dari tiga golongan : orang yang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai mimpi basah (baligh) dan orang gila sampai dia kembali sadar (berakal). (HR. Abu Daud, hadist no. 4403).

Berdasarkan hadist ini bahwa seorang muslim yang tidur kemudian mimpi basah dan mengeluarkan mani, maka tidaklah membatalkan puasanya, karena dia dalam keadaan tida sadar dengan apa yang terjadi dan keluarnya mani bukan hasil dari usahanya sendiri, tapi terjadi karena mimpi dan di luar kendalinya.

Dari Aisyah dan Ummu Salamah rodhiyallahu ‘anhuma berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ، وَيَصُومُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapati waktu fajar (waktu Shubuh) dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa. (HR. Bukhari, hadist no. 1926).


Imam Ibnu Bathol rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Shahih Bukhari :

وأجمع فقهاء الأمصار على الأخذ بحديث عائشة، وأم سلمة فى من أصبح جنبًا أنه يغتسل ويتم صومه

Dan para ulama fiqih sepakat dengan mengambil hadist yang diriwayatkan dari Aisyah dan Ummu Salamah bahwa barangsiapa yang junub sampai subuh, maka dia mandi dan menyempurnakan puasanya. (Syarah Shahih Bukhari, jilid 4 halaman 49).

Kesimpulan :

1. Mimpi basah sesuatu yang terjadi tanpa sengaja, dan sesuatu yang terjadi tanpa sengaja, maka tidak membatalkan puasa.

Dari Ibnu Abbas berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ، وَالنِّسْيَانَ، وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

Sesungguhnya Allah memaafkan umatku ketika tidak sengaja, lupa atau terpaksa melakukannya. (HR. Ibnu Hibban, hadist no. 7219).

2. Air mani yang keluar tanpa diusahakan dan keluar disebabkan mimpi, maka tidak termasuk membatalkan puasa. Kecuali dikeluarkan dengan usaha seperti sengaja melakukan onani dan mengeluarkan air mani, maka batal puasanya.

3. Orang yang sedang tidur terbebas dari dosa, sampai dia bangun dari tidurnya. Karena selama tidur dia tidak sadar, termasuk keluarnya mani karena mimpi, tanpa sadar dan tanpa disengaja, maka dari itu puasanya tetap sah dan tidak batal.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.