logo

Junub Sampai Subuh di Bulan Ramadhan, Sahkah Puasanya? | Konsultasi Muslim



Seorang muslim yang junub sampai subuh, maka puasanya sah dan dia tetap diperintahkan untuk melanjutkan puasanya. Dasarnya adalah bahwa baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah junub sampai subuh, beliau mandi dan melanjutkan puasanya.

Dari Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata :

قَدْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ فِي رَمَضَانَ وَهُوَ جُنُبٌ، مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ، فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ»

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa. (HR. Muslim, hadist no. 1109).

Dari Aisyah dan Ummul Salamah rodhiyallahu ‘anhuma bercerita :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ «يُدْرِكُهُ الفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ، وَيَصُومُ»

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapati waktu fajar (waktu subuh) dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa. (HR. Bukhari, hadist no. 1926).


Ibnu Bathol rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Shahih Bukhari :

وأجمع فقهاء الأمصار على الأخذ بحديث عائشة، وأم سلمة فى من أصبح جنبًا أنه يغتسل ويتم صومه

Dan para ulama fiqih sepakat dengan mengambil hadist yang diriwayatkan dari Aisyah dan Ummu Salamah bahwa barangsiapa yang junub sampai subuh, maka dia mandi dan menyempurnakan puasanya. (Syarah Shahih Bukhari, jilid 4 halaman 49).

Para ulama menganjurkan untuk melanjutkan puasa apabila seorang muslim junub sampai subuh. Hal ini berdasarkan Hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah dan Ummu Salamah rodhiyallahu ‘anhuma.Akan tetapi sebisa mungkin, mandilah setelah jima’ untuk kehati-hatian, agar tidak junub sampai pagi. Atau jika sekiranya dingin, maka tidak mengapa mandi di waktu subuh.

Kesimpulan :

1. Junub sampai subuh tidak membatalkan puasa.

2. Junub sampai pagi, maka dia mandi dan menyempurnakan puasanya.

3. Dasar ulama membolehkan dan menganggap puasa tidak batal jika junub sampai pagi berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah dan Ummu Salamah.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.