logo

Jangan Marah! Maka Akan Mendapatkan Surga | Konsultasi Muslim



Memang, pada hakikatnya marah tidak bisa dihindari karena itu fitrah yang ada pada setiap manusia, lelaki dan perempuan, tua dan muda, semuanya tidak terlepas dari marah. Bahkan sealim-alimnya seorang muslim, pasti bisa marah, karena marah adalah fitrahnya manusia, layaknya menangis, siapapun bisa menangis, begitulah marah, siapapun bisa marah tanpa terkecuali.

Dalam sebuah hadist baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan agar jangan marah.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata :

أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ»

Bahwa seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab : “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab : “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari, hadist no. 6116).

Rasulullah sama sekali tidak melarang marah secara mutlaq, hanya saja kontrol lah rasa marah, karena seseorang yang dalam keadaan marah dirinya dikuasai oleh setan dan terkadang tidak sadar apa yang sedang dia lakukan. Maka dari itu baginda Rasulullah memberi nasehat agar mengontrol marah, sebab tidak ada satupun yang bisa menahan rasa marah, karena sifat marah adalah fitrah yang ada pada setiap manusia.

Maka dari itu baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan cara meredam marah agar tidak berkepanjangan.

Dari Athiyyah As-Sa’di rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784).


Berwudhu’ adalah salah satu cara yang diajarkan oleh Rasulullah agar hilang rasa marah dari diri seseorang dan bisa memadamkan api marah yang sebelumnya berkobar-kobar di dalam diri seseorang.

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang menemukan orang-orang yang membuat hati menjadi jengkel, akhirnya terpancinglah kemarahan seseorang. Dan seperti nasehat baginda Rasulullah di atas agar dia mengontrol marahnya terlebih dahulu baru bertindak. Karena seseorang yang dalam keadaan marah pikirannya tidak jernih sehingga bisa melakukan apa saja, yang penting dirinya puas dan kemarahannya bisa tersalurkan.

Namun, jika seseorang bisa menahan marahnya dan tidak bertindak dan melakukan sesuatu yang dilarang padahal dia bisa melakukan itu, tapi dia menahannya, maka Rasulullah mengatkan baginya adalah surga.

Dari Abu Darda' rodhiyallahu 'anhu berkata :

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ قَالَ: «لَا تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ»

Saya berkata : “Wahai Rasulullah, berilah saya amalan yang dengan amalan itu bisa memasukkan saya ke dalam surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga”. (HR. At-Thobroni, hadist no. 2353).

MasyaAllah, betapa besar ganjaran orang yang bisa menahan marahnya. Marah dalam artian, menahan dari segala yang membahayakan dirinya, dia tidak memukul orang yang bersangkutan, tidak membalas cacian misalnya ataupun misalnya dendam. Jika dia bisa mehanan dari semua ini, terutama bisa mengontrol marahnya, maka insyaAllah dia akan mendapatkan ganjaran dari Allah berupa surga. Sebagai balasan bagi orang-orang yang menahan marah. Sebab jika marah sudah menguasai dirinya dan dia tidak mengontrolnya, maka yang akan ditimbulkan adalah kehancuran ataupun kebinasaan, karena akalnya sudah tidak jernih dan apa yang dilakukan seseorang dalam keadaan marah biasanya tidak masuk akal disebabkan ingin melampiaskan amarahnya.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkat, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ

Bukanlah orang kuat itu dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), akan tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah. (HR. Bukhari, hadist no. 6114).

Kontrol emosi dan tahan marah, jika marah maka segeralah berwudhu’ agar segera reda. Dan jika ada orang yang mencaci kita, diam saja, jangan membalas dan biarkan dia capek sendiri dengan perkataannya. Semoga orang-orang yang bisa mengontrol dan menahan marah diberi ganjaran surga oleh Allah Subhanhu wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.