logo

Hukum Menggunakan Celak Saat Puasa | Konsultasi Muslim



Mungkin banyak di antara kaum muslimin yang bertanya-tanya mengenai hukum bercelak di siang Ramadhan saat berpuasa. Di dalam mazhab Syafi’i memakai celak hukumnya boleh, sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama mazhab Syafi’i.

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab :

يَجُوزُ لِلصَّائِمِ الِاكْتِحَالُ بِجَمِيعِ الْأَكْحَالِ وَلَا يُفْطِرُ بِذَلِكَ سَوَاءٌ وَجَدَ طَعْمَهُ فِي حَلْقِهِ أَمْ لَا لِأَنَّ الْعَيْنَ لَيْسَتْ بِجَوْفٍ وَلَا مَنْفَذَ مِنْهَا إلَى الْحَلْقِ قَالَ أَصْحَابُنَا وَلَا يُكْرَهُ الِاكْتِحَالُ عِنْدَنَا

Boleh bagi orang yang berpuasa memakai celak dari jenis apapun dan tidak membatalkan puasanya, baik dia merasakan sesuatu di tenggorokannya atau tidak. Karena mata bukanlah rongga dan tempat saluran yang mengalirkan mata ke tenggorokan. Ulama kami (mazhab Syafi’i) berkata : “Tidak dimakruhkan bercelak menurut pendapat ulama-ulama dalam mazhab kami (mazhab Syafi’).” (Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab, jilid 6 halaman 349).

Muhammad Zakariya’ Al-Anshary rohimahullah di dalam kitab Asna Al-Matholib Fii Syrahi Roudhotit Tholibin :


(وَلَا) يُفْطِرُ (بِالْكُحْلِ) أَيْ بِوُصُولِهِ الْعَيْنَ وَإِنْ وَجَدَ بِحَلْقِهِ مِنْهُ طَعْمًا لِأَنَّ الْعَيْنَ لَيْسَتْ جَوْفًا وَلَا مَنْفَذَ مِنْهَا لِلْحَلْقِ وَلِمَا رَوَى الْبَيْهَقِيُّ وَالْحَاكِمُ أَنَّهُ «- صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كَانَ يَكْتَحِلُ بِالْإِثْمِدِ وَهُوَ صَائِمٌ» لَكِنْ قَالَ فِي الْمَجْمُوعِ أَنَّهُ ضَعِيفٌ قَالَ وَلَا كَرَاهَةَ فِي ذَلِكَ وَفِي حِلْيَةِ الرُّويَانِيِّ أَنَّهُ خِلَافُ الْأَوْلَى

Dan tidak membatalkan puasa disebabkan memakai celak sekalipun seseorang merasakannya di tenggorokan, karena mata bukan bagian dari rongga dan tidak ada saluran ke tenggorokan. Dan kebolehan ini sebagaimana Hadist yang diriwayatkan Al-Baihaqi dan Al-Hakim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan celak sejenis itsmid sedangkan beliau sedang berpuasa. Akan tetapi Imam An-Nawawi berkata di dalam Al-Majmu’ bahwa Hadistnya dho’if, namun tidak dimakruhkan memakai celak ketika berpuasa. Sedangkan di dalam kitab Al-Hilyah Ar-Ruyani disebutkan bahwa bercelak saat puasa termasuk Khilaful Aula. (Asna Al-Matholib Fii Syrahi Roudhotit Tholibin, jilid 1 halaman 416).

Kesimpulan :

1. Memakai celak ketika berpuasa hukumnya boleh sebagaimana yang disebutkan oleh Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab.

2. Sekalipun seseorang merasakan sesuatu di tenggorokannya, maka tidaklah membatalkan puasa karena mata bukan bagian dari rongga dan tidak ada saluran ke tenggorokan.

3. Ulama mazhab Syafi’i berhujjah dengan hadist dho’if dan Imam An-Nawawi menyebutkan demikian, namun tetap tidak dimakruhkan memakai celak saat berpuasa.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.