logo

Hukum Diet Menurut Islam | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum.

Ustad saya mau  nnyak emngnya bener ya kalau  kita diet  itu  gak boleh?

Katanya dosa tidak  mensyukuri  yang udah  di kasih  sama Allah.

Dari : Liana

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Perlu diketahui bahwa permasalahan diet ini bukanlah termasuk permasalahan ibadah tapi masuk dalam pembahasan mu'amalah, yang hukum asalnya adalah mubah (boleh).

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الأصل في الأشياء الإباحة

Asal hukum segala sesuatu (dalam perkara mu'amalah) adalah boleh.

Selama memenuhi beberapa kriteria :

1. Tidak membahayakan diri sendiri.

2. Tidak ada sesuatu yang diharamkan ketika melakukan puasa tersebut.

3. Tidak membuatnya menjadi lemah dan bermalas-malasan dalam beribadah.

Jika yang 3 di atas tidak terdapat pada orang yang diet, maka hukumnya boleh. Akan tetapi jika salah satunya terdapat pada orang yang melaksanakan diet, maka hukumnya haram.

Jika dia hanya minum air putih, makan cemilan dan tidak memakan makanan yang berat-berat seperti nasi, maka boleh-boleh saja, selama tidak ada pada dirinya 3 unsur di atas.

Namun, apabila dia makan cemilan dan minum air putih saja, kemudian membuat tubuhnya lemah, karena tubuhnya lemah akhirnya membuat dirinya bermalas-malasan dalam beribadah, maka saat itu diet menjadi haram hukumnya bagi dirinya dan bahkan berdosa. Kenapa? Karena menyiksa dirinya sendiri.

Sedangkan Islam tidak membolehkan sesuatu yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Tidak boleh membahayakan diri sendiri atau membahayakan orang lain. (HR. Ahmad, hadist no. 313).

Oleh sebab itu tidak perlu melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Makan saja seperti biasanya, namun turunkan pola makannya. Atau bisa juga dengan berpuasa daud atau puasa sunnah senin kamis misalnya. Karena dengan sering-sering berpuasa bisa saja menurunkan berat badan.

Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa puasa bukan niatnya semata-mata untuk tujuan diet. Tapi harus semata-mata karena Allah. Namun ada pengharapan dibalik niat itu, yaitu berdo'a kepada Allah mudah-mudahan berat badan menurun dan sebagainya.

Sifatnya hanya sebuah harapan saja, bukan sebagai niat. Karena jika puasa dijadikan sebagai sarana untuk diet, dan dijadikan tujuan utama, maka bukan lagi bernilai ibadah dan tidak lagi mendapat pahala, malah mendapat dosa karena berniat ingin mencari dunia.

Sedangkan Allah berfirman :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (QS. Hud : 15).

Maka jangan sampai ibadah menjadi sia-sia belaka. Sudah capek-capek beribadah, bukannya mendapat pahal, malah mendapat dosa. Sungguh merugi sekali. Sudahlah rugi waktu, tubuhpun terasa letih. Tidak mendapat apa-apa darinya.

Tata niat dari awal karena segala sesuatu tergantung kepada niatnya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.