logo

Hukum Berpuasa Bagi Pekerja Berat | Konsultasi Muslim



Seorang muslim yang sudah baligh dan berakal, maka wajib mengerjakan puasa di bulan Ramadhan.

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah : 183).

Jika seorang muslim tersebut sehat dan kuat menjalankan ibadah puasa, maka wajib baginya untuk mengerjakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Bagaimana dengan para pekerja berat seperti kuli panggul, kuli bangunan, atau yang lainnya?

Syekh An-Nawawi Al-Jawi Al-Bantani berkata di dalam kitab Nihayatuz Zain Fii Irsyadil Mubtadi’in :

فللمريض ثَلَاثَة أَحْوَال إِن توهم ضَرَرا يُبِيح التَّيَمُّم كره لَهُ الصَّوْم وَجَاز لَهُ الْفطر. وَإِن تحقق الضَّرَر الْمَذْكُور أَو غلب على ظَنّه أَو انْتهى بِهِ الْعذر إِلَى الْهَلَاك أَو ذهَاب مَنْفَعَة عُضْو حرم الصَّوْم وَوَجَب الْفطر وَإِن كَانَ الْمَرَض خَفِيفا بِحَيْثُ لَا يتَوَهَّم فِيهِ ضَرَرا يُبِيح التَّيَمُّم حرم الْفطر وَوَجَب الصَّوْم مَا لم يخف الزِّيَادَة وكالمريض الحصادون والملاحون والفعلة وَنَحْوهم.

Bagi orang yang sakit, ada 3 keadaan yang harus diperhatikan :  1. Jika penyakitnya kritis yang membolehkannya tayammum, maka penderita makruh untuk berpuasa, dan boleh baginya berbuka puasa. 2.  Jika penyakit kritis itu benar-benar terjadi, atau kuat diduga kritis, atau kondisi kritisnya dapat menyebabkannya kehilangan nyawa atau menyebabkan salah satu organ tubuhnya tidak berfungsi secara normal, maka penderita haram berpuasa, dan dia wajib membatalkan puasanya. 3. Dan jika sakit ringan yang sekiranya tidak sampai keadaan kritis yang membolehkannya tayammum, penderita haram membatalkan puasanya dan wajib berpuasa asalkan dia tidak khawatir penyakitnya bertambah parah. Yang sama hukumnya dengan penderita sakit adalah buruh tani, petani tambak garam, buruh kasar, dan orang-orang yang bekerja seperti mereka. (Nihayatuz Zain Fii Irsyadil Mubtadi’in, jilid 1 halaman 189).

Nah, oleh sebab itu seorang pekerja berat hendaklah tetap berpuasa, dan berniat berpuasa di malam harinya. Akan tetapi jika setelah bekerja dia tidak mampu melanjutkannya disebabkan pekerjaannya tersebut berat, maka dia bisa membatalkan puasanya sebagaimana keterangan dari pengarang kitab Nihayatuz Zain di atas, dan dia mengqodho’ (mengganti) puasanya di bulan lainnya.

Begitu juga jika seseorang sakit ataupun dalam perjalanan, maka dia boleh membatalkan puasanya jika dirasa bisa membahayakan dirinya. Dan orang yang dalam keadaan sakit dan dalam perjalanan mendapat rukhshoh (keringanan) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah berfirman :

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Barangsiapa di antara kalian berada di negeri yang di situ hilal terlihat, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. ( QS. Al-Baqarah : 185).


Siapapun di antara kaum muslimin yang merasa sakitnya parah, sehingga jika dia berpuasa bisa membahayakan dirinya, ataupun awalnya sakit yang dia derita ringan, namun dikhawatirkan bisa bertambah sakit, maka dia boleh tidak berpuasa berdasarkan keterangan Syekh An-Nawawi Al-Bantani sebagaimana disebutkan di dalam kitab Nihayatuz Zain di atas.

Siapa-siapa saja yang diperbolehkan tidak berpuasa?

1. Orang yang sakit parah, karena bisa membahayakan dirinya.

2. Orang yang sakit ringan, dan jika dia berpuasa dikhawatirkan akan membuat sakitnya tambah parah sehingga bisa membahaya dirinya juga.

3. Musafir (orang yang dalam perjalanan).

Dari Muhammad bin Ka’ab berkata :

أَتَيْتُ أَنَسَ بْنِ مَالِكٍ فِي رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ سَفَرًا، وَقَدْ رُحِلَتْ لَهُ رَاحِلَتُهُ، وَلَبِسَ ثِيَابَ السَّفَرِ، فَدَعَا بِطَعَامٍ فَأَكَلَ، فَقُلْتُ لَهُ: سُنَّةٌ؟ قَالَ: سُنَّةٌ ثُمَّ رَكِبَ.

Aku pernah mendatangi Anas bin Malik di bulan Ramadhan. Saat itu Anas juga ingin melakukan safar. Dia pun sudah mempersiapkan kendaraan dan sudah mengenakan pakaian untuk bersafar. Kemudian dia meminta  makanan, dan diapun memakannya. Kemudian aku berkata kepada Annas : “Apakah ini termasuk sunnah Nabi?” Beliau berkata : “Ini termasuk sunnah.” Lantas beliau pun berangkat dengan kendaraannya. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 799).

Hadist ini adalah dalil bahwa orang yang akan bersafar boleh makan sebelum berangkat, tidak perlu menunggu ketika sudah dalam perjalanan. Dengan syarat perjalannya jauh. Dan untuk jaraknya para ulama berbeda pendapat, namun jumhur (mayoritas) ulama mengatakan perjalanan minimal 2 marhalah, dan menurut mayoritas ulama 2 marhalah itu 119,9 km.

4. Pekerja berat, seperti kuli bangunan, kuli panggul, tukang becak dan sebagainya. Akan tetapi mereka harus berniat puasa di malam hari terlebih dahulu dan haruse mencoba melakukan puasa dulu di siang harinya, setelah tidak sanggup, barulah boleh dibatalkan puasanya.

5. Dalam keadaan darurat, baik karena kehabisan bahan pangan, dan dia misalnya belum makan dari kemaren, dan di pagi harinya harus berpuasa, jika tidak mampu, maka boleh tidak berpuasa dalam keadaan darurat. Ataupun ketika dia berada di hutan misalnya yang tidak ada makanan pokok, maka semua yang dalam keadaan darurat dibolehkan tidak berpuasa.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الضرورات تبيح المحظورات

Dalam keadaan darurat membolehkan sesuatu yang dilarang

6. Wanita hamil, orang tua dan orang-orang yang sekiranya tidak mampu untuk berpuasa.

Maka orang-orang yang tidak mampu berpuasa pada bulan Ramadhan, hendaklah dia mengqodho’ (mengganti) puasanya di bulan-bulan lainnya.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.