logo

Bolehkah Melafadzkan Niat Puasa Ramadhan Dengan Bahasa Indonesia? | Konsultasi Muslim



Lafadz niat yang tersebar di masyarakat adalah :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.

Lafadz niat ini berdasarkan perkataan Imam An-Nawawi rohimahullah di dalam kitab Roudhotut Tholibin :

وَكَمَالُ النِّيَّةِ فِي رَمَضَانَ: أَنْ يَنْوِيَ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى


Dan menyempurnakan niat pada bulan Ramadhan : “Dia berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban  di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”. (Roudhotut Tholibin, jilid 2 halaman 350).

Memang, ini bukan lafadz khusus yang berdasarkan dari Hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi ini merupakan perkataan Imam An-Nawawi seperti yang disebutkan di dalam kitab Roudhotut Tholibin. Dan lafadz niat seperti di atas merupakan hasil ijtihad Imam An-Naawi sendiri. Oleh sebab itu sebagian kalangan melafadzkan niat serupa dengan yang disebutkan oleh Imam An-Nawawi. Dan yang dibaca masyarakat tersebut hanya sedikit berbeda dengan yang ditulis oleh Imam An-Nawawi, namun maknanya sama.

Bolehkah melafadzkan niat dengan Bahasa Indonesia?

Karena lafazd niat puasa tidak ada di dalam Hadist, maka seorang muslim boleh-boleh saja meladazkan niat berdasarkan yang dia bisa. Bisa bahasa Arab, bisa bahasa Indonesia ataupun Bahasa daerah masing-masing jika dirasa itu lebih memudahkan baginya, sebab tidak terdapat satu hadist pun yang mengkhususkan lafadz niat harus seperti ini dan itu. Masyarakat bukan melafazdkan niat secara keras, pada dasarnya mereka membacanya di dalam hati, hanya saja mereka membaca dengan lafadz niat seperti di atas dan hal itu tidak masalah, karena niat sifatnya tidak mengikat.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.