logo

Berdo’a Ketika Berpuasa dan Berbuka Dikabulkan Allah | Konsultasi Muslim



Siapa yang tidak senang ketika do’anya dikabulkan, tentunya setiap manusia merasa senang ketika apa yang dia minta dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ada beberapa waktu yang mustajab (dikabulkan) ketika seorang muslim berdo’a, salah satu waktu berdo’a yang do’anya akan dikabulkan adalah ketika seorang muslim berpuasa.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ، الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ، حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga do’a yang tidak tertolak do’anya : (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai dia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 1752).

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 1753).

Ketika kita membaca do’a ini kita menemukan ada 2 waktu di sini yang bisa untuk berdo’a, yaitu sebelum berbuka (ketika berpuasa) dan setelah berbuka.

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab :

يُسْتَحَبُّ لِلصَّائِمِ أَنْ يَدْعُوَ فِي حَالِ صَوْمِهِ بِمُهِمَّاتِ الْآخِرَةِ وَالدُّنْيَا لَهُ وَلِمَنْ يُحِبُّ وَلِلْمُسْلِمِينَ


Dianjurkan bagi orang yang berpuasa untuk berdoa sepanjang waktu puasanya (selama dia berpuasa) dengan do’a-do’a yang sangat penting bagi urusan akhirat dan dunianya, bagi dirinya, bagi orang yang dicintai dan untuk kaum muslimin. (Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab, jilid 6 halaman 375).

Beliau melanjutkan :

اسْتِحْبَابُ دُعَاءِ الصَّائِمِ مِنْ أَوَّلِ الْيَوْمِ إلَى آخِرِهِ لِأَنَّهُ يُسَمَّى صَائِمًا فِي كُلِّ ذَلِك

Dianjurkan bagi orang yang berpuasa berdo’a dari awal dia berpuasa (ketika menahan) sampai akhir (ketika sebelum berbuka). Karena dalam keadaan itu dia disebut orang yang berpuasa. (Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab, jilid 6 halaman 375).

Oleh sebab itu, dari mulai menahan untuk berpuasa, maka berdo’alah sampai nanti sebelum berbuka, maka berdo’alah, bahkan ketika berbuka sekalipun berdo’alah karena ada hadist yang menyebutkan ketika berbuka do’a orang yang berpuasa tidak ditolak.

Momen-momen ini adalah momen yang sangat berharga. Maka rugilah seorang muslim yang tidak mempergunakan momen ini untuk berdo’a kepada Allah. Karena momen seorang muslim ketika berpuasa dan ketika dia berbuka, sunnah hukumnya untuk berdo’a sebagaimana disebutkan di dalam hadist di atas dan bahkan Imam An-Nawawi menganganjurkan untuk berdo’a sepanjang dia berpuasa.

Mintalah apapun, urusan akhirat ataupun urusan dunia, maka mintalah kepada Allah. Permasalahan jodoh, rizki, ataupun ingin dihindarkan dari azab api neraka, atau apapun yang ingin diminta, maka mintalah apapun sepanjang berpuasa dan ketika berbuka, karena dianjurkan berdo’a bagi orang yang berpuasa ssampai dia berbuka. Begitu juga setelah berbuka puasa, maka disunnahkan untuk berdo’a.

Kesimpulan :

1. Disunnahkan bagi orang yang berpuasa berdo’a, baik dia berdo’a sebelum berbuka, maupun setelah berbuka puasa.

2. Imam An-Nawawi mengatakan bahwa dianjurkan berdo’a bagi orang yang berpuasa, dari awal (ketika menahan), sampai akhir dia berpuasa (ketika sebelum berbuka).

3. Berdo’alah kapanpun, dan mintalah apapun, masalah jodoh, rizki, minta dihindarkan dari azab api neraka, maka mintalah apapun, karena insyaAllah akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan ketika berpuasa.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.