logo

Benarkah Kultum Setelah Shalat Tarawih Itu Bid'ah? | Konsultasi Muslim



Banyak orang mengira bahwa ceramah setelah shalat tarawih tidak seharusnya dilakukan, karena itu perkara baru dan tidak pernah dikerjakan oleh baginda Rasulullah, sehingga mereka menganggap hal tersebut dilarang di dalam Islam dan membid’ahkan ceramah setelah shalat tarawih ini. Padahal pengertian bid’ah secara istilah adalah semua perkara yang baru dan bertentangan dengan syari’at Islam. Dan kultum setelah tarawih tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Maka tidak termasuk bid’ah.

Apa pengertian bid’ah yang sebenarnya?

Di dalam kitab Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal disebutkan :

وقال الحافظ ابن رجب الحنبلي: والمرادُ بالبدعة : ما أحدث مما لا أصل له في الشريعة يَدُل عليه، أما ما كان له أصل من الشرع يدل عليه، فليس ببدعة شرعاً، وإن كان بدعة لغة.

Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata : “Yang dimaksud bid’ah itu adalah perkara baru yang tidak ada sumber syariah sebagai dalilnya. Sedangkan perkara baru yang bersumber dari syariah sebagai dalilnya, tidak termasuk perkara bid’ah menurut syara’ (agama), meskipun masuk kategori bid’ah menurut bahasa”.

وقال الحافظ ابن حجر : والمراد به ما أحدث وليس له أصل في الشرع ويسمى في عرف الشرع بدعة، وما كان له أصل يدل عليه الشرع فليس ببدعة.

Ibnu Hajar berkata : “Yang dimaksud perkara baru (bid’ah) adalah tidak ada sumber dalilnya dari syara’ (agama), maka dia disebut bid’ah. Adapun perkara baru yang ada dalilnya dari syara’ (agama), maka tidak termasuk perkara bid’ah.

(Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal, jilid 22 halaman 238).

Kesimpulan dari 2 pendapat ulama di atas :

1. Jika perkara baru tersebut ada dalilnya dari syara' (agama) baik dalilnya berasal dari Al-Qur'an maupun Hadist, dan tidak bertentangan dengan syari'at Islam, maka tidak termasuk perkara bid'ah.


2. Jika perkara baru tersebut tidak ada dalilnya dari syara' (agama), tidak ada dalil dari Al-Qur'an dan Hadist, maka termasuk perkara bid'ah.

Jadi, syarat tidak disebut bid'ah adalah perkara baru tersebut :

1. Ada dalilnya, baik berasal dari Al-Qur'an, maupun dari Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

2. Tidak bertentangan dengan syari'at Islam.

Dan ceramah setelah tarawih tidak termasuk bid'ah karena memenuhi 2 syarat di atas. Ada dalilnya dan tidak bertentangan dengan syari'at Islam.

Dalil ceramah setelah tarawih diambil berdasarkan dari Hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ

Barangsiapa yang membuat contoh yang baik dalam Islam, maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR. Muslim, hadist no. 1017).

Berdasarkan Hadist inilah kaum muslimin membuat ceramah setelah tarawih karena menganggap perbuatan tersebut baik dan tidak bertentangan dengan syari'at Islam, dan sekali lagi tidak termasuk kategori bid'ah karena ada dalilnya dan tidak bertentangan dengan syari'at Islam.

Amalan seperti ini dianggap baik di dalam Islam sehingga tidak masalah untuk dikerjakan. Hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan kultum :

1. Tidak menyampaikan kultum terlalu lama, karena jama’ah juga akan bosan mendengarnya.

2. Tidak bertele-tele dalam menyampaikan ceramah. Artinya langsung saja ke poin inti karena waktunya tidak lama.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.