logo

Anjuran Makan Berjama’ah dalam Satu Nampan | Konsultasi Muslim


Banyak di antara kaum muslimin sendiri yang masih merasa janggal apabila melihat orang makan berjama’ah, di manapun itu. Baik di pondok pesantren maupun di tempat-tempat lainnya. Merasa janggal ini tidak lain dan tidak bukan disebabkan ketidaktahuan kaum muslimin tersebut bahwa sebenarnya makan Bersama itu termasuk sunnah baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itu sebagian kaum muslimin terkadang merasa miris jika mendapati sekelompok orang makan bersama-sama, terutama dan terkhusus santri-santri yang berada di pondok pesantren yang sering mempraktekkan makan bersama-sama ini.

Pada masa baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, kenapa tidak merasa kenyang setelah makan, maka Rasulullah pun memberikan solusi agar merasa kenyang dan makanan yang di makan berkah.

Dari Wahsy bin Harb, dari ayahnya, dari kakeknya berkata :

أَنَّ أَصْحَابَ النَّبِيِّ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلَا نَشْبَعُ، قَالَ: «فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ؟» قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ: «فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ»

Bahwa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan, tapi tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda: “Apakah kalian makan sendiri-sendiri?”. Mereka menjawab : “Ya.” Beliau bersabda : “Makanlah secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah ketika, maka kalian akan diberi berkah padanya. (HR. Abu Daud, hadist no. 3764).


Ibnu Bathol rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Shahih Bukhari :

أن الاجتماع على الطعام من أسباب البركة

Bahwa berkumpul (makan bersama-sama) ketika makan adalah sebab datangnya keberkahan. (Syarah Shahih Bukhari, jilid 9 halaman 502).

Pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari hadist di atas :

1. Makan bersama-sama hukumnya sunnah.

2. Sebelum makan hendaklah menyebut nama Allah.

3. Ketika makan bersama-sama seorang muslim akan tau artinya berbagi makanan, dan dia akan mengambil makanan tersebut sesuai dengan porsi dia dan tidak rakus ketika makan secara bersama-sama.

Di dalam hadist lain disebutkan, dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ طَعَامًا فِي سِتَّةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَأَكَلَهُ بِلُقْمَتَيْنِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah makan bersama enam orang sahabatnya, lantas Arab Badui datang lalu memakan makanan beliau dengan dua suapan. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 1858).

Oleh sebab itu jangan lagi merasa janggal dan aneh ketika melihat kaum muslimin makan satu nampan besar secara bersama-sama karena perbuatan itu merupakan sunnah baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan makan bersama-sama menjadi sebab datangnya keberkahan pada makanan yang di makan tersebut.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.