logo

Tidak Sengaja Makan, Apakah Membatalkan Puasa? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz.

Izin bertanya. Apa benar jika sedang menjalankan puasa sunnah lalu tidak sengaja makan itu membatalkan puasanya? Karena itu puasa sunnah.

Dari : Siti Nur Aulia

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Bukan hanya puasa sunnah, puasa wajib sekalipun jika tidak sengaja makan, maka tidak membatalkan puasa.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من نسي وهو صائم فأكل أو شرب فليتم صومه فإنما أطعمه الله و سقاه. (متفق عليه). و للحاكم : من أفطر في رمضان ناسيا فلا قضاء عليه ولا كفارة

Barangsiapa yang lupa ketika dia sedang berpuasa, dan dia telah makan dan minum, maka hendaklah dia menyempurnakan puasa tersebut, karena Allah lah yang memberinya makan dan minum. (HR. Muttafaqun ‘alaih). Sedangkan didalam riwayat Al-Hakim dikatakan : "Barangsiapa yang berbuka di bulan Ramadhan akan tetapi dia lupa maka tidak ada qodho baginya dan tidak pula kafaroh". (Kitab Mustadrok, Hadist ini Shahih). (Bulughul Maroom, Kitaabus Siyaam, Hadist ke 20/635, Halaman : 171).

Poin-poin Penting :

1. Hadist ini adalah dalil bahwa tidak batal puasa seseorang yang telah makan dan minum ketika puasa. Baik itu puasa wajib di bulan Ramadhan maupun puasa sunnah dan dia dalam keadaan lupa. Dan lupa tidak lah membatalkan puasa

2. Dianjurkan menyempurnakan puasa ketika dia lupa

3. Hendaklah berhati-hati ketika sedang berpuasa

4. Lupa yang di sengaja membatalkan puasa

5. Tidak qodho' puasa dan tidak ada kafaroh (denda) ketika lupa.

Di dalam Hadist lain juga disebutkan :

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ  تَـجَاوَزَ لِـيْ عَنْ أُمَّتِيْ الْـخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memaafkan kesalahan yang tanpa sengaja dan kesalahan karena lupa dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 2045).

Oleh sebab itu, jika ada yang lupa ketika berpuasa, dia makan dan minum, tapi dia lupa bahwa ketika itu dia sedang berpuasa, maka hendaklah dia menyempurnakan puasanya karena puasanya tidak batal sebagaimana yang diterangkan di dalam Hadist di atas.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.