logo

Mirip Corona, Virus Ini Mematikan di Zaman Nabi dan Doa Agar Terhindar Darinya | Konsultasi Muslim



Virus corona digolongkan oleh WHO sebagai penyakit yang pandemi, yang berarti penyakit ini menular ke daerah-daerah dan menyebar luas serta mematikan, sehingga bentuk pencegahannya adalah dengan cara lock down ataupun berdiam diri di rumah.

Taukah anda bahwa penyakit seperti virus corona ini rupanya juga telah ada pada zaman baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, penyakit tersebut dinamakan tha’un. Penyakit ini menyebar luas dan mematikan pada saat itu. Dan baginda Rasulullah telah mengajarkan bagaimana cara mengatasi penyakit tersebut.

Dari Abdurrahman bin ‘Auf berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ

Jika kalian mendengar terjadi wabah (penyakit thaa’uun) di suatu negeri, maka janganlah kalian mendatangi negeri itu. Dan jika wabah itu terjadi di suatu negeri sedangkan kalian berada di negeri itu, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu untuk lari dari wabah itu.” (HR Bukhari, hadist no. 5729 dan Muslim, hadist no. 100).

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Shahih Muslim :

وَفِي هَذِهِ الْأَحَادِيثِ مَنْعُ الْقُدُومِ عَلَى بَلَدِ الطَّاعُونِ وَمَنْعُ الْخُرُوجِ مِنْهُ فِرَارًا مِنْ ذَلِكَ

Dan di dalam hadist-hadist ini terdapat larangan mendatangi suatu negeri yang ada wabah tha’uun dan larangan keluar darinya (keluar dari negeri itu) karena lari dari thaa’uun. (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, jilid 1 halaman 2015).

Berdasarkan hadist di atas, ada beberapa cara lock down yang diajarkan Islam :

1. Jika mendengar wabah di suatu negeri jangan mendatanginya.

2. Jika di negerinya telah terkena wabah tersebut, maka dia dilarang keluar, karena ditakutkan selain dia bisa tertular penyakit tersebut ketika dalam perjalanan, ataupun jika dia telah tertular penyakit tersbut, kemudian dia membawanya ke negeri lain, maka manusia di negeri yang lain akan terkena penyakit tersebut karenanya.

Hal ini dilarang oleh Rasulullah dan sebagaimana juga telah dilarangnya mengumpulkan yang sakit dengan yang sehat.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يُورِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ

“Jangan dikumpulkan yang sakit dengan yang sehat.” (HR. Bukhari, no. 5771).

3. Mengikuti Intruksi pemimpin. Rasulullah memerintahkan untuk tidak memasuki negeri yang terkena wabah dan keluar dari negeri yang telah terkena wabah tersebut. Dan intruksi ini dita’ati oleh para sahabat pada zamannya.

Dari ‘Amr bin Asy-Syarid dari bapaknya, dia berkata :

كَانَ فِى وَفْدِ ثَقِيفٍ رَجُلٌ مَجْذُومٌ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم، إِنَّا قَدْ بَايَعْنَاكَفَارْجِعْ

“Dahulu ada utusan dari Tsaqif ada yang terkena kusta. Maka Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam mengirim pesan ‘Sungguh kami telah membaiat Anda, maka pulanglah.” (HR. Muslim, no. 328).

Ini adalah dalil bahwa orang yang telah terkena penyakit tidak diperbolehkan keluar dan tetap di tempatnya sesuai dengan perintah pemimpinnya.

Do’a-do’a agar terhindar dari Virus Corona :

1. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَالَ: بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلاءٍ حَتَّى اللَّيْلِ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي، لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ إِنْ شَاءَ اللهُ

Barangsiapa yang berdo'a : "Dengan nama Allah. Tidak ada suatu apapun yang dapat memberikan bahaya dengan nama-Nya di muka bumi dan tidak juga di langit. Dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui". Dan dia baca 3x. Maka dia tidak akan ditimpa musibah dengan tiba-tiba hingga malam hari. Dan barangsiapa yang membaca yang membaca do'a ini ketika sore hari, maka dia tidak akan ditimpa musibah sampai subuh insyaAllah. (HR. Ahmad, hadist no. 538).

Derajat Hadist :

Syekh Syu'aib al-Arnauth di dalam Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata :

حسن

Hadist ini derajatnya hasan (bagus). (Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal, jilid 1 halaman 546).


Do'anya :


بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Dengan nama Allah. Tidak ada suatu apapun yang dapat memberikan bahaya dengan nama-Nya di muka bumi dan tidak juga di langit. Dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui".

2. Membaca surat Al-Ikhlas sampai An-Nas di pagi dan sore hari, niscaya akan terhindar dari bahaya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

قُلْ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَالمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.

“Bacalah: Qulhuwallahu Ahad (surat al-Ikhlas), dan al Mu’awwidatain (al-Falaq dan an-Naas) saat kamu berada di sore dan pagi hari; engkau aman dari segala sesuatu.” (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 3575).

3. Membaca do’a :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh). (HR. Ibnu Majah, hadist no. 3871).

4. Membaca do’a :

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit sopak, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang mengerikan lainnya.” (HR. Ahmad, hadist no. 13004).

5. Jika keluar rumah, bacalah do’a :

إِذَا نَزَلَ أَحَدُكُمْ مَنْزِلًا، فَلْيَقُلْ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، فَإِنَّهُ لَا يَضُرُّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْهُ "

Apabila salah seorang di antara kamu keluar rumah, maka hendaklah dia membaca do’a :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya".
Dan jika do’a ini dibaca, maka tidak ada suatu mudorot pun yang akan menimpanya, sampai dia berpindah dari tempatnya tersebut. (HR. Muslim, hadist no. 2708).


Himbauan Islam dan sejalan dengan ketentuan pemerintah Indonesia dalam mencegah penyebaran Virus Corona (COVID -19) :

1. Menjaga kebersihan. Ini sebagaimana yang diperintahkan Islam kepada ummatnya agar tetap bersih.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan”. (HR. Muslim, hadist no. 91).

2. Tidak mendatangi tempat-tempat yang terkena virus corona, sebagaimana perintah Rasulullah dalam hadist di atas.

3. Tidak keluar dari negerinya, karena dikhawatirkan tertular virus, ataupun jika dia telah tertular, dikhawatirkan menyebarkan virus tersebut kepada penduduk negeri lainnya.

4. Sering mencuci tangan dengan sabun.

5. Jika keluar rumah hendaklah memakai masker agar virus tidak masuk melalui hidung dan mulut.

6. Menghindari kontak fisik dan menjauhi keramaian dalam rangka mencegah datangnya virus jika salah satu dari orang yang berada dalam keramaian tersebut terjangkit virus corona.

7. Berdiam diri di rumah jika tidak ada keperluan ap-apa.

7 usaha di atas dilakukan sebagai bentuk ikhtiyar kita dalam mencegah datangnya penyakit yang disebut COVID -19 atau lebih popular dengan sebutan Corona. Dan sesuai juga dengan qoidah fiqih yang menyebutkan :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat

Yuk, beri himbauan kepada orang-orang terdekat kita agar berhati-hati terhadap virus Corona. Ingat! Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.