logo

Rezeki Pas-pasan, Tapi Seolah-olah Memiliki Dunia dan Seisinya | Konsultasi Muslim



Banyak orang yang berpenghasilan besar perbulannya, ada yang mungkin berpenghasilan 3 juta bahkan sampai 10 juta yang dia dapatkan setiap bulannya. Tapi orang seperti ini bisa dikategorikan sebagai orang yang miskin, kenapa? Karena dia tidak pernah merasa cukup dengan uang yang dia dapatkan. Sementara ada orang yang penghasilan perbulannya mungkin berkisar 300 sampai 500 ribu, tapi dia dikategorikan sebagai orang yang kaya di dalam Islam, kenapa? Karena dia merasa cukup dengan uang yang dia dapatkan, meskipun pendapatannya sedikit dan jauh dari kata cukup. Akan tetapi, berkat rasa syukur nya kepada Allah dan keluarganya yang tidak banyak meminta, bisa makan sehari-hari, sehat badannya, dan merasa aman di dalam rumahnya, maka dari itu dia merasa cukup dengan apa yang dia dapatkan. Bahkan seolah-olah dia merasa dia telah memiliki dunia dan seisinya.

Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 2346).

Imam at-Tirmidzi rohimahullah berkata di dalam kitab Sunan at-Tirmidzi :

هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Hadist ini hasan ghorib. (Al-Jami' Al-Kabir Sunan at-Tirmidzi, jilid 4 halaman 152).

Hadist hasan adalah hadistnya bagus dari segi sanadnya. Sedangkan ghorib (asing), karena ada perowi yang meriwayatkan hadist sendirian.

Berdasarkan hadist di atas bahwa ternyata bahagia itu sederhana. Ketika sebuah keluarga merasa cukup dengan pendapatan kepala keluarga mereka (suami), dan tidak sedikitpun mengeluh, tapi merasa cukup dengan apa yang mereka punya, serta sehat badan dan nyaman berada di rumah mereka, rupanya itulah kebahagian yang sesungguhnya. Bahkan seolah-olah seperti telah memiliki dunia dan seisinya. MasyaAllah. Begitu bahagianya keluarga seperti ini.

Keluarga seperti ini termasuk orang yang yakin dengan janji Allah kepada mereka. Karena Allah tidak akan mengambil nyawa seseorang, melainkan dia telah Allah sempurnakan rezekinya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ فَلَا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ , وَاتَّقُوا اللهَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ , وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ , خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حُرِّمَ

“Sesungguhnya, seseorang di antara kalian tidak akan mati kecuali setelah dia mendapatkan seluruh rezeki (yang Allah takdirkan untuknya) secara sempurna. Maka, janganlah kalian bersikap tidak sabaran dalam menanti rezeki.  Bertakwalah kepada Allah, wahai manusia! Carilah rezeki secara proporsional, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Al-Baihaqi, hadist no. 10405).

Di dalam kitab Silsilah al-Ahaadits as-Shahihah disebutkan :

وقال الحاكم: " صحيح على شرط مسلم

Dan Imam al-Hakim berkata : Hadist ini shahih menurut syarat Imam Muslim. (Silsilah al-Ahaadits as-Shahihah, jilid 6 halaman 209).

Di dalam kitab Kitab as-Sunnah disebutkan :

وقال: صحيح على شرط الشيخين ووافقه الذهبي

Dan dia (Imam Al-Hakim) berkata : Hadist ini shahih menurut syarat Imam Bukhari dan Imam Muslim dan disepakati oleh Ad-Dzahabi. (Kitab as-Sunnah, jilid 1 halaman 183).

Ketahuilah bahwa setiap manusia di dunia ini telah Allah jamin rezekinya. Bahkan sampai hewan yang melata sekalipun telah Allah jamin rezekinya.

Allah berfirman :

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا

“Tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin rezekinya oleh Allah.” (QS. Hud:6).

Oleh sebab itu betapa banyak orang yang gajinya puluhan juta perbulannya, namun sayang sungguh sayang, dia tergolong orang-orang yang miskin dikarenakan mereka serba kekuarangan, mereka tidak pernah merasakan cukup dengan pendapatan yang dia dapatkan tersebut. Dan betapa banyak orang-orang yang pendapatan perbulannya hanya berkisar 300 sampai 500 ribu, namun mereka tergolong kedalam orang-orang yang kaya dikarenakan mereka merasa cukup dengan apa yang mereka dapatkan.

Ternyata kunci bahagia itu satu, yaitu "bersyukur". Karena sekecil apapun pendapatan seseorang, namun jika dia bersyukur, niscaya dia akan merasa cukup. Sebaliknya, sebesar apapun pendapatan seseorang, jika dia tidak bersyukur maka dia tidak akan pernah merasa cukup dengan pendapatannya tersebut.

Bahagia itu, merasa cukup dengan apa yang dimiliki walaupun pendapatan tidak seberapa, merasa aman dan nyaman di dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk di makan untuk hari itu, serta tidak lupa pula mereka bersyukur dan tidak mengeluh sedikitpun, maka kata baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka seolah-olah dia telah memiliki dunia dan seisinya.

MasyaAllah, Allahu Akbar. Rupanya kebahagiaan itu sederhana. Cukup mensyukuri terhadap apa yang di miliki, maka insyaAllah semuanya akan indah dan mendapatkan kebahagiaan yang tak kan ternilai harganya, walau di bayar dengan uang berapapun jumlahnya.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.