logo

Memberi Coklat di hari Valentine, Tapi Bukan Merayakannya, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustad izin bertanya jika ada yang memberikan coklat pada hari valentine apakah berdosa dan tidak boleh diterima padahal konteks nya yang memberikan coklat memang setiap bertemu selalu memberikan coklat ataupun makanan lainnya.

Padahal yang memberikan coklat tersebut pada tanggal 14 juga bahkan bisa saja tidak tau hari valentine apakah boleh kita menjudge beliau seolah-olah merayakan hari valentine ?

Dari : Fuzy

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

الامور بمقاصدها

Segala sesuatu tergantung pada tujuannya.


Artinya segala sesuatu pertama kali di nilai dari niat sang pelaku. Dan menghukuminya pun juga berawal dari niatnya. Maka dari itu sebuah qoidah fiqih lainnya menyebutkan :

الحكم يدور مع العلة وجودا وعدما

Hukum itu berputar bersama illatnya (sebab)nya, baik ketika illatnya ada maupun ketika tidak ada.

Jadi, ketika dia biasa memberikan coklat kepada seseorang, dan dia pun tidak tau jika di hari dia memberikan coklat tersebut rupanya bertepatan dengan hari valentine day, maka dia tidaklah berdosa. Karena beberapa alasan :

1. Dia tidak ada niat memberikan coklat sebagai hadiah dari valentine day.

2. Dia tidak tau jika hari tersebut adalah hari valentine day.

3. Dia tidak mengkhususkan memberi coklat pada hari itu saja. Akan tetapi sering memberikan coklat. Hanya saja bertepatan dengan hari valentine day. Dan hal itu tidaklah berdosa.

Oleh sebab itu, hukumnya kembali kepada hukum asalnya, yaitu boleh memberikan coklat. Karena dia tidak mengkhususkan memberikan coklat pada hari tertentu atau pada hari valentine day. Namun diberikan setiap ketemu.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الاصل بقاء ما كان على ما كان

Pada dasarnya ketetapan suatu perkara tergantung pada keberadaannya semula.

Artinya dia boleh memberikan coklat tersebut kepada temannya disebabkan sering memberikan coklat. Hanya karena hari itu hari valentine day, makanya terkesan seperti merayakan valentine day. Padahal perbuatan yang dia lakukan bukanlah merayakan valentine day. Tapi melakukan sesuatu yang biasa dia lakukan. Dan tidak boleh menjudge orang-orang seperti ini. Apalagi menghukuminya ataupun mengejek nya dengan ejekan yang menyakiti hatinya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.