logo

Penyebab Iman Naik Turun Menurut Islam | Konsultasi Muslim



Masalah keimanan adalah masalah yang sangat besar bagi ummat Islam, karena dengan iman bisa menggapai ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Iman akan mengantarkan seseorang menuju surga Allah dan dengan iman, bisa menyelamatkan seseorang dari azab Allah di akhirat kelak.

Di dalam kitab Haqiqotul Iman disebutkan :

عن عمير بن حبيب قال: الإيمان يزيد وينقص، فقيل وما زيادته ونقصانه؟ قال: إذا ذكرنا الله عز وجل وحمدناه وسبحناه فذلك زيادته، وإذا غفلنا ونسينا فذلك نقصانه".

Dari Umair bin Habib berkata : "Iman itu bertambah dan berkurang". Ada yang bertanya : "Apa yang membuatnya bertambah dan apa yang membuatnya menurun?" Dia berkata : "Apabila kita mengingat Allah Azza wa Jalla dan memujinya maka bertambahlah keimanannya. Dan apabila kita melalaikannya dan melupakannya, maka keimanan akan berkurang". (Haqiqotul Iman, jilid 1 halaman 19).

Di halaman 18 disebutkan :

وهو كما قال السلف: "يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية"

Sebagaimana ulama salaf berkata : "Bertambah apabila dia taat dan berkurang apabila dia bermaksiat kepada Allah".

Pernahkah melihat telefon genggam apabila batrainya lowbat, pasti akan muncul tanda merah bukan tanda peringatan agar segera di cas? Kalo tidak di cas maka dia akan terus berkurang dan akan mati.

Begitu pula lah dengan iman seorang Muslim. Iman itu juga perlu di cas di saat dia lowbat atau menurun, bagaimana cara men cas atau menambahnya? Yaitu dengan cara beribadah kepada Allah, memuji Allah dan beramal sholeh. Seperti berdzikir, perbanyak shalat-shalat sunnah dan ikuti pengajian para ustadz. Karena setelah mendengar kajian para ustadz biasanya akan menimbulkan semangat baru di dalam diri dan akan menyebabkan bertambah nya keimanan seorang Muslim.

Sebaliknya, jika iman tidak di cas layaknya hp. Maka lambat laun dia juga akan mati. Sampai tidak terasa keimanan di dalam diri sudah tidak ada. Dan ciri-cirinya dia tidak punya rasa malu di dalam dirinya. Menyebarkan aibnya sendiri ke muka umum, menampakkan auratnya dan dengan bangganya melakukan maksiat. Padahal itu semua adalah tanda-tanda rapuhnya iman seorang Muslim dan tanda-tanda punahnya rasa iman di dalam dirinya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan "Laailaahaillallah", sedangkan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan. (HR. Muslim, hadist no. 58).

Malu itu salah satu cabang iman. Jika di dalam dirinya punya malu, maka pertanda iman masih melekat di dalam dirinya. Akan tetapi jika di dalam dirinya tidak ada rasa malu, maka iman di dalan dirinya bisa saja telah pudar. Karena malu adalah bagian dari keimanan seorang Muslim.

Maka dari baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ، إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Sesungguhnya di antara ungkapan yang dikenal manusia dari ucapan kenabian terdahulu ialah : "Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu". (HR. Bukhari, hadist no. 3484).

Oleh sebab itu, itulah penting nya men-cas iman agar penuh kembali. Layaknya men-cas hp agar batrainya menjadi full kembali dan bisa digunakan selama yang telah ditentukan, tergantung kualitas hp yang dipakai. Begitu pula men-cas iman agar menjadi kuat dan bertambah, dengan cara mengerjakan yang baik-baik. Mengerjakan amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Perbanyak shalat malam, ikuti kajian-kajian para ustadz untuk mengisi iman agar full kembali seperti sediakala. Dan jika berbuat dosa, segera meminta ampun kepada Allah agar iman tetap di isi dengan amal-amal sholeh.

Iman penentu seseorang di akhirat kelak. Jika dia percaya kepada Allah dan sesuai dengan rukun iman yang 6, insyaAllah dia akan selamat di dunia dan akhirat kelak. Maka dari itu urusan iman merupakan urusan yang sangat penting bagi seorang Muslim. Oleh karenanya, berhati-hatilah dan cas lah iman setiap saat dengan mengerjakan amal-amal sholeh, dan amal-amal yang bisa membangkitkan semangat seorang Muslim untuk lebih giat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.