logo

Hukum Muslim Berfoto Memakai Atribut Natal | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Bismillah..  Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz.. Afwan saya mau bertanya  bagaimana hukumnya ketika seorang muslim memakai dan berfhoto atribut natal?

Jazaakallahu khair ustadz...

Dari : Amalia

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى  melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Seperti yang diketahui, bahwa menyerupai orang-orang kafir dalam budaya maupun agama mereka diharamkan di dalam Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka. (HR. Abu Daud, hadist no. 4031).

Banyak sekarang yang mengaku dirinya Muslim, tapi dia melakukan hal-hal yang dilarang di dalam syari'at Islam. Contohnya memakai atribut natal ataupun ikut serta merayakannya. Dan ada juga yang ikut mengucapkan selamat natal kepada orang-orang kafir tersebut. Ini semua tidak diperbolehkan di dalam Islam karena ini menyangkut keyakinan kita sebagai ummat Islam.

Dalam masalah mu'amalah (yang menyangkut masalah dunia), maka tidak apa-apa bertransaksi dengan orang-orang kafir. Namun jika sudah menyangkut masalah aqidah, maka ini tidak bisa tawar dengan apapun karena Islam melarang nya.

Allah berfirman :

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku. (QS. Al-Kafirun : 6).

Tapi banyak ummat Islam tidak bisa membedakan mana toleransi dan mana telor asin. Akibatnya mereka kebablasan. Perbuatan yang mereka anggap toleransi, sebenarnya tidak diperbolehkan di dalam Islam, diharamkan bahkan bisa merusak aqidah seorang Muslim tersebut.

Maka benarlah hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengatakan jika ummat Islam akan mengikuti orang-orang kafir sedikit demi sedikit. Bahkan jika mereka masuk ke lobang dhob sekalipun, ummat Islam itu akan mengikuti mereka.
  
Dari Abu Sa'id Al-Khudri rodhiyallahu 'anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda :

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob, pasti kalian pun akan mengikutinya. Kami (para sahabat) berkata : "Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?" Beliau menjawab : "Lantas siapa lagi?" (HR. Muslim, hadist no. 2669).

Oleh sebab itu ummat Islam dilarang menyerupai orang-orang kafir. Lebih-lebih perbuatan yang berkaitan dengan aqidah seorang Muslim. Jangan mengucapkan selamat natal, jangan ikut-ikutan meniup trompet dan jangan ikut-ikutan memakai atribut-atribut natal lainnya, karena semua itu tidak diperbolehkan di dalam Islam.

Jika memang mau Toleransi, cukup biarkan mereka beribadah. Maka perbuatan membiarkan mereka beribadah menurut kepercayaan mereka juga termasuk salah satu toleransi, tanpa mengucapkan selamat natal ataupun memakai atribut-atribut natal yang mereka pakai. Karena perbuatan ini tidak dibenarkan di dalam Islam.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.