logo

Hukum Menghadiri Undangan Acara Non Muslim | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz. Mau nanya, misalnya kita diundang ke acara orang yang bukan beragama Islam, apakah kita wajib datang ke acara tersebut?

Dari : Nanda Habibah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Allah berfirman :

لَا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kalian karena agama dan tidak (pula) mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah : 8).

Perlu diketahui, bahwa memenuhi undangan hukumnya wajib. Hal ini berdasarkan Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda :

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيمَةِ فَلْيَأْتِهَا

Apabila kamu diundang walimah maka datangilah. (HR. Muslim, hadist no. 1429).

Imam Ash-Shon'ani rohimahullah berkata di dalam kitab Subulussalam :

وقد أخذت الظاهرية وبعض الشافعية بظاهره فقالوا : تجب الإجابة إلى الدعوة مطلقا. وزعم ابن حزم أنه قول جمهور الصحابة والتابعين. ومنهم من فرق بين وليمة العرس وغيرها فنقل ابن عبد البر وعياد والنووي الاتفاق على وجوب إجابة وليمة العرس وصرح جمهور الشافعية والحنابلة بأنها فرض عين ونص عليه مالك

Dan sungguh berpendapat mazhab Zohiri dan sebagian Mazhab Syafi'i dengan zohir Hadist ini, mereka berkata : "Wajib menghadiri undangan secara mutlaq." Dan Ibnu Hazm mengatakan bahwa ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) para sahabat dan tabi'in. Dan dari mereka (beberapa ulama) ada yang membedakan antara walimatul ‘ursy (undangan pernikahan) dengan walimah lainnya. Maka Ibnu Abdil Baar, Iyadh dan Imam An-Nawawi mengatakan bahwa ini adalah ittifaq (kesepakatan) atas wajibnya menghadiri undangan pernikahan. Dan menyatakan jumhur (mayoritas) ulama Syafi'i dan ulama Hambali dan ulama Maliki bahwa hukumnya fardu ‘ain. (Subulussalam, jilid 3 halaman 159).

Oleh sebab itu hukum menghadiri undangan pernikahan hukumnya wajib. Bagaimana jika pernikahan tersebut pernikahan Non Muslim? Wajibkah menghadirinya?

Ada 2 perkara yang harus kita perhatikan jika ingin berurusan dengan orang-orang kafir :

1. Dalam perkara dunia, maka ini dibolehkan di dalam Islam.

Sebagaimana sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الأصل في الأشياء الإباحة

Asal hukum segala sesuatu adalah boleh.

Artinya, jika yang dia perbuat dengan orang-orang kafir adalah sesuatu yang menyangkut dunia, maka di dalam Islam itu diperbolehkan. Dan undangan pernikahan adalah salah satu yang termasuk didalamnya. Jadi menghadirinya termasuk dibolehkan di dalam Islam.

Tidak boleh menghadiri undangan pernikahan jika di dalam acara tersebut terdapat beberapa perkara :

1. Makanan yang disajikan syubhat (tidak jelas halal dan haramnya).

Misalnya menghadiri acara pernikahan Non Muslim, maka makanannya harus dipastikan halal atau tidak, jika halal maka makan, jika tidak maka tidak boleh dimakan.

2. Jika undangan acaranya hanya mengundang orang-orang kaya saja, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang.

3. Diundang untuk membantu kebatilan.

Maka menghadiri undangan semacam ini tidak diwajibkan.

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Shahih Muslim :

وأما الأعذار التي يسقط بها وجوب اجابة الدعوة أو ندبها فمنها أن يكون في الطعام شبهة أو يخص بها الأغنياء أو يكون هناك من يتأذى بحضوره معه أو لا تليق به مجالسته أو يدعوه لخوف شره أو لطمع في جاهه أو ليعاونه على باطل وأن لا يكون هناك منكر من خمر أو لهو أو فرش حرير أو صور حيوان غير مفروشة أو آنية ذهب أو فضة فكل هذه أعذار في ترك الاجابة ومن الاعذار ان يعتذر الى الداعي فيتركه

Adapun udzur yang menggugurkan kewajiban atau kesunnahan mendatangi walimah di antaranya adalah (1) Suguhan yang tidak jelas kehalalannya. (2) Undangan walimah hanya dikhususkan untuk orang kaya. (3) Terdapat orang yang tersakiti jika dia hadir. (4) Terdapat orang yang tidak layak baginya untuk bersama dengannya. (5) Diundang karena khawatir perilaku buruk dari dirinya. (6) Diundang karena mengharap sebuah jabatan darinya. (7) Diundang agar dia membantu dalam kebatilan. Tidak boleh ada kemungkaran dalam acara, misalnya berupa adanya miras, alat musik (yang haram), perabot dari sutra, gambar hewan (yang dilarang syara’), cawan dari emas atau perak. Segala (tujuh) hal di atas merupakan udzur yang memperbolehkan tidak menghadiri undangan. Sebagian udzur yang lain adalah ketika seseorang mengajukan alasan ketidakhadirannya pada orang yang mengundangnya. (Syarah Shahih Muslim, jilid 9 halaman 234).

Oleh sebab itu, jika di dalam acara pernikahan tersebut tidak terdapat kemungkaran, maka menghadiri acara pernikahannya boleh. Akan tetapi, jika didalam acara tersebut ada kemungkaran seperti ada musiknya dan lain sebagainya, maka tidak wajib menghadiri pernikahan tersebut. Baik pernikahan orang-orang Islam maupun pernikahan orang-orang kafir.

2. Dalam hal keyakinan.

Tidak boleh menghadiri acara perayaan mereka, karena hukumnya haram dan ini menyangkut masalah akhirat.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka. (HR. Abu Daud, hadist no.4031).

Maka dari itu seorang Muslim haruslah memperhatikan 2 hal ini jika mereka berteman, bertetangga ataupun afa keluarganya yang masih berada didalam kekafiran, hendaklah dia memperhatikan 2 hal ini sebelum melakukan sesuatu. Jangan sampai melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syari'at Islam.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a’lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.