logo

Hukum Bekerja di Perusahaan Pembuat Rambut Palsu | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

Assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh pak ustadz izin bertanya. Bagaimana hukum nya jika seseorang bekerja di perusahaan pembuatan rambut palsu?

Entah itu bulu mata atau wig production. Apakah berdosa ustadz?

Dari : Nay Azztria

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Perlu diketahui bahwa memakai rambut palsu di hukumi haram oleh para ulama. Hal ini berdasarkan Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan Asma' binti Abu Bakar.

Dari Asma' binti Abu Bakar rodhiyallahu 'anha berkata :

جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ لِي ابْنَةً عُرَيِّسًا أَصَابَتْهَا حَصْبَةٌ فَتَمَرَّقَ شَعْرُهَا أَفَأَصِلُهُ، فَقَالَ : لَعَنَ اللهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ

Seorang wanita datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya : "Wahai Rasulullah, sungguh saya punya anak perempuan yang baru menikah. Dia sakit campak sehingga rambutnya rontok. Bolehkah saya menyambungnya?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab : "Semoga Allah melaknat wanita penyambung rambut dan wanita yang meminta rambutnya disambung." (HR. Muslim, hadist no. 2122).


Di dalam Hadist lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ، وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ

Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya, wanita pembuat tato dan yang bertato. (HR. Bukhari, hadist no. 5589).

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Al-Minhaj :

وفي هذا الحديث أن الوصل حرام، سواء كان لمعذورة أو عروس أو غيرهما

Dan didalam hadist ini menunjukkan bahwa haramnya menyambung rambut, baik karena udzur, acara pernikahan atau alasan lainnya. (Al-Minhaj, jilid 14 halaman 105-106).

Lalu bagimana jika bekerja di pabrik pembuat rambut palsu?

Ada sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

ما حرم فعله حرم طلبه

Sesuatu yang haram untuk dikerjakan maka haram pula mencarinya.

Artinya begini, jika memakai rambut palsu saja diharamkan di dalam Islam, otomatis bekerja ditempat yang diharamkan juga sama-sama haram hukumnya. Begitu juga dengan hasil dari bekerja di pabrik pembuatan rambut palsu tersebut, uang yang dia terima juga haram hukumnya karena pekerjaannya haram. Solusinya adalah dengan tidak bekerja di pabrik pembuatan rambut palsu tersebut.

Masih banyak pabrik-pabrik yang membuat barang-barang yang halal daripada itu. Maka silahkan bekerja di tempat yang lain. Ataupun berkerja di tempat yang sudah jelas akan kehalalannya. Biarlah gajinya sedikit, asalkan halal dan gaji yang didapat tersebut berkah jika digunakan.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.