logo

Do’a Sujud Tilawah Lengkap dengan Arti dan Hukumnya | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum ustad,,mohon tanya ,,saat kita baca alquran dan berhenti di akhir ayat sajadah,yang tepat kita lakukan seperti apa? Karena ada sebagian teman-teman kami jika menemuai ayat sajadah mengucap subhalloh, walhamdulilah wallailahailloh HuAllohu Akbar sebanyak 3 kali, apakah itu juga ada dalilnya? karena setahu saya hanya mencari arah kiblat dan bersujud,, syukron ustad

Dari : Mudiyati

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Ketika membaca ataupun mendengar bacaan ayat sajadah, maka hendaklah melakukan sujud, dan hukum sujud tilawah adalah mustahab (dianjurkan).

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab At-Tibyan fii Aadaabi Hamalatil Qur'an jilid 1 halaman 135 :

[فصل] في سجود التلاوة وهو مما يتأكد الاعتناء به فقد أجمع العلماء على الامر بسجود التلاوة.

Pasal : "Tentang sujud  dan dia harus diperhatikan". Maka sungguh para ulama telah sepakat memerintahkan untuk sujud tilawah.

Dan jumhur (mayoritas) ulama mengatakan bahwa sujud tilawah hukumnya mustahab (dianjurkan). Sebagaimana disebutkan oleh Imam an-Nawawi rohimahullah di dalam kitabnya At-Tibyan fii Aadaabi Hamalatil Qur'an jilid 1 halaman 135.

Apa yang dibaca ketika sujud?

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitabnya Roudhotut Tholibin wa 'Umdatul Muftin jilid 1 halaman 322 :

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَقُولَ فِي سُجُودِهِ: (سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ) . وَأَنْ يَقُولَ: (اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاقْبَلْهَا مِنِّي، كَمَا قَبِلْتَهَا مِنْ عَبْدِكِ دَاوُدَ - عَلَيْهِ السَّلَامُ - وَلَوْ قَالَ مَا يَقُولُ فِي سُجُودِ صَلَاتِهِ، جَازَ.

Dan disunnahkan dia mengucapkan do'a dalam sujudnya (sujud tilawah) :

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

Telah sujud wajahku kepada yang telah menciptanya, yang telah memberi rupa baginya dan telah memberi pendengaran dan penglihatan dengan kehendak-Nya dan dengan kekuatan-Nya, Tuhan yang penuh limpah keberkatanNya telah menjadikan manusia dengan sebaik-baik kejadian.

Dan bisa juga membaca do'a :

اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاقْبَلْهَا مِنِّي، كَمَا قَبِلْتَهَا مِنْ عَبْدِكِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ

Ya Allah dengan sujud ini, catatlah pahala bagku di sisimu dan jangan Engkau catat dosa bagiku dan terimalah sujud ini sebagaimana Engkau menerimanya dari hambamu Dawud 'alaihis salam.

Dan jikalau yang dia baca dalam sujudnya sebagaimana do'a shalatnya, maka boleh.

Bagaimana jika dia hanya membaca Subhanallah, walhamdulillah, wa laailaha illallah, wallahu Akbar?

Di dalam kitab Busirol Karim jilid 1 halaman 310 disebutkan :

ولو لم يتمكن من التحية أو سجود التلاوة أو الشكر. قال أربع مرات: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم، فإنها تقوم مقامها.

Dan jikalau tidak mampu (memungkinkan) untuk mengerjakan shalat tahiyyatul masjid, sujud tilawah, atau sujud syukur, maka dia cukup membaca kalimat ini sebanyak 4 kali : "Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallah, waAllahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil azhim". Karena kedudukan (keutamaan)  4 kali ucapan itu setara dengan 3 amal di atas (shalat tahiyyatul masjid, sujud tilawah dan sujud syukur).

Dan sekalipun ada ulama yang mengatakan boleh mengucapkan 4 ucapan di atas, yang perlu di ingat adalah bahwa 4 kalimat di atas dibaca ketika dia tidak memungkin untuk sujud tilawah. Ketika dia memungkinkan untuk sujud tilawah, maka dia harus sujud. Dan jumhur (mayoritas) ulama menganjurkan untuk sujud, bahkan Imam Abu Hanifah mewajibkan sujud tilawah, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam An-Nawawi di atas.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.