logo

Diberikan Makanan Yang Belum Jelas Halal Atau Haram | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz mau tanya, kalo kita di beri makanan yang belum jelas hukumnya halal ato haram dari pemberinya gimana ustadz? Apakah makanan itu di buang atau di berikan kepada orang lain, atau kita makan?

Terimaksih ustadz.

Dari : Ummu Ukasyah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Perlu diketahui, bahwa Islam memerintahkan untuk memakan makanan yang halal lagi baik.

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah : 168).


Bukan hanya makanan yang halal saja, akan tetapi juga baik dikonsumsi bagi dirinya sendiri. Jika makanan yang dia makanan yang dia makan hanya halal saja, namun tidak baik untuk kesehatannya, seperti misalnya makan daging kambing bisa membuatnya gatal-gatal, maka makanan yang halal itu juga tidak baik untuk dimakan bagi dirinya sendiri, dalam rangka mencegah kemudorotan.

Sebuah qoidah ushul fiqh menyebutkan :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Menolak kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat

Lalu bagaimana jika ada makanan yang diberikan kepadanya, tapi belum jelas halal atau haramnya makanan tersebut? Bolehkah di makan?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ الحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الَحرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الحَرَامِ

Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram pun jelas. Diantara keduanya terdapat perkara syubhat (yang masih samar-samar) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan Barangsiapa yang terjerumus ke dalam perkara syubhat, maka dia bisa terjatuh pada perkara haram. (HR. Muslim, hadist no. 1599).

Pada dasarnya, jika makanan tersebut tidak jelas halal dan haramnya, maka tidak lah memakannya. Bisa dibuang dan sebagainya dalam rangka menjauhkan diri dari perkara haram, bukan dengan maksud mumbazir. Karena mumbazir adalah jika membuang-buang makanan secara cuma-cuma tanpa ada maslahah (kepentingan) yang lain. Adapun makanan di buang karena takut syubhat, sebab tidak jelas akan kehalalan makanan yang akan di makan tersebut.

Oleh sebab itu Hadist di atas memerintahkan untuk meninggalkan sesuatu yang masih bersifat syubhat, yaitu meninggalkan sesuatu yang tidak jelas halal dan haramnya.

Akan tetapi harus di pastikan terlebih dahulu dengan menanyakan makanan tersebut kepada orang-orang yang Ahli Hukum Islam. Jangan langsung dibuang hanya gara-gara dia sendiri tidak mengetahui hukumnya halal ataupun haram makanan tersebut. Namun tanyakan terlebih dahulu agar jelas, apakah makanan tersebut halal ataukah haram.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.