logo

Cara Menyadarkan Sahabat Agar Bertobat | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warohamtullahi wabrokatuh Ustadz. Bagiamana cara membantu sahabat kita agar menuju jalan Allah? Sedangkan orang tersebut keras kepala?

Terimakasih.

Dari : Sekar

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Adapun tugas sesama muslim hanyalah mengajak dan mengingatkan teman tersebut bertobat dan kembali ke jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena sesama muslim harus saling menasehati.

Allah berfirman :

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. (QS. Al-Ashr : 3).

Maka dari itu jika seorang muslim salah, hendaklah mengingatkan nya. Ingatkan dan kemudian bersabar setelah mengingatkannya. Baik diterima ataupun tidak itu dikembalikan kepadanya.

Tugas seorang muslim hanya mengajak dan mengingatkan saja. Perkara hidayah itu urusan Alllah. Tidak bisa dipaksa agar seseorang bisa berubah. Karena Allah lah yang berkuasa atas itu semua.

Sedangkan paman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja tidak bisa dibantu oleh baginda Rasulullah, apalagi hanya teman kita.

Allah berfirman :

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (QS. Al Qashash : 56).

Tidak ada yang bisa memberikan hidayah kepada seseorang kecuali Allah.

Maka teruslah ajak dia kepada jalan Allah dengan misalnya ajak dia masuk grup-grup kajian. Ataupun ajak pergi ngaji. Atau bisa juga senangkan hatinya terlebih dahulu, karena orang-orang yang senang biasanya mudah digiring kemana saja. Ajak dan ingatkan dia bahwa setiap sesuatu akan di pertanggungjawabkan dihadapan Allah.

Sekeras kepala apapun dia, lunakkan dengan cara tertentu. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki.

Senangkan dia, ajak dia jajan misalnya. Artinya senangkan dia dalam artian positif. Karena biasanya seseorang akan merasa berhutang budi dan sebagainya. Setelah itu barulah ajak dia : "ngaji yuk, ada kajian loh di sana." Masuk grup kajian yuk. Aku sudah masuk grup kajian loh. Dan dengan cara-cara positif lainnya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.