logo

Hukum Shalat Berjama'ah di Rumah Karena Ada Wabah Berbahaya | Konsultasi Muslim



Beberapa bulan belakangan ini merebak sebuah virus atau penyakit di banyak negara, di mana penyakit atau virus tersebut bisa membahayakan bagi seseorang, bahkan bisa menyebabkan kematian. Artinya penyakit tersebut menjadi perantara kematiannya, akan tetapi yang menghidupkan dan mematikan seseorang adalah Allah Subhanhu wa Ta’ala. Namun ketika diserang penyakit tersebut bisa membahayakan nyawa seseorang.

Islam sudah mengantisipasi hal ini jauh-jauh hari sebelum terjadinya penyakit seperti saat sekarang ini. 1400 tahun yang lalu baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kepada ummat Islam akan penyakit seperti ini dan menyampaikan apa-apa saja yang harus dilakukan. Penyakit seperti ini sudah di wanti wanti oleh Islam jauh-jauh hari dan dikabarkan melalui utusan Allah yang mulia, yaitu baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka ucapan baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbukti pada saat ini.

Maka benarlah apa yang dikatakan di dalam Al-Qur’an. Allah berfirman :

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS. An-Najm : 3-4).

Apa yang diucapkan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbukti saat ini dan banyak dipraktekkan oleh negara-negara kaum Muslimin untuk tidak keluar dari negara mereka bahkan menghentikan sebagian aktivitas yang sekiranya bisa membahayakan orang banyak.


Dari Abdurrahman bin ‘Auf berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ

Jika kalian mendengar terjadi wabah (penyakit thaa’uun) di suatu negeri, maka janganlah kalian mendatangi negeri itu. Dan jika wabah itu terjadi di suatu negeri sedangkan kalian berada di negeri itu, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu untuk lari dari wabah itu.” (HR Bukhari, hadist no. 5729 dan Muslim, hadist no. 100).

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Shahih Muslim :

وَفِي هَذِهِ الْأَحَادِيثِ مَنْعُ الْقُدُومِ عَلَى بَلَدِ الطَّاعُونِ وَمَنْعُ الْخُرُوجِ مِنْهُ فِرَارًا مِنْ ذَلِكَ أما الخروج لعارض فلابأس بِهِ وَهَذَا الَّذِي ذَكَرْنَاهُ هُوَ مَذْهَبُنَا وَمَذْهَبُ الْجُمْهُورِ قَالَ الْقَاضِي هُوَ قَوْلُ الْأَكْثَرِينَ

Dan di dalam hadist-hadist ini terdapat larangan mendatangi suatu negeri yang ada wabah tha’uun dan larangan keluar darinya (keluar dari negeri itu) karena lari dari thaa’uun. Adapun keluar dari negeri itu karena suatu alasan lain, maka hukumnya tidak apa-apa. Dan ini sebagaimana yang telah kami sebutkan dan ini pendapat dalam mazhab kami (mazhab Syafi’i) dan mazhab jumhur (kebanyakan ulama). Al-Qodhi berkata : “Ini pendapat kebanyakan ulama”. (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, jilid 1 halaman 2015).

Para ulama mengatakan bahwa dilarang keluar dari negerinya jika dia berniat menghindari wabah tersebut atau berniat lari dari wabah tersebut. Sebab bisa jadi dia terkena wabah tersebut di jalan dan di tempat-tempat yang ramai seperti bandara, stasiun dan sebagainya. Adapun jika keluar dari negerinya untuk alasan pekerjaan dan alasan penting lainnya, maka seperti yang dikatakan oleh Imam An-Nawawi di atas, hukumnya boleh.

Apakah Boleh Beribadah di Rumah selama adanya Wabah tersebut?
                          
Sebenarnya boleh-boleh saja seorang muslim mengerjakan ibadah di rumah seperti shalat berjama’ah dikerjakan di rumah dulu untuk sementara karena adanya penyakit yang membahayakan ini dan ditakutkan tertular penyakit tersebut kepadanya, maka boleh—boleh saja dalam rangka mencegah kemudorotan sebelum terjadi.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح


Mencegah suatu kemudorotan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.

Artinya, memang shalat berjama’ah itu diwajibkan bagi laki-laki di masjid, akan tetapi jika dengan mereka melakukan shalat berjama’ah ke masjid ditakutkan bisa tertulat penyakit yang sedang tersebar tersebut, maka boleh baginya shalat di rumah dalam rangka mencegah datangnya mudorot bagi dirinya. Sebab ada banyak orang yang shalat di masjid dan jika bersinggungan ataupun bersalaman, maka bisa saja penyakit tersebut menular. Dan shalat di rumah sebagai antisipasi saja dalam mencegah penyakit menular tersebut.

Dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun menghimbau di daerah yang terdapat kasus infeksi virus corona agar tidak melakukan shalat berjama’ah di masjid, hal ini juga dilakukan sebagai bentuk mencegah datangnya mudorot.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain. (HR. Ibnu Majah, hadist no. 2341).

Ibadah-ibadah apa saja yang bisa dikerjakan di rumah karena adanya wabah ini?

1. Shalat berjama’ah dikerjakan di rumah untuk sementara.

Shalat berjamah bisa di rumah dulu untuk sementara bagi lelaki, dalam rangka mencegah datangnya mudorot. Adapun bagi wanita memang diperintahkan untuk shalat di rumah.

2. Kemudian bisa berdzikir di rumahnya.

3. Berdo’a agar Allah segera menghilangkan virus corona di Indonesia ini.

4. Membaca do’a :

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَالَ: بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلاءٍ حَتَّى اللَّيْلِ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي، لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ إِنْ شَاءَ اللهُ

Barangsiapa yang berdo'a : "Dengan nama Allah. Tidak ada suatu apapun yang dapat memberikan bahaya dengan nama-Nya di muka bumi dan tidak juga di langit. Dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui". Dan dia baca 3x. Maka dia tidak akan ditimpa musibah dengan tiba-tiba hingga malam hari. Dan barangsiapa yang membaca yang membaca do'a ini ketika sore hari, maka dia tidak akan ditimpa musibah sampai subuh insyaAllah. (HR. Ahmad, hadist no. 538).

Syekh Syu'aib al-Arnauth di dalam Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata :

حسن

Hadist ini derajatnya hasan (bagus). (Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal, jilid 1 halaman 546).

Do'anya :

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Dengan nama Allah. Tidak ada suatu apapun yang dapat memberikan bahaya dengan nama-Nya di muka bumi dan tidak juga di langit. Dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui".

5. Berserah diri kepada Allah dan disertai dengan ibadah-ibadah lainnya. Intinya silahkan lakukan ibadah apapun yang bisa dilakukan di rumah, entah itu shalat sunnah, puasa sunnah dan lain sebagainya.

Dan yang perlu ditekankan adalah tidak melakukan kontak fisik dengan orang-orang yang di daerahnya terdapat virus corona. Baik orang luar negeri maupun dalam negeri. Dan yang perlu di ingat juga adalah bahwa virus atau penyakit bukan satu-satunya yang bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia. Virus atau penyakit tersebut hanya sekedar perantara saja, hanya sebab saja. Yang menghidupkan dan mematikan hanya Allah. Jadi jangan terlalu takut melebihi rasa takut kepada Allah sang pencipta alam semesta ini. Sekalipun seseorang terkena, virus atau penyakit yang membahayakan, tapi belum sampai ajalnya, maka dia akan disembuhkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena ajal seseorang sudah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala  dan telah ditulis di lauhul mahfudz. Jadi kematian seseorang tidak bisa dipercepat maupun diperlambat.

Allah berfirman :

لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus : 49).

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.