logo

Benarkah Suami dilarang Menyembelih Hewan Ketika Istri Hamil? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustad saya mau bertanya, apakah benar jika istri sedang hamil suami tidak boleh menyakiti hewan/membunuh hewan ustad? Contohnya menyembelih ayam atau memotong ikan.

Dari : Serly Ana

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Dari Syaddad bin Aus rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik kepada segala sesuatu. Apabila kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik, apabila kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya kalian mengasah pisaunya, dan mempercepat kematian sembelihannya. (HR. Muslim, hadist no. 607).

Syekh as-Sindi rohimahullah mengomentari hadist di atas di dalam kitab Kifayah al-Hajah Syarah Sunan Ibnu Majah jilid 2 halaman 282 :

(فأحسنوا القتلة) القتلة بكسر القاف. للنوع. وإحسان القتلة أن لا يميل ولا يزيد في الضرب بأن يبدأ في الضرب في غير المقاتل من غير حاجة

(Maka bunuhlah dengan cara yang baik), artinya dia tidak menundukkan dan tidak menambah pukulan kepada hewan lain tanpa kebutuhan.

Berdasarkan hadist dan penjelasan di atas bahwa membunuh binatang dengan alasan, seperti untuk di makan hukumnya boleh. Adapun yang tidak boleh itu adalah membunuh binatang dengan tanpa kebutuhan apapun.

Begitu juga membunuh atau menyembelih hewan ketika istri hamil hukumnya boleh apabila ada kebutuhan.

Yang tidak boleh itu adalah menyakiti atau membunuh hewan tanpa sebab, maka hal itu bukan hanya ketika istri hamil, tapi ketika istri tidak hamil sekalipun dilarang di dalam Islam. Kecuali binatang-binatang pengganggu dan mengancam keamanan kaum muslimin, maka boleh membunuhnya. Karena tidak boleh membiarkan bahaya ada di tengah-tengah kaum muslimin.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Tidak boleh ada yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. (HR. Al-Baihaqi, hadist no. 69).

Artinya jika hewan tersebut menyakiti atau mengganggu, maka boleh hukumnya dibunuh, baik ketika istri hamil maupun ketika tidak hamil.

Lalu benar tidak kalo menyembelih hewan atau membunuh hewan dilarang saat istri hamil?

Tidak ada dalil khusus yang melarang seorang suami membunuh atau menyembelih hewan saat istrinya hamil. Hanya saja seperti yang sudah dikatakan di atas, membunuh atau menyembelih nya juga harus ada kebutuhan, seperti untuk dimakan ataupun dijual. Bukan untuk mempermainkan hewan tersebut.

Memang pada dasarnya niatnya bagus, agar anaknya tidak berperilaku anarkis jika calon ayahnya membunuh atau menyembelih hewan ketika istrinya sedang hamil. Akan tetapi hal ini tidak terbukti jika menyembelih hewan ketika istrinya hamil maka anaknya cacat. Tidak ada dasarnya sama sekali.

Dan meyakini akan terjadinya sesuatu seperti ini termasuk kesyirikan, dan tergolong syirik kecil. Kenapa? Karena berkeyakinan bahwa sesuatu itu bisa mendatangkan kemudorotan, sedangkan yang bisa mendatangkan manfaat mudorot hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman :

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah : "Aku tidak berkuasa menarik kemanfa'atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman". (QS Al-Araf : 188).

Oleh sebab itu bahwa semua keyakinan tersebut hanyalah sebuah mitos yang tidak terbukti terjadi.

Kesimpulan :

Menyembelih atau membunuh hewan karena adanya kebutuhan seperti untuk dimakan ataupun dijual hukumnya boleh. Sekalipun saat istri hamil.

Adapun yang tidak boleh adalah menyakiti hewan tanpa adanya alasan, dan menyakiti hewan bukan hanya dilarang ketika istri hamil, akan tetapi juga dilarang ketika istri tidak hamil karena menyakiti selain alasan apapun. Kecuali hewan tersebut mengancam keamanan kaum muslimin, maka boleh hukumnya dibunuh dalam rangka menghilangkan bahaya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.