logo

Benarkah Jilbab Tidak Wajib? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :


Jadi mereka dibakar di neraka karena tak berjilbab? Allah tidak sejahat pikiranmu kawan.

Assalamu`alaikum .. Ustadz ana mau tanya . apakah pernyataan seperti ini benar adanya ?? mohon penjelasanya.. jazakallah khoir

Dari : Arif Khubillah Fauzan

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp


Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.


Apa yang ditulis di dalam gambar di atas tidaklah benar dan perkataan tersebut batil.

Di dalam Islam menutup aurat hukumnya wajib. Tak terkecuali wanita menutup kepalanya dengan jilbab. Maka mengenakkan jilbab bagi wanita hukumnya wajib.

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam surat Al-Ahzab ayat 59 :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59).

Di dalam tafsir At-Thobari jilid 20 halaman 324 disebutkan :

لا يتشبهن بالإماء في لباسهن إذا هن خرجن من بيوتهن لحاجتهن، فكشفن شعورهن ووجوههن. ولكن ليدنين عليهن من جلابيبهنّ، لئلا يعرض لهن فاسق، إذا علم أنهن حرائر، بأذى من قول.

Para wanita tidak diperkenankan menyerupai (meniru) budak-budak mereka dalam berpakaian. Apabila mereka keluar rumah untuk menunaikan kebutuhan mereka, maka janganlah mereka menyingkapkan rambut dan wajah mereka. Akan tetapi hendaklah mereka (wanita) itu mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Agar diperlihatkan diantara mereka mana yang fasiq, jika mereka mengetahui bahwa mereka adalah sutra, dan agar selamat dari gunjingan.

Berdasarkan ayat di atas, maka para ulama mengatakan bahwa mengenakan jilbab bagi perempuan itu wajib, sebagaimana juga disebutkan di dalam kitab tafsir At-Thobari di atas. Dan siapa saja diantara perempuan yang meninggalkan nya, maka dia berdosa, karena hukumnya wajib, sedangkan wajib artinya dihukum jika ditinggalkan.

Di dalam kitab Syarah Al-Ushul Ats-Tsalasahjilid 1 halaman 17 disebutkan :

الواجب : ما يثاب فاعله امتثالاً ويعاقب تاركه أو يستحق العقوبة تاركه

Wajib itu adalah diberi ganjaran (pahala) jika dikerjakan (di ikuti), dan di siksa (diberi hukuman) jika ditinggalkan. Atau dia berhak mendapatkan hukuman jika dia meninggalkannya.

Maka dari itu, siapapun yang meninggalkan sesuatu yang wajib, dia akan di siksa atau diberi hukuman oleh Allah di akhirat kelak. Dan tentang hukuman bagi wanita yang tidak menutup auratnya juga telah disebutkan hukumannya di dalam Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian. (HR. Muslim, hadist no. 2128).

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Syarah Shahih Muslim, jilid 17 halaman 190 :

تَكْشِفُ شَيْئًا مِنْ بَدَنِهَا إِظْهَارًا لِجَمَالِهَا فَهُنَّ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ

Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Maka inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tapi telanjang.

Dan perlu diketahui bahwa menampakkan kepala dan tidak menutupnya dengan jilbab, maka termasuk di dalam Hadist di atas dan termasuk dengan apa yang dikatakan Imam An-Nawawi di atas. Sehingga siapapun yang membuka auratnya akan di siksa oleh Allah di akhirat kelak disebabkan melanggar perintah Allah.

Bayangkan jika dia membuka aurat dan dilihat oleh lelaki yang bukan mahromnya, selama dia membuka aurat dan dilihat oleh lelaki yang bukan mahromnya, maka selama itu pula lah dia menanggung dosanya. Dosa yang walaupun dia telah meninggal, tapi dia semasa hidupnya pernah mengupload foto yang membuka aurat, dan selama tidak dihapus, maka dia akan mendapatkan dosa jariyah walau dia telah meninggal dunia. Na'udzubillah tsumma Na'udzubillah.

Jadi bagaimana mungkin Allah tidak menghukum wanita yang jelas-jelas melanggar perintahnya? Tentu akan di hukum oleh Allah dengan siksaan yang pedih karena meninggalkan perkara yang diwajibkan Allah bagi setiap wanita Muslimah.

Adapun orang-orang liberal yang mengatakan jilbab tidak wajib, serta Allah tidak menyiksa wanita-wanita yang membuka auratnya sewaktu di dunia, maka perkataan ini batil dan melenceng dari ajaran Islam serta menyelisihi pendapat para ulama.

Belum ada ulama terdahulu yang mengatakan jilbab tidak wajib serta yang melanggar tidak akan dihukum oleh Allah. Belum ada satupun ulama yang berani mengatakan seperti itu. Hanya orang-orang liberal sekarang yang mereka memutar balikkan hukum saja yang berkata seperti itu.

Dan orang-orang yang berani menghalalkan yang Allah haramkan, maka kelak orang-orang seperti ini akan berat siksaannya di akhirat kelak.

Allah berfirman :

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ. مَتَاعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ.

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi mereka azab yang pedih. (QS. An-Nahl : 116-117).

Oleh sebab itu orang-orang liberal yang menghalalkan yang Allah haramkan dengan mengatakan bahwa wanita boleh tidak memakai jilbab, karena jilbab hukumnya tidak wajib, dan Allah tidak menyiksa wanita yang membuka auratnya, maka mereka akan di siksa didalam neraka nanti disebabkan kebohongan mereka terhadap Allah serta disebabkan mereka mempermainkan ayat-ayat Allah. Padahal sebagaian mereka tau bahwa jilbab itu hukumnya wajib bagi setiap wanita muslimah.

Semoga kita semua dijauhkan dari orang-orang yang menyesatkan dari jalan yang lurus. Aamiin Ya Robbal 'Aalamiin.

Semoga bermanfaat.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.