logo

Bagian-bagian Yang Boleh di Lihat Ketika Nadzor | Konsultasi Muslim




Pertanyaan :

6 Syarat bolehnya Nadzor akhwat :

1. Memiliki sangkaan kuat bahwa lamarannya akan diterima.

2. Tidak boleh dilakukan dengan berdua-duaan.

3. Aman dari letupan syahwat.

4. Dilakukan sekadar kebutuhan.

5. Hanya boleh melihat 5 hal : wajah, leher, kepala, mata kaki sampai ujung kaki, pergelangan tangan sampai jari.

6. Si akhwat tampil biasa, tidak berdandan dan memakai perhiasan.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz... Saya mau bertanya, yg no 5 itu apa benar ustadz? Padahal kan aurat perempuan kalau di depan yg bukan mahram nya hanya boleh nampak hanya sebatas wajah dan telapak tangan, tapi kenapa leher boleh nampak juga?

Dari : Nanda Habibah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Nadzor (melihat) calon istri sebelum menikah adalah sesuatu yang di sunnahkan oleh para ulama. Hal ini berdasarkan Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu berkata :

كنت عند النبي صلى الله عليه وسلم فأتاه رجل فأخبره أنه تزوج امرأة من الأنصار ، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم : (أنظرت إليها ؟) قال : لا ، قال : ( فاذهب فانظر إليها فإن في أعين الأنصار شيئاً)


Aku berada disisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka datang seorang laki-laki dan dia memberi kabar bahwa dirinya telah menikah dengan wanita Anshor, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Apakah kamu sudah melihatnya?" Dia menjawab : tidak. Beliau bersabda : "Pergi dan lihatlah, karena pada mata wanita Anshor terdapat sesuatu." (HR. Muslim, hadist no. 1424).


Berdasarkan Hadist ini bahwa jumhur (mayoritas) ulama dari ulama Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyyah, dan sebagian ulama Hambali berpendapat bahwa bagian anggota badan yang boleh dilihat oleh lelaki ketika melamar wanita adalah wajah dan telapak tangan (termasuk punggungnya), sampai ke pergelangan. Wajah untuk menilai kecantikan, sementara telapak tangan untuk menilai kesuburan badan. Karena bagian-bagian ini tidak termasuk aurat wanita.

Di dalam kitab Al-Iqna’ disebutkan :

وَالْحِكْمَةُ فِي الْاِقْتِصَارِ عَلَيْهِ أَنَّ فِي الْوَجْهِ مَا يَسْتَدِلُّ بِهِ عَلَى الْجَمَالِ وَفِي الْيَدَيْنِ مَا يَسْتَدِلُّ بِهِ عَلَى خِصْبِ الْبَدَنِ

Dan hikmah melihat sebatas wajah dan telapak tangan baginya adalah bahwa pada wajah terdapat sesuatu yang menujukkan atas kecantikan dan pada kedua telapak tangan terdapat sesuatu yang menunjukkan kesuburan badan. (Al-Iqna', jilid 2 halaman 405-406).

Ulama mazhab Hambali mengatakan bahwa boleh melihat lehernya dan lain sebagainya. akan tetapi jumhur (mayoritas) ulama hanya mengatakan yang boleh dilihat hanya wajah dan telapak tangan saja dan bagian-bagian yang memang tidak diharamkan untuk dilihat.

Di dalam kitab Jami' At-Tirmidzi, jilid 4 halaman 370 disebutkan :

وقد ذهب بعض أهل العلم إلى هذا الحديث وقالوا لا بأس أن ينظر إليها ما لم ير منها محرما. وهو قول أحمد وإسحاق

Dan sebagian ulama berpendapat sesuai Hadist ini. Mereka mengatakan, tidak masalah lelaki melihat calon istrinya, selama tidak melihat yang haram darinya. Dan ini pendapat Ahmad dan Ishaq bin Rahuyah. (Jami' At-Tirmidzi, jilid 4 halaman 370).

Mana yang harus di ikuti?

Memang ada pendapat ulama dari ulama mazhab Hambali yang membolehkan untuk melihat leher dan sebagainya, akan tetapi untuk lebih selamatnya, ikutilah jumhur (mayoritas) ulama. Bukannya kita menganggap salah pendapat sebagian ulama mazhab Hambali, akan tetapi jumhur(mayoritas) ulama sudah menimbang kemaslahatan dan kemudorotannya. Apalagi ditambah jika seorang wanita tersebut risih menampakkan lehernya dan bagian lainnya kepada calon suaminya. Karena sifat kemanusiaan memang seperti itu, cenderung malu dan sebagainya.

Memang semuanya kembali kepada diri masing-masing, akan tetapi yang lebih selamatnya ikuti lah pendapat jumhur (mayoritas) ulama dan agar wanita tidak risih juga menampakkan leher dan sebagainya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.