logo

Apakah Keputihan Membatalkan Wudhu’? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh ustadz saya mau bertanya apabila kita Sedang atau mau shalat akan tetapi seperti ada cairan yg keluar (keputihan) apakah itu tidak membatalkan shalat atau tidak membatalkan wudhu nya ustadz, mohon penjelasan nya ustadz terimakasih

Dari : Yani

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab Majmu' Syarah Muhadzab :

رُطُوبَةُ الْفَرْجِ مَاءٌ أَبْيَضُ مُتَرَدِّدٌ بَيْنَ الْمَذْيِ وَالْعَرَقِ فَلِهَذَا اُخْتُلِفَ فِيهَا. وَقَالَ الْبَغَوِيّ وَالرَّافِعِيُّ وَغَيْرُهُمَا الْأَصَحُّ الطَّهَارَةُ وَقَالَ صَاحِبُ الْحَاوِي فِي بَابِ مَا يُوجِبُ الْغُسْلَ نَصَّ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ فِي بَعْضِ كُتُبِهِ عَلَى طَهَارَةِ رُطُوبَةِ الْفَرْجِ

Keputihan yang keluar dari kemaluan wanita, berupa cairan yang berwarna putih, diperselisihkan sifatnya apakah disamakan dengan madzi dan cairan kemaluan. Oleh sebab itu  ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Dan berkata Al-Baghowi dan Ar-Rofi'i dan selain dari keduanya : "Yang paling shahih itu keputihan hukumnya suci." Dan penulis Kitab Al-Hawi mengatakan : "Imam Syafi'i mengatakan didalam sebagian kitab-kitabnya bahwa keputihan wanita itu suci. (Majmu' Syarah Muhadzab, jilid 2 halaman 570).

Nah, memang pada hakikatnya para ulama berbeda pendapat mengenai hukum keputihan wanita. Akan tetapi menurut imam Syafi'i keputihan wanita itu suci.

Apakah membatalkan wudhu'?

Syekh Mustofa Al-Adawi berkata :

وبإمعان النظر فيما سبق؛ يتضح أنه لم يرد دليل صريح على أن رطوبة فرج المرأة نجسة. وأما ما أورده البخاري من حديث وفيه: يتوضأ كما يتوضأ للصلاة ويغسل ذكره؛ فليس بصريح في أن غسل الذكر إنما هو من رطوبة فرج المرأة، ولكن محتمل أن يكون للمذي الذي خرج منه كما أمر النبي صلى الله عليه وسلم المقداد لما سأله عن المذي؛ فقال: توضأ واغسل ذكرك

Dengan melihat lebih mendalam terhadap keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada dalil tegas yang menunjukkan bahwa keputihan wanita hukumnya najis. Sementara hadis yang dibawakan Bukhari, yang ada pernyataan : "Dia harus berwudhu' sempurna dan mencuci kemaluannya." Tidaklah menunjukkan dengan tegas bahwa mencuci kemaluan dalam kasus itu, disebabkan keputihan wanita. Namun bisa juga dipahami karena madzi. Sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  memerintahkan Al-Miqdad ketika dia bertanya tentang madzi, jawab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : "Dia harus berwudhu' dan mencuci kemaluannya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.