logo

Amalan Yang Bisa dilakukan di Bulan Syaban di Tengah Virus Corona | Konsultasi Muslim




Virus corona semakin merebak hampir di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali negara Indonesia. Perhatian kita tercurah kepada virus yang menyebar dari orang ke orang dan dampak terparahnya adalah kematian. Namun kita lupa rupanya bulan Sya’ban pun telah menghampiri kita, dan tak lama lagi Ramadhan pula akan datang kepada kita jika Allah berikan kepada kita umur yang panjang insyaAllah.

Meskipun Indonesia tengah dilanda oleh virus corona, namun tidak menyurutkan semangat kita untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lebih-lebih ibadah sunnah di bulan sya’ban yang selalu dikerjakan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semasa hidupnya.


Apa saja amalan-amalan yang bisa dilakukan di bulan sya’ban ditengah-tengah maraknya virus corona di Indonesia?

1. Memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallambanyak 
mengerjakan puasa sunnah di bulan Sya’ban.

Dari ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, hadist no. 1969).

Puasa sunnah di bulan Sya’ban bisa dilakukan kapanpun. Bisa dilakukan di awal bulan Sya’ban, di pertengahan ataupun di akhir bulan Sya’ban. Dan tentunya tidak ada pengkhususan berpuasa pada tanggal tertentu karena secara redaksi hadist tidak ditemukan hadist khusus yang menunjukkan berpuasa pada hari dan tanggal terntentu di bulan Sya’ban, jadi bisa berpuasa pada hari dan tanggal berapapun.

2. Jika hutang puasa Ramadhan tahun lalu belum lunas, maka segera dibayar karena sebentar lagi Ramadhan akan segera datang.

Hutang puasa wajib dibayar karena puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimah yang masih mampu menjalankannya. Oleh sebab itu jika masih mempunyai hutang puasa di tahun lalu, maka segera dibayar. Dan Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu ‘anha juga pernah membayar hutang puasa di bulan Sya’ban.

‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata :


كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

“Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Syakban.”  (HR. Bukhari, hadist no. 1950).

3. Banyak-banyak berdzikir kepada Allah dan berdo’a agar dijaga oleh Allah siang dan malam. Serta minta pertolongan agar virus corona ini segera dihilangkan dari muka bumi ini.

Walaupun do’a yang dibaca sama, tapi kekuatan yang ada pada do’a tersebut sangatlah besar. Memang tidak terlihat secara kasat mata, namun bisa dirasakan dampak setelah membaca do’a-do’a agar terhindar dari wabah dan bencana, dan bahaya-bahaya yang mengerikan lainnya.


Do’a-do’a agar terhindar dari Virus Corona :

1. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَالَ: بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلاءٍ حَتَّى اللَّيْلِ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي، لَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ إِنْ شَاءَ اللهُ


Barangsiapa yang berdo'a : "Dengan nama Allah. Tidak ada suatu apapun yang dapat memberikan bahaya dengan nama-Nya di muka bumi dan tidak juga di langit. Dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui". Dan dia baca 3x. Maka dia tidak akan ditimpa musibah dengan tiba-tiba hingga malam hari. Dan barangsiapa yang membaca yang membaca do'a ini ketika sore hari, maka dia tidak akan ditimpa musibah sampai subuh insyaAllah. (HR. Ahmad, hadist no. 538).

Derajat Hadist :

Syekh Syu'aib al-Arnauth di dalam Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata :

حسن

Hadist ini derajatnya hasan (bagus). (Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal, jilid 1 halaman 546).

Do'anya :

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Dengan nama Allah. Tidak ada suatu apapun yang dapat memberikan bahaya dengan nama-Nya di muka bumi dan tidak juga di langit. Dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui".

2. Membaca surat Al-Ikhlas sampai An-Nas di pagi dan sore hari, niscaya akan terhindar dari bahaya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

قُلْ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَالمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.

“Bacalah: Qulhuwallahu Ahad (surat al-Ikhlas), dan al Mu’awwidatain (al-Falaq dan an-Naas) saat kamu berada di sore dan pagi hari; engkau aman dari segala sesuatu.” (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 3575).

3. Membaca do’a :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh). (HR. Ibnu Majah, hadist no. 3871).

4. Membaca do’a :

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit sopak, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang mengerikan lainnya.” (HR. Ahmad, hadist no. 13004).

5. Jika keluar rumah, bacalah do’a :

إِذَا نَزَلَ أَحَدُكُمْ مَنْزِلًا، فَلْيَقُلْ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، فَإِنَّهُ لَا يَضُرُّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْهُ "

Apabila salah seorang di antara kamu keluar rumah, maka hendaklah dia membaca do’a :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya".
Dan jika do’a ini dibaca, maka tidak ada suatu mudorot pun yang akan menimpanya, sampai dia berpindah dari tempatnya tersebut. (HR. Muslim, hadist no. 2708).

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.