logo

Tidak Mau Disebut Kafir? | Konsultasi Muslim



Banyak orang-orang yang salah paham ya dengan istilah kafir. Sehingga orang-orang yang bukan beragama Islam seperti tidak terima mereka disebut kafir. Padahal itu hanya sebuah sebutan saja didalam Islam.

Apa itu kafir? kafir adalah mengingkari kebenaran. Atau mengingkari nikmat Allah yang paling besar yaitu kedatangan Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Mereka mengingkari apa yang diajarkan di dalam Islam. Mana bukti bahwa mereka disebut kafir?

1. Mereka menganggap bahwa Nabi Isa itu sebagai Tuhan. Padahal di dalam Islam Nabi Isa itu dianggap sebagai Nabi dan Rasul Allah. Di dalam Al-Qur'an Allah membantah pernyataan orang-orang kafir tersebut.

Allah berfirman :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putra Maryam." Padahal Al-Masih berkata : "hai Bani Israil, sembahlah Allah, Rabbku dan juga Rabbmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. Al-Maidah : 72).

Ayat ini membantah pernyataan mereka yang mengatakan bahwa Nabi Isa sebagai Tuhan mereka. Dan Al-Qur'an sendiri yang mengatakan bahwa mereka telah kafir disebabkan pengingkaran mereka terhadap apa yang dikatakan oleh Nabi Isa bahwa Tuhan yang sebenarnya itu adalah Allah. Adapun Nabi Isa hanya sebagai utusan Allah untuk menyampaikan kebenaran kepada mereka.

2. Mereka meyakini bahwa Allah adalah salah satu dari yang 3. Atau 3 di dalam 1.

Sedangkan di dalam Islam Allah itu satu. Allah tidak beranak dan tidak pula di peranakkan.

Allah berfirman :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

1. Katakanlah : "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. 2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, 4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlas : 1-4).

Surat al-Ikhlas ini adalah bantahan bagi mereka yang mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang 3. Tapi Al-Qur'an mengatakan tidak. Allah itu satu dan Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada yang setara dengan Dia (Allah).

Oleh sebab itu mereka disebut kafir di dalam Islam.

Allah berfirman :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan : "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga". (QS. Al-Maidah : 73).

Lagi-lagi Al-Qur'an membantah pernyataan mereka yang mengatakan Allah adalah salah satu dari yang 3. Maka Al-Qur'an mengatakan telah kafirlah mereka karena menganggap bahwa Allah itu lebih dari satu. Padahal, Allah itu satu dan Allah tidak beranak, dan tidak pula di peranakkan.

3. Mereka mengingkari akan kedatangan Nabi Terakhir yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

Ingatlah ketika Isa Ibnu Maryam berkata : "hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata : "Ini adalah sihir yang nyata." (QS. As-Shaf : 6).

Nah, di dalam kitab mereka sendiri sudah ditulis dan Nabi Isa telah mengabarkan kepada mereka bahwa akan datang Nabi terakhir yaitu Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Akan tetapi mereka menolak Nabi Muhammad diutus sebagai Nabi terakhir. Maka mereka menolak kebenaran dan menolak nikmat Allah yang paling besar, yaitu kedatangan Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Oleh sebab itu mereka disebut kafir disebabkan pengingkaran mereka terhadap Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut.

Tidak mau disebut kafir?

Jika tidak mau disebut kafir, maka seharusnya imani apa yang di imani oleh ummat Islam, dengan cara mengucapkan syahadat. Masuk Islam adalah salah satu solusinya jika tidak mau disebut kafir lagi.

Kafir hanyalah sebuah sebutan saja didalam Islam. Bukan untuk mengejek ataupun menghina seseorang yang bukan beragama Islam. Tapi hanya sebuah sebutan bahwa mereka ingkar terhadap Allah sebagai Tuhan dan tidak mengimani sebagaimana yang di imani Ummat Islam berdasarkan apa yang diterangkan didalam Al-Qur'an.

Jika mereka mencari tau artinya, sebenarnya panggilan non Muslim lebih kasar daripada panggilan kafir. Loh kok bisa?

Muslim berasal dari bahasa Arab. Asal katanya adalah Aslama-Yuslimu-Islaaman. Artinya: "orang yang selamat." Selamat di dunia dan selamat pula di akhirat insyaAllah.

Sedangkan Kafir juga berasal dari bahasa Arab. Asal katanya adalah kafaro yakfuru kufron. Isim Fa'il nya adalah Kaafirun. Artinya: "orang yang mengingkari kebenaran atau orang yang menolak nikmat yang paling besar yaitu kedatangan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."

Intinya dia tidak percaya Allah sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir.

Nah, jika Muslim ditambah dengan kata non sebelumnya, menjadi "non Muslim". Muslim artinya selamat. Ditambah dengan kata non sebelumnya menjadi "non Muslim". Artinya orang yang tidak selamat. Baik tidak selamat di dunia maupun di akhirat.

Berarti mana panggilan yang lebih kasar? Panggilan Kafir atau Non Muslim. Pastinya panggilan non Muslim lebih kasar daripada panggilan Kafir.

Oleh sebab itu jika tidak tau belajar, atau tanyakan kepada ummat Islam. Bukan langsung menyimpulkan langsung dan kemudian tidak terima dengan panggilan itu. Lagian itu hanya panggilan saja. Bukan lantas jika ada teman lewat trus dikatakan : "hai kafir, mau kemana?" bukan seperti itu. Akan tetapi sebutan kafir hanya sebutan saja bagi orang-orang yang mengingkari kebenaran dan orang-orang yang mengingkari Allah sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah yang terakhir.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.