logo

Hukum Memakai Pakaian Syuhrah dalam Islam | Konsultasi Muslim



Dari Ibnu 'Umar rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا، أَلْبَسَهُ اللهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa memakai pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan memakaikan untuknya pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat. (HR. Ahmad, hadist no. 5664).

Syekh Syu'aib al-Arnauth rohimahullah berkata bahwa hadist ini hasan (bagus).

Imam asy-Syaukani rohimahullah berkata di dalam kitabnya Nailul Author :

قَالَ ابْنُ الْأَثِيرِ: الشُّهْرَةُ ظُهُورُ الشَّيْءِ، وَالْمُرَادُ أَنَّ ثَوْبَهُ يَشْتَهِرُ بَيْنَ النَّاسِ لِمُخَالَفَةِ لَوْنِهِ لِأَلْوَانِ ثِيَابِهِمْ فَيَرْفَعُ النَّاسُ إلَيْهِ أَبْصَارَهُمْ وَيَخْتَالُ عَلَيْهِمْ وَالتَّكَبُّرُ.

Ibnu Atsir berkata: "Syuhroh itu adalah menampakkan sesuatu yang menonjol". Artinya: "Bahwa pakaian yang dia pakai terkenal di antara manusia karena menyelisihi warna pakaian manusia itu". Maka semua mata manusia akan tertuju kepadanya. Dan dia angkuh serta sombong kepada manusia dengan pakaian yang dia kenakan tersebut. (Nailul Author, jilid 2 halaman 131).

Beliau (Imam Asy-Syaukani) rohimahullah melanjutkan :

قَوْلُهُ: (أَلْبَسَهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوْبَ مَذَلَّةٍ) لَفْظُ أَبِي دَاوُد ثَوْبًا مِثْلَهُ، وَالْمُرَادُ بِقَوْلِهِ " ثَوْبَ مَذَلَّةٍ " ثَوْبٌ يُوجِبُ ذِلَّتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَمَا لَبِسَ فِي الدُّنْيَا ثَوْبًا يَتَعَزَّزُ بِهِ عَلَى النَّاسِ وَيَتَرَفَّعُ بِهِ عَلَيْهِمْ، وَالْمُرَادُ بِقَوْلِهِ مِثْلَهُ فِي تِلْكَ الرِّوَايَةِ أَنَّهُ مِثْلُهُ فِي شُهْرَتِهِ بَيْنَ النَّاسِ. قَالَ ابْنُ رَسْلَانَ: لِأَنَّهُ لَبِسَ الشُّهْرَةَ فِي الدُّنْيَا لِيَعِزَّ بِهِ وَيَفْتَخِرَ عَلَى غَيْرِهِ، وَيُلْبِسُهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Sabda Rasulullah : "Niscaya Allah aka memakaikan pakaian kehinaan kepadanya". Pada lafadz Abu Daud : " Tsauban Mislahu". Dan maksud "Pakaian Kehinaan" adalah Pakaian yang membuat dia terhina pada hari kiamat nanti, sebagaimana pakaian yang dia pakai sewaktu di dunia untuk mencari kemuliaan di antara manusia dan merendahkan mereka. Dan adapun pengertian "semisalnya" pada riwayat itu bahwa dia memakai pakaian seperti pakaian yang dia kenakan di antara manusia di dunia. Ibnu Ruslan berkata: "Karena dia memakai Syuhroh (Pakaian yang menonjol) di dunia untuk mencari kemuliaan dengan pakaian yang dipakaianya dan untuk berbangga-bangga kepada selainnya. Maka Allah memakaikan kepadanya nanti pakaian seperti itu pada hari kiamat. (Nailul Author, jilid 2 halaman 131).

Berdasarkan pendapat ulama di atas, bahwa yang tidak boleh adalah jika memakai pakaian aneh, yang menonjol atau tampil beda dari masyarakat setempat apabila niatnya merendahkan masyarakat tersebut dan sombong serta mencela manusia dengan pakaian yang dia pakai. Adapun jika niatnya tidak membanggakan diri ataupun mencela manusia, maka tidak termasuk seperti yang dijelaskan di atas. Namun sebagai seorang Muslim harus menghindari memakai pakaian yang menonjol, sehingga semua mata manusia tertuju kepadanya.

Dan pakaian syuhroh (tampil beda) maksudnya di sini dalam artian pakaian masyarakat setempat tidak menyelisihi syari'at Islam. Jika pakaian setempat tidak menutup aurat, maka kita wajib menyelisihi nya dengan memakai pakaian yang menutup aurat.

Pelajaran yang bisa diambil dari hadist di atas :

1. Larangan memakai pakaian syuhroh pakaian menonjol, aneh, atau pakaian yang tampil beda dari masyarakat setempat.

2. Dilarang memakai pakaian yang menonjol dengan niat membanggakan diri atau menyombongkan diri kepada manusia atau kepada masyarakat setempat.

3. Tidak boleh menyombongkan diri dalam hal apapun.

4. Tidak boleh membanggakan diri dengan niat mencela manusia.

5. Setiap sesuatu akan dibalas oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, besar maupun kecil. Dan semua itu akan di mintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. (QS. Al-Zalzalah : 7-8).

Oleh sebab itu jauhilah pakaian syuhroh, dan jauhi memakai sesuatu dengan niat berbangga diri dan mencela orang lain, karena itu semua dilarang di dalam Islam dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.