logo

Riba dalam Peminjaman Uang | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Bagaimana kasusnya ketika seorang peminjam uang menambah pinjaman uangnya ketika dibayar dikemudian hari, semisal 1jt yang bertambah 100 rb  dengan alasan untuk membiayai perlengkapan alat tulis, bensin kendaran dsb, kemudian orang yang meminjam setuju dan ikhlas dengan ketentuan yang telah diberikan sebelum diberi pinjaman, apakah hal tersebut diperbolehkan atau tetap tidak diperbolehkan...

Terima kasih atas jawabannya

Dari : Sinner

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp
  
Bismillah was Sholatu was Salamu ‘ala Rosulillah.

Hal ini sama saja dengan riba. Setiap ada tambahan pada harta pokok dari bentuk aslinya, maka itu termasuk riba. Apalagi terjadi kesepakatan antara 2 belah pihak seperti itu.

Ibnu Mundzir rohimahullah berkata sebagaimana disebutkan di dalam kitab Minhah al-'Allam jilid 6 halaman 276 :

أجمع العلماء على أن المسلف إذا شرط عشر السلف هدية أو زيادة فأسلفه على ذلك أن أخذه الزيادة ربا

Para ulama sepakat bahwa jika seseorang yang meminjamkan utang dengan mempersyaratkan 10% dari utangan sebagai hadiah atau tambahan, lalu dia meminjamkannya dengan mengambil tambahan tersebut, maka itu adalah riba.

Hal tersebut termasuk riba dan harus ditinggalkan. Jika dia meminjam 1 juta, maka kembalikan 1 juta juga. Jangan ditambah dan dikurang, karena bisa termasuk kedalam riba dan hukumnya haram sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Mundzir diatas.

Ibnu Qudamah rohimahullah juga berkata di dalam kitabnya al-Mughni jilid 6 halaman 436 :

وَكُلُّ قَرْضٍ شَرَطَ فِيهِ أَنْ يَزِيدَهُ، فَهُوَ حَرَامٌ ، بِغَيْرِ خِلَافٍ

Dan setiap utang yang dipersyaratkan ada tambahan, maka itu adalah haram. Hal ini tanpa diperselisihkan oleh para ulama.

Oleh sebab itu, jika ada yang berhutang, maka bayar sesuai dengan jumlah yang dia pinjami, bukan dengan menambahknya karena itu sesuatu yang diharamkan didalam Islam. Dan bisa saja harta yang dia gunakan dari hasil tersebut tidak ada barokahnya, karena didapat dari cara yang haram, apalagi itu termasuk riba, maka tidak ada barokahnya.

Semoga bisa dipahami.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.