logo

Hukum Wanita Shalat Memakai Cadar Menurut Ulama | Konsultasi Muslim



Para ulama membedakan aurat perempuan di dalam dan di luar shalat.

1. Aurat wanita di dalam shalat.

Ibnul Munzir berkata dalam kitabnya al-Awsath jilid 5 halaman 53 :

واختلفوا فيما عليها ان تغطي في الصلاة فقالت طائفة : على المرأة ان تغطي ما سوى وكفيها وجهها. هذا قول الاوزاعي والشافعي وابي ثور

Para ulama berbeda pendapat dalam hal kewajiban perempuan menutup aurat dalam shalat. Sekelompok ulama mengatakan wajib atas perempuan menutup seluruh badannya kecuali kedua telapak tangan dan wajahnya. Ini merupakan pendapat al-Auza'i, Syafi'i dan Abu Tsur.

2. Aurat wanita di luar shalat.

Al-Ziyadi berkata di dalam Hawasyi Syarwani 'ala Tuhfah al-Muhtaj, jilid 2 halaman 112 :

أَنَّ لَهَا ثَلَاثَ عَوْرَاتٍ عَوْرَةٌ فِي الصَّلَاةِ وَهُوَ مَا تَقَدَّمَ وَعَوْرَةٌ بِالنِّسْبَةِ لِنَظَرِ الْأَجَانِبِ إلَيْهَا جَمِيعُ بَدَنِهَا حَتَّى الْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ عَلَى الْمُعْتَمَدِ وَعَوْرَةٌ فِي الْخَلْوَةِ وَعِنْدَ الْمَحَارِمِ كَعَوْرَةِ الرَّجُلِ

Wanita memiliki tiga jenis aurat : (1) Aurat dalam shalat, sebagaimana yang telah dijelaskan (2) Aurat terhadap pandangan lelaki ajnabi, yaitu seluruh tubuh termasuk wajah dan telapak tangan, menurut pendapat yang mu'tamad. (3) Aurat ketika berdua bersama yang mahrom, sama seperti laki-laki.

Lalu bagaimana hukum bagi wanita shalat dengan memakai cadar?

Syekh Taqiyuddin Al-Hushni berkata didalam Kifayatul Akhyar halaman 144 :

ويُكره أن يصلي في ثوب فيه صورة وتمثيل ، والمرأة متنقّبة إلا أن تكون في مسجد وهناك أجانب لا يحترزون عن النظر ، فإن خيف من النظر إليها ما يجر إلى الفساد حرم عليها رفع النقاب

Dan dimakruhkan shalat dengan memakai pakaian yang bergambar atau lukisan. Dan dimakruhkan juga wanita memakai niqob (cadar) ketika shalat, kecuali jika di masjid yang kondisinya sulit terjaga dari pandangan lelaki ajnabi. Jika wanita khawatir dipandang oleh lelaki ajnabi sehingga menimbulkan kerusakan, haram hukumnya melepaskan niqob.

Oleh sebab itu, jika ada udzur syar'i yang mengharuskan wanita tersebut untuk tidak melepaskan cadarnya, seperti pembatas di masjid tersebut pendek sehingga lelaki bisa melihat ke tempat perempuan, maka dia tidak boleh melepas cadarnya. Akan tetapi jika di tempat perempuan tersebut aman dari penglihatan laki-laki, maka dia tidak diperbolehkan memakai cadar sebagaimana yang diterangkan oleh syekh Taqiyuddin di dalam kitab Kifayatul Akhyar diatas.

Sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الحكم يدور مع العلة وجودا وعدما

Hukum itu berputar bersama illatnya (sebabnya), baik ketika illat itu ada maupun tidak ada.

Hukum itu tergantung sebabnya, sebagaimana yang dijelaskan di atas. Begitu juga dalam permasalahan memakai cadar seperti diatas, tergantung situasi dan kondisinya.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.