logo

Dibalik Kekurangan Pasanganmu, Terdapat Kelebihan Yang Allah Titipkan kepadanya | Konsultasi Muslim



Ijab dan qobul dalam pernikahan ada karena di syari’atkan di dalam Islam dan tanda seseorang telah sah menjadi suami istri dan telah halal dalam melakukan apa-apa yang sebelumnya dilarang di dalam Islam. ijab dan qobul merupakan janji suci dalam menerima segala kekurangan dan konsekuensi dari pasangan masing-masing.

Oleh sebab itu jika dia melangsungkan pernikahan dengan seseorang yang menjadi pilihannya, maka berarti dia telah siap menerima apapun nanti kekurangan dari pasangannya tersebut, karena seseorang tentunya tidak hanya memiliki kelebihan saja, akan tetapi dia juga memiliki segala kekurangan. Maka dari itu harus saling menerima kekurangan masing-masing diantara pasangannya nanti.

Allah berfirman :

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan mereka (para wanita) memiliki hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang pantas. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Maha perkasa, Maha bijaksana. (QS. Al-Baqarah : 228).

Setelah menikah tentunya akan melalui duri-duri kehidupan yang menghalang pasangan suami istri, baik masing-masing akan melihat kelebihan pasangannya maupun akan melihat kekurangan pasangannya. Namun keduanya harus saling menerima kekurangan, karena kekurangan dan kelebihan itu pasti ada pada setiap manusia.

Tidak ada seorang pun yang bisa terlepas dari kekurangan, semua manusia penuh dengan kekurangan, akan tetapi dibalik kekurangannya pasti Allah titipkan kelebihan didalam dirinya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

Hendaklah seorang mukmin tidak membenci seorang mukminah, jika dia tidak menyukai akhlaknya niscaya dia menyukai yang lain. (HR. Muslim, hadist no. 1469).

Di dalam kitab Syarah Shahih Muslim, jilid 10 halaman 58 Imam An-Nawawi menuqil pendapat Qodhi Iyadh :

قَالَ الْقَاضِي عِيَاضٌ هَذَا لَيْسَ عَلَى النَّهْيِ قَالَ هُوَ خَبَرٌ أَيْ لَا يَقَعُ مِنْهُ بُغْضٌ تَامٌّ لَهَا قَالَ وَبُغْضُ الرِّجَالِ لِلنِّسَاءِ خِلَافُ بُغْضِهِنَّ لَهُمْ قَالَ وَلِهَذَا قَالَ إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ هَذَا كَلَامُ الْقَاضِي وَهُوَ ضَعِيفٌ أَوْ غَلَطٌ بَلِ الصَّوَابُ أَنَّهُ نَهْيٌ أَيْ يَنْبَغِي أَنْ لَا يُبْغِضَهَا لِأَنَّهُ إِنْ وَجَدَ فِيهَا خُلُقًا يُكْرَهُ وَجَدَ فِيهَا خُلُقًا مَرْضِيًّا بِأَنْ تَكُونَ شَرِسَةَ الْخُلُقِ لَكِنَّهَا دَيِّنَةٌ أَوْ جَمِيلَةٌ أَوْ عَفِيفَةٌ أَوْ رَفِيقَةٌ بِهِ أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ

Qodhi Iyad berkata : "Ini bukanlah sebuah larangan." Dia berkata : "Ini adalah sebuah keterangan, artinya tidak akan terjadi kebencian yang sempurna kepada seseorang." Dia berkata : "Dan kebencian laki-laki kepada perempuanperseteruan kebencian diantara mereka." Dia berkata : "Dan untuk itu, jika dia membenci perempuan itu karena akhlaknya, maka dia tentunya masih bisa menyukai yang lainnya dari perempuan tersebut." Ini perkataan Qodhi dan ini lemah atau keliru. Akan tetapi yang benar adalah bahwa itu semua bentuknya larangan. Artinya seharusnya seorang lelaki itu tidak membenci perempuan tersebut, karena jika dia mendapatkan pada diri wanita tersebut sesuatu yang dibenci, maka dia akan mendapatkan sifat yang dia sukai. Sekalipun sifatnya keras, akan tetapi dia alim, cantik, atau berbudi luhur atau mudah bersahabat dengannya atau yang semisal itu.

Jika ijab qobul telah dilangsungkan, maka masing-masing pasangan tentunya sudah siap apapun yang terjadi kedepannya dan sudah mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan pernikahan dan siap menerima apapun kekurangan dari pasangannya masing-masing. Jangan sampai dia mengeluh setelah menikah karena melihat kekurangan pasangannya, sehingga melupakan kelebihan pasangannya tersebut. Yakin saja bahwa sebanyak apapun kekurangan pasangan, maka pasti terdapat kelebihan yang Allah titipkan untuknya.

Allah berfirman :

وَلَا تَنسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ إِنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha melihat segala apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 237).

Seorang Muslim yang beriman kepada Allah tentunya dia akan begitu mudah melupakan keutamaan pasangannya. Begitu juga dengan seorang wanita Muslimah, jangan sampai hanya gara-gara melihat satu kekurangan, lantas meniadakan kebaikan-kebaikan yang lainnya, karena tindakan seperti ini adalah tindakan kekufuran terhadap suaminya dan kelak akan dimasukkan kedalam neraka.

Didalam sebuah hadist disebutkan, bahwa Ibnu Abbas berkata, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

تمت أُرِيتُ النَّارَ فَرَأَيْتَ أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ، يَكْفُرْنَ – قِيلَ : أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ : تمت يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الإحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْر، َ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Diperlihatkan neraka kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita yang kufur. Ada yang bertanya kepada beliau : Apakah para wanita itu kufur kepada Allah? Beliau menjawab : (Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka satu masa, kemudian suatu saat dia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu. (HR. Bukhari, hadist no. 23).

Maka dari itu, terima kekurangan pasangan dengan lapang dada. Karena seseorang tidak mungkin tidak memiliki kelebihan. Dibalik banyak kekurangannya, pasti Allah titipkan kelebihan kepadanya. Jadi, jadikan kelebihan untuk menutup kekurangannya.

Semoga bermanfat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.