logo

Bolehkah Mendidik Anak dengan Elektronik? | Konsultasi Muslim



Prinsip mendidik anak tentunya tidak berubah, harus sesuai dengan syari’at Islam. Walaupun Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam 1400 tahun yang lalu, namun syari’at Islam masih relevan untuk saat sekarang ini, bahkan sampai akhir zaman sekalipun.

Allah berfirman :

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari'at (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (QS. Al-Jatsiyah : 18).

Mendidik anak boleh dengan cara apapun, asalkan cara yang digunakan positif dan tidak menyalahi syari’at Islam. Maka dari itu walaupun zaman telah berubah dari zaman yang tidak canggih menjadi zaman yang canggih seperti sekarang ini, prinsip mendidik anak tetaplah seperti semula, yaitu sesuai dengan tuntunan syari’at Islam, namun sarana-sarananya saja yang berubah. Seperti misalnya zaman dulu orang tua mendidik anaknya dengan cara duduk belajar sehabis subuh dan maghrib belajar langsung dengan orang tuanya.

Adapun di zaman serba canggih ini orang tua bisa mendidik anaknya agama melalui elektronik seperti TV, HP, dan sejenisnya untuk membantu meningkatkan wawasan anak seputar ilmu agama.

Oleh sebab itu di dalam kitab Ighosatul Lahfan jilid 2 halaman 265 disebutkan :

لا تكرهوا أولادكم على آثاركم، فإنهم مخلوقون لزمان غير زمانكم

Janganlah memaksa anak-anak kalian harus sama dengan jejak kalian, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, bukan zaman kalian.

Orang tua harus mengerti bagaimana kondisi anaknya, paham bahwa anaknya hidup di zamannya, paham bahwa anaknya menyukai sesuatu yang mungkin bertolak belakang dengan keinginan orang tuanya. Maka orang tua harus memahami ini semua.

Biarkan anak menjadi dirinya sendiri, dalam arti kata positif dan tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Yang perlu dilakukan orang tua hanyalah mengarahkan anak kepada kebaikan dan mengarahkan anak senantiasa berada dalam ridho Allah dengan mengajarinya ilmu agama.

Boleh saja mendidik anak dengan elektronik, namun juga harus diperhatikan dan dibatasi oleh orang tua. Jangan dibiarkan begitu saja tanpa adanya kontrol yang baik dari orang tua. Mendidik anak dengan elektronik memang sesuai dengan zamannya, mengubah sarana dalam mendidik agar anak tidak bosan dengan bimbingan orang tua.

Namun sekali lagi hanya sekedar untuk membantu pembelajaran saja, bukan untuk bermain-main apalagi orang tua membiarkan anaknya bermain sendiri dengan elektronik tersebut, maka bukannya digunakan untuk membantu pembelajaran nantinya, akan tetapi digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan melalaikan anak tersebut dari belajar.

Orang tua akan diminta pertanggung jawaban tentang anaknya di akhirat nanti, maka dari itu didiklah anak dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran Islam.

Di dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah jilid 45 halaman 169 disebutkan :

أَدِّبِ ابْنَكَ فَإِنَّكَ مَسْؤُولٌ عَنْهُ: مَاذَا أَدَّبْتَهُ، وَمَاذَا عَلَّمْتَهُ؟ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ بِرِّكَ وَطَوَاعِيَتِهِ لَكَ. بَل ذَكَرَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ أَنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ يَسْأَل الْوَالِدَ عَنْ وَلَدِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَبْل أَنْ يَسْأَل الْوَلَدَ عَنْ وَالِدِهِ

Didiklah anakmu, karena sesungguhnya kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang : “Apa pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya.” Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu. Sebagian ulama menyebutkan bahwa Allah Subhanhu wa Ta’ala akan bertanya kepada orang tua tentang anaknya di hari kiamat sebelum bertanya kepada anak tentang orang tuanya.

Silahkan didik anakmu sesuai dengan zamannya, prinsipnya tetap sesuai dengan ajaran Islam dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, namun yang berubah hanya sarana-sarana dan cara mendidiknya saja.

Sesuaikan dengan zamannya dan jangan paksakan harus sama mendidiknya dengan zamanmu dulu. Karena anak-anakmu diciptakan untuk zamannya, bukan diciptakan di zaman kalian. Maka orang tua haruslah memperhatikan ini semua agar anaknya menjadi orang yang sukses dengan didikannya di kemudian hari.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.