logo

Apakah Do’a Anak Sholeh Hanya Khusus Anak Kandung Saja? | Konsultasi Muslim



Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh

Afwan ustadz mau tanya, apakah point (do'a anak yg sholih) ini hanya teruntuk anak kandung? Lalu bagaimana dengan pasutri yang tidak bisa memiliki anak ( mandul )? Apakah mereka tetap bisa mendapat syafa'at poin ini?

Dari : Ummu Ukasyah

Dijawab oleh : Fastabikul Randa Ar-Riyawi حفظه الله تعالى melalui tanya jawab grup Kajian Whatsapp

Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.

Zohirnya, memang yang dimaksud di dalam  hadist diatas adalah anak kandung. Karena waladun artinya anak biologis(kandung).

Dan zohir hadist di atas menunjukkan bahwa yang mendapatkan do'a anak yang sholeh hanya mereka yang hanya mempunyai anak saja.

Lalu bagaimana dengan pasutri yang mandul? Bisakah mendapatkan do'a anak yang sholeh?

Adapun dari poin ini, maka dia tidak mendapatkannya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara : Sedekah jariyah. Ilmu yang diambil manfaatnya. Anak sholeh yang mendo'akan orang tuanya. (HR. Muslim, hadist no. 1631).

Oleh sebab itu jika dia tidak mempunyai anak, tidak mendapatkan do'a anak yang sholeh.

Namun dia masih bisa mendapatkan 2 poin lainnya. Sedekah jariyah sewaktu hidupnya dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain, kemudian diamalkan, maka dia akan mendapatkan pahala yang terus mengalir dan tidak akan putus walaupun dia sudah di alam kubur.

Dan jika ada di antara kaum Muslimin yang mendo’akannya ketika dia sudah di alam kubur, maka do’a kaum Muslimin tersebut juga akan sampai kepadanya.

Imam An-Nawawi rohimahullah berkata di dalam kitab al-Adzkar jilid 1 halaman 293 :

أجمع العلماء على أن الدعاء للأموات ينفعهم، ويَصلُهم ثوابه. واحتجوا بقوله تعالى: {وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ} [الحشر: 10]

Para ulama sepakat bahwa do’a untuk orang-orang yang meninggal dunia itu bermanfaat dan akan sampai pahalanya kepada mereka. Para ulama berdalil dengan firman Allah : “Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa : “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr : 10).

Maka dari itu, sekalipun dia tidak mendapatkan do’a dari anak kandungnya, namun dia masih bisa mendapatkan do’a dari kaum muslimin dan do’a tersebut juga akan sampai pahalanya kepada dia walaupun sudah berada di alam kubur.

Maka dari itu, bagi pasutri yang mandul jangan berkecil hati. Karena Allah itu Maha Adil. Ketika dia tidak bisa mendapatkan 1 poin. Maka Allah beri kesempatan kepadanya untuk mendapatkan 2 poin lainnya. Bisa melalui sedekah jariyah sewaktu hidupnya, mengajarkan ilmu yang bermanfaat dan jika ada kaum Muslimin yang mendo’akannya, maka do’a tersebut sampai kepadanya dan pahalanya pun akan sampai kepadanya. Setiap sesuatu ada hikmahnya dan Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi bagi dirinya.

Semoga pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak segera Allah berikan bagi mereka keturunan. Aamiin, Allahumma Aamiin.

Wallahu Ta'ala a'lam.

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.