logo

Benarkah Manusia Bisa Melihat Jin? | Konsultasi Muslim



Banyak orang-orang yang halu, mengaku bisa melihat jin, bahkan ada yang mengaku-ngaku bisa mendatangkan Para Malaikat dan para Nabi, serta mengaku bisa mendatangkan baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini merupakan halu yang sangat parah dan pernyataan seperti ini tentunya batil di dalam Islam.

Namun, hal-hal halu seperti itu dipercaya oleh orang-orang yang tidak punya pegangan Ilmu Agama. Mereka percaya bahwa melihat jin, mendatangkan para Malaikat dan Para Nabi serta mendatangkan baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi was allam sebagai karomah, padahal itu bukanlah karomah karena karomah itu hanya diberikan kepada Waliyullah dan orang-orang yang memang taat, mengerti syari'at Islam dan jauh dari hal-hal yang dilarang oleh Islam. Bukan seperti orang-orang yang mengaku bisa melihat jin dan mendatangkan Malaikat dan Nabi serta mendatangkan Rasulullah yang beredar sekarang ini.

Di dalam kitab tafsir Ibnu Katsir jilid 1 halaman 233 disebutkan bahwa Yunus bin Abdil A'la berkata :

قلت للشافعي : كان الليث بن سعد يقول : إذا رأيتم الرجل يمشي على الماء ويطير في الهواء فلا تغتروا به حتى تعرضوا أمره على الكتاب والسنة

"Aku berkata kepada Syafi'i : "Apabila kalian melihat seseorang yang berjalan diatas air, dan terbang di udara, maka janganlah kalian tertipu kepadanya, sebelum kalian mengukur amalannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah."

فقال الشافعي : قصر الليث، رحمه الله، بل إذا رأيتم الرجل يمشي على الماء ويطير في الهواء فلا تغتروا به حتى تعرضوا أمره على الكتاب والسنة

"Syafi'i menjawab : "Ucapannya (Lais) rohimahullah kurang, bahkan apabila kalian menyaksikan seseorang dapat berjalan diatas air, atau terbang di udara sekalipun, maka janganlah kalian tertipu, sebelum kalian mengukur amalannya dengan Al-Qur'an dan Hadist."

Oleh sebab itu, yang mengaku-ngaku bisa melihat jin bukan Waliyullah, dan dia juga tidak terlalu paham syari'at Islam. Jadi bagaimana mungkin dia akan mendapatkan karomah dari Allah subhanahu wa Ta'ala. Tentunya ini merupakan sebuah kedustaan belakan.

Dan Imam Syafi'i rohimahullah mengatakan orang-orang yang mengaku bisa melihat jin, maka telah batal lah syahadatnya.

Ibnu Hajar rohimahullah berkata di dalam kitab Fathul Baari jilid 6 halaman 344 :

وَرَوَى الْبَيْهَقِيُّ فِي مَنَاقِبِ الشَّافِعِيِّ بِإِسْنَادِهِ عَنِ الرَّبِيعِ سَمِعْتُ الشَّافِعِيَّ يَقُولُ : مَنْ زَعَمَ أَنَّهُ يَرَى الْجِنَّ أَبْطَلْنَا شَهَادَتَهُ ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ نَبِيًّا . انْتَهَى.

Dan Imam al-Baihaqi meriwayatkan sebagaimana disebutkan di dalam Manaqib Imam Syafi'i dengan sanad dari Robi', aku mendengar Imam Syafi'i berkata : "Barangsiapa yang mengaku bisa melihat jin, maka kami batalkan syahadatnya, kecuali dia seorang Nabi. Selesai."

Kenapa Imam Syafi'i rohimahullah berani mengatakan seperti ini? Karena memang pada hakikatnya manusia tidak akan bisa melihat jin, apalagi mengaku bisa mendatangkan Para Malaikat dan Para Nabi, apalagi mendatangkan baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dalilnya adalah Allah berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, dia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya dia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al-A'raf : 27).”

Dengan dalil inilah para ulama mengatakan bahwa manusia tidak bisa melihat jin, apalagi mengaku bisa mendatangkan para Malaikat dan Para Nabi serta mendatangkan baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Tentunya ini merupakan pernyataan batil yang harus di ingkari. Karena orang-orang yang mempunyai pegangan Ilmu Agama tentu akan menganggap ini sebagai tipu daya semata, apalagi orang yang mengaku bisa mendatangkan para Malaikat dan Para Nabi bukan orang yang paham syari'at Islam.

Tapi kan tidak ada yang Mustahil bagi Allah, berarti bisa saja dong?

Memang pada hakikatnya tidak ada yang mustahil bagi Allah. Allah tinggal berkata : "Kun Fayakun" Jadi, maka terjadilah. Akan tetapi bukan seperti perkara mendatangkan hal yang ghoib seperti kejadian seseorang mengaku bisa melihat jin, mendatangkan Para Malaikat dan Para Nabi. Seakan-akan dia bisa memerintah para Malaikat dan para Nabi. Seolah olah dia bisa memanggil seenaknya sendiri.

Sedangkan baginda Rasulullah sendiri tidak berkuasa mendatangkan Malaikat Jibril. Lalu ada ummatnya mengaku bisa mendatangkan Malaikat, tentunya ini pernyataan yang batil dan wajib di ingkari.

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada Jibril :

مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَزُورَنَا أَكْثَرَ مِمَّا تَزُورُنَا فَنَزَلَتْ {وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا}

“Mengapa engkau tidak sering lagi mengunjungiku sebagaimana biasanya?” Lalu turunlah ayat : Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. kepunyaan-Nyalah segala yang ada di hadapan kita, dan segala yang ada di belakang kita. (QS. Maryam : 64). (HR. Bukhari, hadist no. 4454).”

Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau kekasih Allah dan penutup para Nabi, orang yang pertana kali membuka pintu surga. Akan tetapi beliau tidak berkuasa mendatangkan Malaikat Jibril kapanpun beliau mau. Lalu ada ummatnya mengaku bisa mendatangkan para Malaikat dan para Nabi, serta mengaku bisa mendatangkan baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ini pernyataan batil dan halu.

Karena jika seperti itu dia lebih hebat dari Rasulullah dong, lebih hebat dari Sahabat Rasulullah dong, lebih hebat dari Waliyullah dong, lebih hebat dari para ulama terdahulu dong? Tentunya tidak. Orang-orang yang mengaku bisa mendatangkan para Malaikat dan Para Nabi serta mengaku mendatangkan baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam itu ditipu oleh jin. Dan jin tersebut seolah-olah menyerupai malaikat dan Nabi-nabi serta Rasulullah. Dan jin tersebut bisa saja menyerupai hal-hal aneh, karena manusia yang dia tipu tidak tau sebelumnya bentuk Malaikat, para Nabi serta tidak tau bentuk baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka jin tersebut menyerupai bentuk-bentuk yang indah untuk menipu manusia tersebut. Dan dia percaya kepada apa yang dia lihat dan hal itu disebarluaskan bahwa dia melihat Para Malaikat dan Para Nabi serta baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Padahal yang dia lihat itu jin yang merubah bentuknya menjadi indah, bukan Malaikat beneran, bukan Nabi-nabi beneran dan bukan Rasulullah beneran.

Dia disesatkan oleh jin tersebut disebabkan dia bersekutu dengan jin itu.

Allah berfirman :

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. Al-Jin : 6).”

Setan itu akan menyesatkan manusia dari jalan manapun, dari atas, bawah, samping kiri dan kanan. Semua akan dilakukan setan untuk menyesatkan manusia.

Tidak seorang pun yang bisa melihat jin sebagaimana disebutkan Imam Syafi'i diatas, kecuali dia seorang Nabi yang Allah berikan kuasa kepadanya. Dan seorang Nabi tidak bisa disamakan dengan ummatnya, karena memiliki kedudukan yang berbeda dan derajat yang berbeda.

Jadi, pengakuan bisa melihat jin serta mengaku bisa mendatangkan para Nabi dan Malaikat serta mengaku bisa mendatangkan baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi was allam bisa membatalkan syahadatnya. Dan jangan percaya dengan hal-hal seperti itu. Sebagai orang-orang yang beriman kepada Allah, kita harus mengingkarinya. Karena pernyataan seperti itu batil dan bisa menyatakan kaum muslimin yang tidak mempunyai pegangan Ilmu Agama dan hal seperti ini harus diluruskan agar orang-orang seperti itu segera bertobat kepada Allah Subhanhu wa Ta'ala.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.