logo

Anak Indigo dalam Pandangan Islam | Konsultasi Muslim



Perlu diketahui, bahwa anak indigo bukan suatu kelebihan yang ada pada diri manusia, melainkan suatu penyakit yang harus disembuhkan.

Loh, kok penyakit ? bukannya dia punya kelebihan melihat makhluk halus, dan itu berarti suatu kelebihan yang diberikan Allah kepadanya?

Bisa melihat makhluk halus bukanlah pemberian dari Allah, tapi di dalam dirinya berarti ada jin yang masuk, maka dari itu dia bisa melihat jin. Karena manusia normal pada hakikatnya tidak bisa melihat jin.

Mana dalilnya? dalilnya adalah Allah berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

“Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga, dia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya, dia (setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-A'raf : 27)."

Ini adalah dalil bahwa manusia biasa tidak bisa melihat jin.

Oleh sebab itu, anak indigo bukanlah suatu kelebihan, namun suatu penyakit yang harus disembuhkan. Penyakitnya adalah di dalam dirinya ada jin, dan jin tersebut harus dikeluarkan dengan cara ruqiyah syar'iyyah.

Ketika ada orang yang bisa melihat jin, bisa menyembuhkan orang dalam sekejab ataupun bisa berjalan diatas air misalnya, maka janganlah langsung mempercayainya, sebelum mengukur amalannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah.

Di dalam kitab tafsir Ibnu Katsir jilid 1 halaman 233 disebutkan bahwa Yunus bin Abdil A'la berkata :

قلت للشافعي : كان الليث بن سعد يقول : إذا رأيتم الرجل يمشي على الماء ويطير في الهواء فلا تغتروا به حتى تعرضوا أمره على الكتاب والسنة

Aku berkata kepada Syafi'i : "Apabila kalian melihat seseorang yang berjalan diatas air, dan terbang di udara, maka janganlah kalian tertipu kepadanya, sebelum kalian mengukur amalannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah."

فقال الشافعي : قصر الليث، رحمه الله، بل إذا رأيتم الرجل يمشي على الماء ويطير في الهواء فلا تغتروا به حتى تعرضوا أمره على الكتاب والسنة

Syafi'i menjawab : "Ucapannya (Lais) rohimahullah kurang, bahkan apabila kalian menyaksikan seseorang dapat berjalan diatas air, atau terbang di udara sekalipun, maka janganlah kalian tertipu, sebelum kalian mengukur amalannya dengan Al-Qur'an dan Hadist."

Dua perkataan diatas sebenarnya sama, dan tidak ada bedanya. Dan pada hakikatnya 2 Ulama diatas menerangkan bahwa seseorang apabila dia melihat ada orang yang bisa melihat yang ghaib, bisa berjalan diatas air, ataupun bisa melakukan sesuatu yang tidak biasanya dilakukan manusia normal pada umumnya, maka janganlah tertipu terlebih dahulu, sebelum mengukur amalan orang yang melakukannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah.

Oleh sebab itu, anak indigo itu bukan wali Allah, dan juga bukan ulama. Begitu juga sekalipun ada orang misalnya bisa melihat jin, berjalan di atas air lah, bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan manusia, maka ukur amalannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah terlebih dahulu sebelum mempercayainya.

Anak indigo haruslah di ruqiyah untuk mengeluarkan jinnya supaya dia tidak bisa melihat jin lagi.
Dan anak indigo bukanlah suatu kelebihan, akan tetapi ada penyakit didalam tubuhnya, dan untuk menghilangkan jin itu harus di ruqiyah.

Semoga bisa dipahami.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.