logo

Rezeki Dipatuk Ayam? Benarkah Pernyataan Ini? | Konsultasi Muslim



Banyak yang berkata bangun pagi, kerja. Kalo tidak rezekimu nanti dipatuk ayam. Kata-kata lucu yang sering kita dengar di masyarakat.

Sebenarnya, rezeki itu sudah ditentukan untuk masing-masing orang, jadi rezeki si A tidak akan diambil si B. Begitu pula si B tidak akan diambil rezeki nya oleh ayam. Karna segala sesuatu sudah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah berfirman :

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hambanya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendakinya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hambanya lagi Maha Melihat. (QS. As-Syuraa' : 27).

Jadi, istilah rezeki dipatuk ayam sebenarnya tidak lah tepat, karna setiap orang sudah ada rezeki nya masing-masing. Kita tinggal berusaha untuk mendapatkan nya.

Hanya saja mungkin maksudnya dipatuk ayam, hanya sebagai peringatan saja supaya orang yang dia nasehati tersebut mau bekerja sehingga memperoleh rezeki dari hasil kerja nya tersebut.

Berusaha lah, kerjakan apapun asalkan halal, karna Allah menjamin setiap hambanya di dunia ini.

Allah berfirman :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah lah yang memberi rezkinya. (QS. Hud : 6).

Semua yang ada di dunia ini sudah dijamin Allah rezekinya, bahkan sampai kepada hewan melata sekalipun sudah dijamin Allah rezekinya.

Jadi tidak mungkin rezeki si A tidak akan diambil si B, apalagi sampai dipatuk ayam dan kemudian hilang.

Intinya dia harus berusaha untuk mencari rezeki. Jika dia berusaha, maka insyaAllah dia akan mendapatkan rezekinya.

Wallahul Musta'an.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.