logo

Masuk Surga Bukan Karena Amal, Tapi Rahmat Allah | Konsultasi Muslim



Shalat adalah kewajiban mutlaq bagi setiap muslim untuk dikerjakan. Tidak diterima alasan apapun bagi seorang muslim untuk meninggalkan nya, karena shalat sebagai bentuk rasa syukur kita kepada sang pencipta. Dan shalat merupakan amalan yang pertama kali di hisab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. (HR. At-Tirmidzi, hadist no. 413).

Namun yang perlu diketahui seorang muslim, bahwa ketika dia shalat setiap waktu, belum menjamin seorang masuk kedalam surga Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena yang memasukkan seorang muslim ke dalam surga bukan amalnya, tapi kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena dibandingkan dengan Nikmat Allah setiap waktu, maka amalan seorang manusia seumur hidupnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nikmat yang Allah turunkan setiap harinya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ : لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga. Sahabat Bertanya : Engkau juga tidak wahai Rasulullah? Beliau menjawab : "Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah." (HR. Bukhari, hadist no. 5673).

Maka dari itu, jangan heran ada orang yang rajin shalat sewaktu di dunia, tapi masuk ke dalam neraka di Akhirat.

Kenapa? bukankah dia rajin shalat sewaktu di dunia? kenapa bisa masuk neraka?

Karena boleh jadi dia sering menggibah saudara nya sesama muslim, sering mencaci maki saudara sesama muslim, sering menyakiti tetangga nya, sering berbuat curang kepada saudara sesama Muslim.

Padahal yang kesemua itu dilarang di dalam Islam dan hukumnya haram.

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujarat : 11).

Jadi, yang membuat seseorang masuk ke dalam neraka terkadang karena hubungannya dengan sesama saudara sesama muslim tidak baik. Sering menyakiti saudara sesama muslim, yang mengakibatkan dia tidak dimaafkan oleh sesama muslim tersebut dan akhirnya masuk ked alam neraka.

Maka dari itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ ،وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sesering apapun seorang muslim shalat 5 waktu, sesering apapun dia bersedekah kepada sesama Muslim. Tapi jika dia juga sering membuat hati seorang muslim terluka, suka mencaci maki sesama Muslim dan suka menggibahnya, maka boleh jadi Allah masukkan dia kedalam neraka jahannam yang sangat panas.

Allah berfirman :

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. Al-Ahzab : 58).

Jadi, shalat bukan jaminan seseorang masuk kedalam surga. Tapi shalat bisa mendekatkan yang jauh menjadi dekat. Sehingga jika sebelum nya jarak seseorang dengan surga jauh, maka dengan dia mengerjakan shalat, diapun menjadi dekat dengan surga Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Kerjakan shalat sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan tinggalkan ghibah, mencaci maki saudara sesama muslim, menyakiti saudara sesama muslim dan lain sebagainya. Karena boleh jadi ketika kau rajin shalat, tapi kau rajin menyakiti saudara sesama muslim juga, boleh jadi Allah shalat mu tidak berpengaruh apa-apa disebabkan banyak orang yang kau sakiti dan berdo'a kepada Allah, sehingga ketika dia tidak memaafkan kesalahan mu, maka Allah pun tidak memaafkan kesalahan mu sebelum engkau meminta maaf kepadanya.

Jadi jauhilah perbuatan tersebut agar bisa meraih surga Allah yang penuh kenikmatan.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ

Barangsiapa yang berinfaq dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga : "Hai hamba Allah, inilah kebaikan. Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka dia akan dipanggil dari pintu shalat." (HR. Bukhari, hadist no. 1896).

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.