logo

Merayakan Maulid Nabi Muhammad Bid'ah Dolalah? Benarkah? | Konsultasi Muslim



Beredarnya isu diluar sana yang mengatakan bahwa orang yang merayakan maulid adalah pelaku bid'ah. Setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya neraka jahannam. Ngeri sekali vonisnya.

Di dalam maulid Nabi ada 2 hal yang harus diperhatikan :

1. Merayakan maulid Nabi seperti yang dilakukan oleh raja Irbil di Irak yang bernama al-Muzoffar Abu Sa'id Kaukabari bin Zainuddin.

2. Memperingati Maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam seperti zaman kita sekarang. Dengan mengadakan kajian.

Sejarah dan Siapa yang Pertama Kali Merayakan Maulid Nabi?

Di dalam kitab al-Hawi lil Fatawi Imam as-Suyuthi jilid 1 halaman 182 disebutkan  : "Maulid Nabi diadakan pada abad ke 7 Hijriyah." Yang pertama kali merayakan adalah raja Irbil di Irak bernama Muzoffar Abu Sa'id Kaukabari bin Zainuddin beliau adalah seorang raja darmawan, pemberani, pahlawan, orang cerdas, orang berilmu dan adil.

Pendapat Imam as-Suyuthi rohimahullah tentang Raja Irbil di dalam kitab al-Haawi lil Fatawi jilid 1 halaman 182 :

و أول من أحدث فعل ذلك صاحب اربل الملك المظفر أبو سعيد كوكبري بن زين الدين علي بن بكتكين أحد الملوك الأمجاد و الكبراء الأجواد و كان له آثار حسنة

Pertama kali orang yang melakukan perayaan Maulid Nabi adalah seorang Raja Irbil yang bernama Muzoffar Abu Sa'id Kaukabari bin Zainuddin 'Ali bin Baktakain seorang raja dari Irak. Dan dia seorang Raja yang memberi pengaruh yang baik.

Imam as-Suyuthi rohimahullah berkata : Imam Ibnu Katsir mengatakan di dalam kitab Tarikh nya :

كان يعمل المولد الشريف في ربيع الأول و يحتفل به احتفالا هائلا و كان شهما شجاعا بطلا عاقلا عالما عادلا رحمه الله و أكرم مثواه

Raja Muzoffar melaksanakan Maulid yang mulia pada Bulan Robi'ul Awwal dan dia merayakan dengan perayaan yang besar. Raja Irbil seorang raja yang dermawan,pemberani,pahlawan, pintar, orang yang berilmu dan adil semoga Allah merahmatinya dan dia juga banyak memiliki pemondokan.

Maka perkataan 2 ulama diatas adalah bantahan bagi kelompok yang mengatakan bahwa yang pertama kali merayakan maulid Nabi adalah orang-orang Syi'ah.

1. Merayakan maulid Nabi Muhammad.

Bagaimana Perayaan Maulid Nabi Muhammad yang Dilakukan oleh Raja Irbil?

A. Cucu Imam al-Jauzi mengatakan : raja Muzoffar mengundang berbagai macam ulama-ulama Ahlus Sunnah.

B. Raja Muzoffar menyediakan taplak meja yang diatasnya disediakan 5 ribu kepala kambing yang sudah dipanggang,10 ribu ayam betina,100 ribu piring besar yang berisi keju dan 30 ribu piring yang berisi manisan.

Pendapat Ibnu Kholkan :

قال ابن خلكان في ترجمة الحافظ أبي الخطاب بن دحية : كان من أعيان العلماء و مشاهير الفضلاء

Ibnu Kholkan berkata di dalam Tarjamah al-Hafidz Abil Khottob bin Dihyah : Ulama-ulama yang diundang oleh Raja Irbil waktu itu adalah ulama yang paling Masyhur dan paling utama.

2. Memperingati Maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Memperingati maulid Nabi tentunya berbeda dengan Mmrayakan maulid Nabi.

Merayakan maulid Nabi yang dilakukan oleh Raja Irbil selain para ulama berkumpul dan membaca Al-Qur'an, mereka juga makan besar seperti yang diterangkan diatas.

Adapun memperingati maulid Nabi Muhammad, tujuannya murni untuk mengingatkan anak-anak muda kepada sejarah kelahiran dan kisah Nabi Muhammad shallallah 'alaihi wa sallam dan tidak merayakan dengan makan besar seperti yang dilakukan oleh raja Irbil.

Bagaimana Hukumnya?

Imam as-Suyuthi berkata bahwa yang dilakukan raja Irbil tersebut adalah :

هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه و سلم و إظهار الفرح و الإستشار بمولده الشريف

Perbuatan tersebut termasuk kedalam Bid'ah Hasanah (Baik).Yang apabila dilakukan maka akan memperoleh pahala bagi yang mengerjakan nya. Karena mengagungkan dan Menampakkan kesenangannya serta mengharapkan pahala dari perbuatan tersebut.

Kesimpulan : Jika merayakan maulid Nabi Muhammad saja berpahala seperti yang dikatakan Imam As-Suyuthi maka bagaimana jika dia Memperingati maulid Nabi dengan tujuan mengingatkan anak-anak muda dizaman fitnah sekarang? Tujuannya agar mereka kembali mengenal siapa sosok Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Tentunya memperingati maulid Nabi dengan tujuan agar anak-anak muda mengenal kembali siapa Rasulullah maka hal ini termasuk istihsan (sesuatu yang dianggap baik) mencegah dari perbuatan mereka diluar sana yang sia-sia.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.