logo

Makan Cabe Gorengan dengan Tangan Kiri, Bolehkah? | Konsultasi Muslim



Fenomena yang sering terjadi di Indonesia sangatlah banyak, dari yang kelihatannya spele dan sering di anggap sesuatu yang remeh oleh kaum muslimin, sampai kepada perkara yang besarpun semua diatur didalam Islam.

Salah satunya adalah makan dengan tangan kiri ketika tidak ada udzur. Salah satu contohnya adalah makan cabe gorengan dengan tangan kiri, yang oleh sebagian orang mungkin ini hanya hal biasa, spele dan remeh. Tapi tidak begitu didalam Islam. Semuanya dari perkara terkecil yang dianggap spele sekalipun sampai perkara yang besar rupanya diatur didalam Islam.

Dalam hal ini dibagi menjadi 3 bagian :

1. Dalil yang melarang Makan dan Minum dengan tangan kiri.

Dari Ibnu Umar rodhiyallahu 'anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إذا أَكَلَ أحدُكُم فليأكلْ بيمينِهِ . وإذا شرِبَ فليشربْ بيمينِهِ . فإنَّ الشَّيطانَ يأكلُ بشمالِهِ ويشربُ بشمالِهِ

Apabila salah seseorang diantara kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya dan apabila minum, maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kirinya. (HR. Muslim, Shahih Muslim, hadist no. 2020. Kitab Subulussalam, hadist no. 1377).

2. Hukum Makan dan Minum dengan tangan kiri.

1. Haram

1. Pendapat Imam ash-Shon'ani rohimahullah.

Imam ash-Shon'ani rohimahullah berkata di dalam kitab Subulussalam syarah kitab Bulughul Maroom min Jam'i Adillatil Ahkaam, jilid 4 halaman 162 :

الحديث دليل على تحريم الأكل والشرب بالشمال، فإنه علله بأنه فعل الشيطان وخلقه، والمسلم مأمور بتجنب طريق أهل الفسوق فضلا عن الشيطان

Hadist ini menunjukkan haramnya makan dan minum dengan tangan kiri, karena itu merupakan perbuatan setan dan akhlak setan, dan seorang muslim diperintahkan untuk menjauhi perbuatan ahli fasiq, terutama yang berasal dari setan.

2. Pendapat Ibnul Qoyyim.

Ibnul Qoyyim juga mengharamkan makan dan minum dengan tangan kiri.

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata di dalam kitab Zaadul Ma'ad :

فَإِنَّ الْآكِلَ بِهَا، إِمَّا شَيْطَانٌ وَإِمَّا مُشَبَّهٌ بِهِ

Dan orang yang makan dengan tangan kiri, jika dia bukan setan, maka dia menyerupai perbuatan setan.

Dan pendapat ini juga di ikuti oleh ulama lainnya.

Salah satu dalil yang dijadikan ulama sebagai pengharamannya adalah hadist yang diriwayatkan juga oleh Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu :

أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِشِمَالِهِ فَقَالَ : كُلْ بِيَمِينِكَ. قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ : لاَ اسْتَطَعْتَ. مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ

“Ada seorang laki-laki yang makan di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah bersabda : Makanlah dengan tangan kananmu! Dia menjawab : Aku tidak bisa. Beliau bersabda : Benarkah kamu tidak bisa? Tidaklah dia menolaknya, kecuali karena sombong. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya. (HR. Muslim, hadist no. 2021).”

Dari hadist inilah yang kemudian para ulama mengharamkannya.

2. Makruh

Pendapat Imam an-Nawawi dan ulama mazhab Syafi’i dan ulama dan beberapa mazhab Hambali lainnya.

Makruh makan dengan tangan kiri jika tidak ada udzur.

Syekh al-Mubarokfuri menuqil perkataan Imam an-Nawawi di dalam kitab Syarah Shahih Muslim, jilid 13 halaman 191 sebagaimana disebutkan di dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan at-Tirmidzi, kitabul at-'Imah, bab Maa Jaa-a Fin Nahyi 'anil Akli was Syurbi bis Syimal :

وهذا إذا لم يكن عذر فإن كان عذر يمنع الأكل والشرب باليمين من مرض أو جراحة أو غير ذلك فلا كراهة في الشمال وقال فيه استحباب الأكل والشرب باليمين وكراهتهما بالشمال‏

Dan ini berlaku jika tidak ada udzur. Jika ada udzur yang menyebabkan tidak bisa makan dan minum dengan tangan kanan, baik itu karena sakit, luka, atau yang lainnya, maka tidak makruh hukumnya. Dan disunnahkan makan dan minum dengan tangan kanan, dan dimakruhkan makan dan minum dengan tangan kiri.

Dan kebanyakan ulama Syafi'iyyah (mazhab Syafi'i)  dan ulama mazhab Hambali menghukumi makan dengan tangan kanan hanya sebagai anjuran saja, tidak sampai kepada wajib. Dan apabila dia makan dengan tangan kiri tanpa udzur, maka hanya dihukumi makruh saja, tidak sebagai haram. Dan pendapat ini di ikuti oleh Imam al-Ghazali dan ulama lainnya.

Di dalam kitab al-Masu'ah al-Kuwaitiyah jilid 45, halaman 294 disebutkan :

صَرَّحَ الشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ بِأَنَّهُ يُكْرَهُ الأْكْل وَالشُّرْبُ بِالشِّمَال بِلاَ ضَرُورَةٍ

Syafi'iyyah dan Hanabilah menegaskan bahwa dimakruhkan makan dan minum dengan tangan kiri ketika tidak dalam keadaan darurat.

Ulama yang mengatakan hanya sebuah anjuran saja berdalil dengan hadist Rasulullah yang mengajarkan anak kecil untuk makan dengan tangan kanan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang ada di sekitarmu. (HR. Bukhari, hadist no. 537).”

Dan hadist ini menurut kebanyakan pandangan ulama hanya sifatnya sebagai bimbingan saja. Oleh karena itu kebanyakan para ulama mazhab Syafi'i khususnya hanya mengangap sebagai sebuah anjuran saja dan tidak sampai kepada wajib.

Lalu apa hukum makan cabe gorengan dengan tangan kiri?

Ada sebuah qoidah fiqih menyebutkan :

الحكم يدور مع العلة، وجودا وعدما

Hukum itu berputar bersama illatnya (sebabnya), baik ketika illatnya ada maupun tidak ada.

Nah, ketika seseorang makan gorengan tangannya bisa dengan kanan, lalu dia masih makan cabenya dengan tangan kiri, maka hukumnya haram berdasarkan hadist Nabi diatas yang menyuruh seorang lelaki makan dengan tangan, kemudian lelaki tersebut menolak, dan setelah itu tangannya tidak bisa diangkat ke mulutnya.

Dan jika tangan kanannya tidak sakit, luka, atau sebagainya, maka haram makan cabe dengan tangan kiri.

Kan cuma cabe ustadz, kok tetap haram?

Sekalipun itu cabe, tapi ketika dia dimakan, maka hukumnya sama dengan makanan lainnya.

Memang ada ulama yang hanya mengatakan makruh, namun sebagai bentuk kehati-hatian kita, maka hindarilah hal ini. Apalagi ulama lainnya mengatakan hal ini dihukumi haram karena hadist Rasulullah yang melarang makan dengan tangan kiri.

Bagaimana cara makan cabe dengan tangan kanan?

Yaitu 3 jari memegang gorengan, sementara 2 jari lainnya memegang cabe. Setelah gorengannya dimakan, baru makan cabenya.

Beginilah cara yang insyaAllah lebih berhati-hati dari perkara yang dibenci.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Fastabikul Randa Ar-Riyawi

Tags

Beliau adalah lulusan S1 Syariah, Jurusan Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah di salah satu Universitas di Surabaya. Saat ini, beliau aktif sebagai Pembimbing Grup-grup Kajian Islam di Whatsapp. Dan beliau juga aktif menulis di blog konsultasimuslim.net, sekaligus sebagai Pengelola blog konsultasimuslim.net.